Harus Kah Ku Bertahan

Harus Kah Ku Bertahan
82.kenyataan takkan tertukar 2


__ADS_3

Dengan penuh keingin tahunan wanita paruh baya itupun segera menuju kamar atas ,kamar siapa lagi kalau bukan kamar putra nya itu,diapun dengan cepat dan tak sabar ingin segera berbicara dengan fero untuk membicarakan apa yang ia lihat saat itu di rumah sakit,sungguh ia sangat ingin mencari kebenaran dari semua ini .


Dook......dookkk......doook.....


"Buka Fero , mama mau bicara sama kamu ,sekarang juga "ujar mama fero dengan tak sabar.


Setelah agak lama akhirnya pintu itupun di buka,tapi Alangkah kecewanya wanita itu karena yang membuka kan adalah menantu nya yang terlihat muka bantal bukan putra nya yang ia cari .


"Ratu dimana fero ,apa dia belum pulang padahal sudah malam gini .ujar wanita itu tanpa menunggu menantunya itu berkata apa lagi bertanya padanya .


Ratu pun dengan malas juga menjawab nya dia sungguh malas sebenarnya tapi dia takmau membuat mama mertuanya itu marah .


"Ma ... ,mas fero sudah pulang tadi ,sekarang ada di ruang kerja nya ,kaya gak tahu aja putra mama ,dia kan lebih suka tidur bertemakan buku dari pada Ratu di samping nya ,mang ada apa sih ma ?... tanya ratu dengan malas nya.


Mama fero itupun tak menjawab diapun segera ngeloyor pergi dari sana ,dia tak mau membuang waktu lagi, rasa penasaran nya telah sampai ke ubun-ubun dan dia harus menuntaskan dengan harus cepat mengetahui kebenaran yang sungguh ingin ia ketahui sekarang ini.


Wanita itupun dengan cepat menuju ruangan yang dikatakan oleh menantu nya itu ,diapun segera masuk tanpa mengetuk karena tak sabar dengan apa yang akan ia lihat dari reaksi putra nya bila dia menceritakan semuanya pada putra nya itu .

__ADS_1


"Mau apa lagi ,apa kamu belum lelah menggangguku ,keluar ratu aku sudah lelah berdebat dengan mu ."fero pun dengan marah menghardik orang yang masuk keruangan nya yang ia kira adalah istri nya itu.


"Ada masalah apa lagi fer hah ,mau sampai kapan kalian akan selalu bertengkar hah,kaya anak kecil saja ,apa kamu tidak ingat umur hah harus nya kalian melihat dan sadar diri, sekarang seharus nya yang kalian pikirkan adalah memberi mama cucu bukan malah selalu bertengkar dan bertengkar fer."wanita itupun dengan marah juga menghardik putra nya itu ,yang selalu emosi dan emosi tinggi itu.


Fero yang mendengar itupun segera sadar kalau yang datang bukan lah ratu tapi mama nya ,diapun memandang mama nya itu ,perasaan tak nyaman pun datang mendengar mama nya mengatakan cucu di depan nya , dan rasa ingin menyalahkan pun juga terbersit dalam pikiran nya ,seandainya mama nya tak selalu membuat Alisa tak nyaman pasti saat ini dia dan Alisa masih bersama dan hidup bahagia dengan putra mereka ,apa mungkin kami sudah memiliki anak lebih dan semua nya sangat menggemas kan .tapi itu ternyata hanyalah angan - angan nya karena kenyataan yang ada dia dan Alisa telah berakhir dan bahkan diantara mereka seperti air dan minyak yang tak mungkin bisa bersatu ,melihat kenyataan itu sungguh meradang hati fero .


"fero ,mama mau katakan sesuatu pasti kamu akan terbelalak deh ."ujar mama fero .


Fero pun memandang enggan melihat pada wanita didepan nya itu, tapi rasa penasaran pun juga terlihat dari wajah laki -laki itu .


"Apa lagi ma,kalau cuma gak penting apa lagi ngelantur mending mama keluar deh ,aku sibuk lebih baik mama jangan bercanda fero mau melanjutkan kerjaan fero agar cepet selesai ma ."ujar fero dengan muka ogah nya .


"ini soal Alisa fero"ujar mama fero lugas.


fero pun semakin penasaran dengan mama nya apa lagi tentang mantan istri nya itu.


"mang kenapa dengan Alisa ma ,diakan sudah mama pecat jadi menantu mama ,apa mama lupa ",ujar fero dengan cuek tapi ada nada yang menggambarkan penasaran nya .

__ADS_1


Mendengar itu mama nya pun tersenyum ,diapun segera menceritakan kalau


dia melihat Alisa dan putra nya dan diapun sangatlah mirip dengan fero ,dengan menggebu wanita itupun mengatakan nya ,dan dia pun bahkan bilang seandainya anak itu cucu nya alangkah bahagianya dia bisamemiliki cucu yang rupawan ,ganteng seperti putra Alisa itu .


"Tapi fer apa mungkin dulu Alisa hamil anak kamu ,dan selama ini kamu salah menuduh Alisa berselingkuh dari kamu .ujar mama fero dengan ragu dan memandang putra nya .


Fero yang dipandang pun hanya menunduk dia sadar yang salah dirinya bukan Alisa dia yang memulai bermain api dengan ratu dialah yang selingkuh dan diapun melakukan itu dengan kedok demi Alisa dan keluarga, padahal diapun tahu itu semua hanya untuk menutupi kebusukan dan kebejatan nya selama ini .dan untuk Alisa yang selingkuh dengan laki -laki lain dia sungguh marah dulu ,tapi saat melihat Rendra semua itupun terbantah kan dan bisa melihat kenyataan.bahkan Alisa tak bersama dengan selingkuhan nya sekarang dia semakin yakin kalau Alisa tak pernah selingkuh dulu karena semua mengarah kalau Alisa adalah wanita yang setia dan kenyataan nya anak yang ia kandung dan lahirlah adalah putra nya ,tak ada yang bisa membantah bukti itu ,karena orang bodoh pun akan tahu siapa ayah anak itu bila dia mengenal fero dan melihat betapa mirip dan sangat lah mirip wajah mereka .


"Fer apa dengan diam nya kamu kamu tahu kalau Alisa memang memiliki putra dengan kamu dan kali dia putra kamu berarti dia itu cucu mama ,cucu yang mama ingin kan selama ini dan kita membuang nya ,katakan fero mama tak bisa hidup dalam ketidak tahunan .mama fero pun mengatakan itu dengan setetes air mengalir di pelupuk mata nya .


Fero pun menghampiri mama nya ,diapun memeluk wanita paruh baya itu .


"iya ma ,dia putera fero dan Alisa ,putra fero yang kita tolak sebelum ia lahir ,bahka fero membuat mama nya pergi dari rumah dan bekerja karena ketidak mampuan fero ,dan saat dia pulang ingin memperbaiki semuanya fero malah mengusir Alisa dan menancapkan luka di dada nya dengan membawa ratu kerumah kita ,dan saat itu Alisa yang sedang membawa putra nya sendirian ,dan fero pun adalah suami yang bodoh dan tak bisa merasakan kehadiran putra fero sendiri di rahim Alisa ma ,dan bahkan saat mengetahui kehamilan Alisa dulu ,fero ,dan mama menganggap Alisa selingkuh dan hamil anak laki -laki lain , sekarang saat terlihat semua nya dengan ringan kita ingin mendapatkan pengakuan mereka,kalau kita keluarga nya" .Fero pun dengan terbata mengatakan semua itu rasa marah pun juga terpancar di wajah nya tapi diapun sadar itu salah nya sendiri bukan lah orang lain .


Wanita paruh baya itupun mulai bisa mencerna apa yang dikatakan oleh putra nya ,dia tak menyalahkan Fero , Fero tidak salah apa lagi dia ,tapi pikiran wanita itupun memang seorang yang pandai menyalah kan diapun segera menumpahkan kesalahan semua itu kepada menantu yang telah merusak kebahagiaan rumah tangga putra nya itu .


Seandainya wanita itu tak merusak dan tak muncul di rumah dulu ,pasti Alisa masih menjadi menantu nya dan tentu saja dia sudah bisa menggendong cucu yang sehat dan sempurna seperti yang dilihat dirumah sakit kemarin dan semua orang pun pasti akan mengelu-elukan cucu ganteng nya itu .

__ADS_1


Tapi semua itu hanya lah menjadi angan-angan nya karena saat ini yang terjadi cucu nya telah tumbuh besar dan sudah remaja tak mungkin dia menggendong nya dan parah nya lagi cucunya tak bisa mengenali nya dan memanggil nya Oma .


Wanita itupun segera keluar dari ruangan itu,diapun sangat marah ,gemas dan ingin mengeluarkan kemarahan nya ,kecewanya semua itu pada Ratu kala itu juga .


__ADS_2