Hijrahnya Bunga Desa

Hijrahnya Bunga Desa
Flashback


__ADS_3

Setelah berpikir beberapa saat, Simba kembali menatap Mawar.


Ia kembali bersikukuh pada tekadnya "Jika kamu sudah menikah di mana suami mu, Dan kenapa kamu ingin bekerja di luar negeri?"


Pertanyaan Simba membuat reaksi Mawar seketika berubah.


Ia melangkah membelakangi Simba mengingat peristiwa empat tahun lalu, Dimana ketika Fandi meninggalkannya di malam pertama.


"Kamu tidak memiliki jawaban?" Simba dengan penuh keyakinan melangkah ke hadapan Mawar.


"Kamu tidak memiliki jawaban karena memang kamu belum menikah, Jadi sekarang kamu harus terima jika kita memang berjodoh."


"Hentikan! Kamu tidak tahu apapun tentang diriku!"


Mendengar Mawar menaikan nada bicaranya, Simba cukup tercengang. Namun membuat Simba semakin merasa penasaran apa yang membuat Mawar bersikap demikian.


"Maka dari itu beritahu Aku tentang dirimu."


"Baiklah, Sekarang dengarkan Aku baik-baik!"


Mawar mulai menceritakan perjalanan cintanya dengan Fandi yang saat itu menjadi gurunya hingga akhirnya Fandi mau menikahi dirinya yang saat itu baru lulus SMP.


Simba yang mendengar kenyataan tersebut bagaikan terambar petir di siang bolong. Simba tidak pernah menduga jika di balik penampilan Mawar yang menutup seluruh auratnya dulunya ia adalah seorang pezina. Membuat hatinya ragu akan keyakinan yang selama ini ia miliki.


"Sekarang kamu sudah tahu kan, Aku tidak sebaik penampilan ku, Aku juga tidak sebaik yang kamu pikirkan jadi berhentilah mengejar ku, Karena di luar sana masih banyak wanita yang lebih pantas bersanding dengan mu." setelah mengatakan itu, Mawar meninggalkan Simba.


Di dalam Mawar menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke belakang. Ia mendekati jendela dan mengintai dari tirai untuk melihat Simba yang masih terdiam mematung.

__ADS_1


"Hgh... Siapa Aku sampai harus mengharapkannya mengejarku." batin Mawar yang di hati kecilnya mengharapkan hal tersebut.


Melihat Simba pergi, Mawar menarik nafas dalam-dalam dan kembali masuk ke asrama. Ia membaringkan tubuhnya di ranjang dan mengingat kembali pernikahannya dengan Fandi.


#flashback


Setelah Fandi pergi dan tidak kembali lagi di malam pertama mereka, Dua hati kemudian Mawar mendatangi rumah Fandi. Namun seperti yang sudah-sudah, Orang tua Fandi mengatakan jika Fandi tidak berada di rumah.


Tidak percaya begitu saja, Mawar mencari tahu dengan bertanya kepada para tetangga sekitar rumah Fandi. Usaha Mawar pun tidak sia-sia, Karena mereka memberitahu Mawar jika Ayah Fandi membawa Fandi ke Semarang untuk mengambil alih usaha yang di geluti oleh Ayahnya.


Tidak berlama-lama, Saat itu juga Mawar menyusul Fandi ke Semarang, Ia menuju ke ciri-ciri alanat yang tetangganya berikan.


Setelah mencari kesana kemari Mawar tidak juga menemukan keberadaan lokasi dimana Fandi bekerja. Rasa lapar dan dahaga mulai membuat Mawar merasa lemas, Melihat penjual es campur tak jauh dari ia berdiri, Mawar pun bergegas menuju ke gerobak penjual. Namun tiba-tiba seseorang menabrak tubuhnya dari belakang.


"Maaf-maaf.."


Mawar yang mendengar suara yang tak asing di telinganya langsung menoleh ke belakang. Dan alangkah terkejutnya jika pria yang menabraknya adalah Fandi. Suami yang baru dua hari lalu menikahinya.


"Pak Fandi..." Fandi terlihat ragu untuk membantu Mawar yang masih terduduk di tanah akibat jatuh tertabrak dirinya. Namun akhirnya ia mengulurkan kedua tangannya untuk membantunya berdiri.


"Pak Fandiiiiiiii..." Mawar langsung menangis haru memeluk Fandi. Ia menumpahkan seluruh kesedihannya ke dada Fandi hingga membasahi wajahnya. Fandi pun membiarkan itu terjadi dan mengusap kepala Mawar sambil menenangkannya seolah tak merasa bersalah karena telah meninggalkan Mawar di malam pertamanya.


Setelah merasa cukup tenang, Mawar mengikis jarak dan mempertanyakan tindakan Fandi yang pergi dan tak kembali lagi.


Namun Fandi terlihat bingung seakan di bawah tekanan dari seseorang.


"Maafkan Aku Mawar." hanya kata itu yang Fandi ucapkan kemudian melepaskan tangan Mawar yang masih menggenggamnya.

__ADS_1


"Pak Fandi..." Mawar menahan tangan Fandi untuk tidak lagi meninggalkannya.


"Apa Pak Fandi tidak mencintai ku lagi? Apa yang membuat Pak Fandi pergi dan tak kembali lagi?"


Fandi tetap diam dan kembali melepaskan Mawar sehingga Mawar yang sejak tadi sudah merasa lemas seketika itu juga Mawar jatuh pingsan.


"Mawarrr..." teriak Fandi yang kemudian berbalik arah dan langsung membopong tubuh Mawar.


"Mawar... Bangun Mawar... Buka mata mu, Lihat Aku bersama mu." sambil terus memberinya semangat, Fandi membawa Mawar ke klinik terdekat.


Setelah selesai di periksa dan Mawar mulai sadar kembali, Mereka tidak lagi saling melepaskan tangannya.


"Jangan tinggalkan Aku lagi," ucap Mawar memohon.


"Tidak akan."


Mawar tersenyum lega mendengar jawaban singkat, Padat dan jelas yang Fandi ucapkan. Keduanya saling menatap dengan senyum bahagia, Senyum yang tidak lagi terukir di bibir keduanya setelah orang tua Fandi tak merestui hubungan mereka berdua.


"Malam ini Aku ingin bersama mu." bisik Fandi yang kemudian menci'um kening Mawar yang masih terbaring lemah.


Dengan rasa bahagia tak terkira, Mawar menganggukkan kepalanya, Tubuh yang semula terasa lemas seolah kembali bertenaga dan tak sabar menikmati malam bersama sang pujaan hati.


"Kamu tidak papa?" tanya Fandi yang melihat Mawar kembali duduk penuh semangat.


"Kamu kelemahan dan juga semangat ku, Jika kamu sudah di sampingku bagaimana mungkin sesuatu terjadi kepada ku?"


"Kamu baru menikah dua hari tapi ucapan mu sudah seperti orang dewasa," ucap Fandi sembari mencubit hidung Mawar dengan gemas.

__ADS_1


Mawar hanya tertawa memegangi hidungnya. Ia menatap Fandi yang terlihat sama seperti saat mereka pacaran di rumah yang Fandi sewa saat menjadi guru.


Bersambung...


__ADS_2