Harus Kah Ku Bertahan

Harus Kah Ku Bertahan
95.Menukar batu berlian dengan batu kali biasa


__ADS_3

Lenan yang merasakan benturan itupun terkejut,sungguh dia tak menyangka dengan dirinya yang jalan pelan bisa berbenturan dengan troli orang lain,terlebih orang itu juga apa yang ia pikirkan kenapa dia jalan tak pake mata masa ada orang disini di tubruk sih.Lenan pun dengan sebal juga memandang wanita yang menubruk troli nya dengan keras itu,tapi belin sempat dia mengatakan sesuatu dia telah di sembur duluan.


"Gak punya mata ya kamu,jalan pake mata dong,dan jangan kamu kuasai nih jalan, masa jalan luas gini gak bisa buat dua troli sih."ujar wanita itu marah dan tak mau kalah padahal belum mulai start nya.


Lenan yang mendengar itu pun kaget juga kenapa nih nenek lampir nyontek pikirannya sih.tapi bukan Lenan bila dia tak bisa membalas nya.


"jalan tuh pake kaki buk,kalau mata tuh untuk melihat,coba dong kalo ibu bisa jalan pake mata gak pake kaki,pasti belanjaan ibu aku bayarkan semuanya lagian ibu nya juga yang nabrak kenapa tidak minta maaf malah mengajak ribut sih."ujar Lenan dengan sebal juga.


Mata wanita itupun hampir melompat keluar mendengar Lenan mengatakan semua itu,dia sungguh tak mengira laki -laki didepan nya itu tidak mundur dan mengalah tapi malah meladeni nya.


Wanita itupun mengamati Lenan dengan seksama,sementara Lenan melihat itu menjadi risih juga,saat itu Alisa pun sudah tidak bisa diam saja dia segera menuju ke tempat Lenan dan wanita itu.


"Maaf buk,tolong maafkan suami saya dia sedang tidak fokus tadi.ujar Alisa ingin menyudahi perdebatan itu.


Lenan mendengar itupun segera memandang Alisa dia seolah tak terima,karena dia sangat tahu wanita itu yang salah bukan diri nya,tapi diapun hanya bisa bicara dengan ekor mata nya,dan Alisa pun membalas juga dengan kedipan mata nya.sementara wanita itupun segera mengalihkan pandangan nya pada Alisa yang ada di belakang nya.


Saat pandangan Alisa dan wanita itu bertemu, kekagetan pun terlihat dari keduanya,Lenan yang melihat itu pun juga bisa membaca kalau 2 wanita di depan nya ini saling mengenal,saat itulah suara yang tidak asing terdengar disana.


"Ratu sudah belum,aku sibuk kalu kamu mau lama belanjanya lebih baik kamu pakai taksi atau nyopir sendiri saja,waktu ku terlalu berharga kalu hanya menemanimu belanja."ujar laki-laki itu yang hanya terdengar suaranya saja.

__ADS_1


Wajah Alisa semakin tak enak dilihat setelah mendengar suara itu dan Lenan pun tahu bahkan sangat tahu dan memperhatikan itu.disaat itu suara wanita itupun terdengar mesra memanggil laki -laki yang menghardik nya tadi.


"Mas Fero sini dong sayang, aku terlalu banyak berbelanja hari ini, jadi kamu mau kan bantuin aku membawa belanjaan ku,kamu kan sangat pengertian padaku berbeda dengan dulu saat bersama istri mu dulu."ujar ratu.


Mendengar itu Alisa sungguh ingin segera pergi, tapi melihat Lenan diapun berpikir dua kali,masak dia akan meninggalkan laki -laki ini.akhirnya dia pun hanya bisa membuat itu sebagai angin yang akan berlalu,sekalian dia juga penasaran apa yang akan dilakukan Fero apa dia akan membantu wanita nya kali ini,ya walau ada rasa risih juga di hatinya sih.


"Apa sih,masa belanja gituan saja minta bantuin,apa tangan kamu gak guna sehingga guru saja meminta bantuan.ujar laki -laki itu dengan sebal walau beranjak mendekati ratu.


Melihat itu Alisa pun berdebar juga,sungguh dia pun tidak suka sebenar nya bertemu dengan orang-orang ini,tapi kenapa takdir selalu mempertemukan nya.saat itulah Fero yang berjalan menuju ratu pun segera melihatku yang memang aku pun berdiri di samping ratu karena insiden tadi.


Lenan yang melihat laki -laki yang masih berjalan tapi memperhatikan calon istrinya itupun segera beranjak menuju Alisa,dia sungguh tak rela Alisa dilihat laki -laki lain,Lebak tak terima.


"Mimi Ayo kita lanjut pilih bahan makanan,bukan kah masih banyak yang belum kita beli mi,sekalian kan buat stok,biar gampang bila ingin masak apa pun dan jangan lupa kesukaan putra kita lho mi."ujar Lenan dengan mesra nya.


"ia pi, ayo kesana,Mimi memang masih banyak yang harus di beli dan Mimi juga mau memasak semua yang disukai pipi,nanti malam,apa ada yang ingin pipi makan nanti yang spesial gitu."ujar Alisa dengan manja dan begitu perhatian pada Lenan.


Lenan pun dengan cepat memegang tangan Alisa dan mengajak nya berjalan ke troli yang tadi ia tinggalkan karena Lenan tak rela bila Alisa dilihat laki -laki itu


"em....,gak mi,mami tahu,semua masakan mami selalu special buat pipi,dan pipi pun akan selalu menyukai nya dan tentu saja dengan senang dan lahap memakan nya mi."ujar Lenan dengan sayang dan kemanjaan nya.

__ADS_1


Melihat itu Fero dan ratu pun terlihat tak suka,Fero tak bisa memungkiri, hatinya masih cemburu melihat mantan istrinya itu bersama dengan laki -laki lain,dan bahkan memanggil sangatlah intim,Fero penasaran akan hubungan mereka tapi untuk tanya dia pun seakan tidak enak,tapi suara yang ia kenal itu membuat nya terbelalak.


"ha .....ha ...haa.....


Alisa mau berapa pria yang mau kamu permainkan hah,Klian bisa senang sekarang terlebih kamu suami Alisa,tapi kalu kamu tahu siapa wanita yang menjadi istri kamu pasti kamu akan menyesal telah menjadikan nya sebagi istri,harus kamu tahu Alisa itu adalah wanita pembawa sial yang selau membawa kesialan bila dekat dengan dia."ujar ratu dengan sinis nya.


Mendengar itu Alisa pun menghentikan langkah nya,Fero dan Lenan pun memandang Ratu dengan tatapan tak suka.apa lagi Lenan bahkan dia seakan ingin memakan wanita itu hidup-hidup.tapi Lenan pun melihat Alisa yang mengepalkan tangannya,diapun dengan memeluk Alisa dari belakang berusaha menenangkan nya,dan menahan wanita didepan nya itu akan mengamuk,kalu mengamuk Lenan lah yang harus menghajar wanita itu karena dia yang harus nya melindungi Alisa disini.


"Saya kira saya mendapatkan wanita yang membawa keberuntungan buat saya,bahkan diapun telah memberi saya putra yang sempurna,di dunia ini saya lah yang paling beruntung menurut saya,dan saya kira suami anda pun juga iri melihat saya bisa memiliki Alisa."ujar Lenan dengan tajam dan berwibawa.


Mendengar itu Alisa yang tadi tegang Lenan pun merasakan tubuh itu sudah kembali normal,diapun senang,dan respon kedua orang itupun terlihat jelek mendengar perkataan Lenan itu,dia yakin wanita dan laki -laki itu pun merasakan ketegangan juga.


"Semoga saja anda tidak seperti laki -laki yang terdahulu,mereka sungguh mengenaskan setelah dekat dengan Alisa." ujar ratu dengan penuh penekanan di setiap kata nya.


"Oh ya,saya kira mereka mengenaskan karena ketidakbecusan mereka mempertahankan Alisa ku,sehingga mereka menderita dan merana,sementara laki -laki yang telah memiliki nya dan melepas nya,dia pasti laki-laki yang sangatlah bodoh karena terlalu bodoh telah melepas kan batu berlian yang berharga dengan terpikat oleh batu kali biasa yang tak berguna,dan saya kira orang itu termasuk laki -laki dibelakang Andha itukan."ujar Lenan dengan tajam dan skak mat.


Mendengar itu Ratu pun tak bisa berkutik,bahkan Fero yang ia harap bisa melindunginya pun malah menunduk malu di tempat nya,kata itu memanglah telak memukul hati terdalam fero,diapun sadar itu,tapi dia sungguh tak bisa terima kenapa Alisa terlalu cepat memilih menikah padahal baru saja mereka bertemu dan belum bisa mendapatkan maaf nya.


Sementara Ratu yang iri diapun merasa tak senang melihat rifal yang ia ingin masih bersaing dengan nya merebutkan Fero telah memiliki laki -laki lain,dan laki -laki itu pun lebih menyayangi Alisa,dalam hati dia sungguh tak terima.

__ADS_1


"kenapa, kenapa semua laki -laki selau menyukai Alisa,dan mereka pun sangat sayang padanya,bahkan siap pasang badan untuk nya,Fero ,Hendra dan sekarang Alisa pun mendapatkan laki -laki baru yang melindungi dan memanjakan nya,sementara dia,dia hanya bagaikan duri dalam hidup Fero,Fero tak bisa menyayangi nya,tapi kenapa dia sangat mencintai Fero suami sirih nya itu.dia pun selalu bertanya pada diri nya, kenapa dia sangat sulit mendapatkan kebahagiaan,tapi jawaban nya satu, semua ini karena Alisa ,kenapa kamu selalu mengusik hidup ku,kenapa kamu tak menghilang menjauh dari kami."Ratu pun merutuki Alisa dalam hati nya.


Sementara itu Alisa dan Lenan pun dengan tersenyum meninggalkan mereka berdua tanpa melihat lagi.


__ADS_2