
Mawar semakin merasa gugup melihat Simba yang tak berkedip seakan ingin menerkamnya. Karena hal itu juga Mawar berjalan mundur ketika Simba terus melangkah maju hingga tubuhnya menabrak dinding.
"Hah!" Mawar menoleh ke dinding tinggi yang menghalangi langkahnya untuk menghindar dari Simba.
Dengan tatapan tajam Simba mengurung Mawar dengan kedua tangannya. Membuatnya tidak bisa berkutik seperti terpaku di dinding.
Mawar melindungi dadanya dengan kedua tangannya yang mengepal seraya memalingkan muka dan memejamkan matanya.
Melihat Mawar yang begitu tegang, Simba tertawa lepas dan menurunkan kedua tangannya.
"Apa kamu merasa takut?"
"Hah!?" Mawar membuka matanya dan melihat betapa manisnya senyum sang suami.
"Jangan takut Ana, Aku hanya bercanda, Pergilah."
"Pergi?"
"Iya, Bukankah kamu bilang kita harus melaksanakan shalat dua rakaat, Apa kamu tidak akan wudhu terlebih dahulu?"
"Oh... Iya-iya, Kalau begitu... Aku ke kamar mandi dulu."
Simba kembali menggoda Mawar dengan enghakangi jalannya sebelum akhirnya membiarkan sang istri masuk ke kamar mandi.
Jebrettt...
Di dalam kamar mandi Mawar menyadarkan tubuhnya di balik pintu, Ia memegang dadanya yang berdebar dengan begitu kencangnya. Ada perasaan bahagia ketika membayangkan tingkah jahil Simba kepadanya. Senyum pun tanpa ia sadari terukir di bibirnya.
"Ada apa dengan ku," ucap Mawar yang menepuk keningnya sendiri sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya.
Sekitar lima belas menit, Mawar membuka pintu kamar mandi dan sedikit kaget melihat Simba yang sedang mondar-mandir di depan pintu. Sementara Simba yang mendengar pintu terbuka langsung terpana melihat Mawar yang kini terlihat semakin segar seperti bunga yang baru di sirami.
Mawar kembali canggung dan mengelap tetesan air yang masih tersisa di wajah serta lehernya. Kemudian ia melangkah melewati Simba dan mengambil alat sholatnya.
"Apa kamu mau berdiri saja dan menatap ku seperti itu?" tanya Mawar tanpa berani menatapnya.
__ADS_1
"Oh ya, Tunggu sebentar." Simba bergegas masuk ke kamar mandi.
Membuat Mawar bisa bernafas lega untuk sesaat.
•••
Beralih ke kamar lain, Zayn sedang menggosang istri yang mulai terlelap tidur, Ia terus mengganggunya agar mendengarkan apa yang terlintas dalam pikirannya saat ini.
"Maaasss..." dengan mata terpejam Faza menyikut tangan Zayn yang terus menelusuri tubuhnya dengan jemarinya.
"Aku belum ngantuk, Masa kamu mau tidur." rengek Zayn seperti anak kecil.
"Eumm... Sayang, Menurut mu Zaidan langsung melakukannya dengan ganas atau dia mau melaksanakan shalat Sunnah terlebih dahulu seperti yang kita ajarkan?" tanya Zayn lagi.
Mendengar itu, Faza jadi membuka mata dan duduk menatap Zayn yang memang masih duduk santai bersandar di sandaran ranjang.
"Jadi Mas tidak tidur memikirkan hal itu?"
Zayn mengangguk-anggukkan kepalanya.
Zayn terdiam dan menatap Faza yang memunggunginya. Entah apa yang ia pikirkan, Zayn tersenyum dan masuk kedalam selimut memeluk tubuh Faza dari belakang.
Sementara Simba dan Mawar telah selesai melaksanakan shalat Sunnah. Mawar mencium tangan Simba untuk kedua kalinya setelah yang pertama ia menci'umnya setelah ijab qobul. Begitupun dengan Simba yang untuk kedua kalinya mengecup kening Mawar. Namun kali ini berbeda karena kali ini Simba dapat menatap wajah cantik Mawar dari jarak yang sangat dekat.
Kali ini Mawar pun tak menurunkan pandangannya.
Ia menatap wajah sang suami seakan mengamati setiap indera di wajahnya. Hidungnya yang mancung, Alis yang tebal, Cambang yang rapi serta bibir nya yang... "Ahhh apa yang ku pikirkan?" Mawar menurunkan pandangannya ketika pikirannya mulai kemana-mana.
"Ada apa, Kenapa berhenti menatap ku?" goda Simba.
"A-aku..."
Tidak menunggu Mawar menyelesaikan jawabannya. Simba bangkit dan membopong tubuh Mawar dari atas sajadah. Ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan membuka mukena yang masih di kenakan oleh Mawar. Setelah itu Simba menci'um pipi Mawar dengan sangat lembut.
Mawar memejamkan mata seakan menikmati sentuhan Simba untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Melihat Mawar diam saja, Simba beralih ke pipi sebelah kirinya, Setelah itu naik ke kening, Hidung dan...
Simba menghentikan aksinya ketika kedua bibir itu hampir menyatu.
Simba menatap wajah Mawar sejenak sebelum akhirnya benar-benar menyatukan bibir mereka.
Tidak bisa menahan gair*h lagi dengan ganasnya Simba melu*at bibir Mawar dengan gerakan mendorong. Membuat tubuh sang istri berbaring di atas ranjang empuknya.
Cukup lama Simba melakukan itu sebelum menurunkan sapuan lidah nya ke leher Mawar. Simba mengangkat tengkuk lehernya untuk lebih leluasa menghirup aroma leher serta bahunya yang begitu harum semerbak bak bunga. Membuat gair*h nya semakin memuncak. Terbukti dengan tidak bisa diamnya kedua tangan yang menelusuri setiap inci tubuhnya sesuai nalurinya.
"Aghhhhh..." desa*han kecil pun terlepas dari bibir Mawar, Ia tidak dapat menahan gelora yang membara dengan sendirinya. Sentuhan-sentuhan yang Simba berikan tidak bisa ia pungkiri kenikmatannya.
Melihat Mawar yang sudah mulai menikmati permainannya Simba tersenyum dan semakin bersemangat mengajak Mawar untuk mendaki puncak kenik*matan bersama-sama.
Setelah mencapai puncak kenik*matan untuk pertama kalinya, Simba mengubah posisinya. Menjadikan Mawar di atas tubuhnya.
Dengan pengalaman yang di miliki serta gair*ah yang sudah menguasai, Mawar menci'umi wajah Simba.
Semakin lama semakin turun hingga berakhir di bawah sana.
Namun meskipun begitu Mawar tidak lupa jika harus menutupi tubuh polosnya dengan selimut sesuai yang sudah ia pelajari dari perjalanan Hijrahnya.
Tidak mengurangi kenik*matan, Simba menatap Mawar yang kini memegang kendali di atasnya, Tubuh indahnya dapat ia lihat jelas bergerak sesuai irama yang ia henta*kan.
Semakin lama semakin panas hingga terasa di ujung sana seperti ingin memuntahkan sesuatu. Membuat kedua tangan kekarnya mencengkeram kuat bongkahan indah Mawar yang juga mencengkeram kuat dari dalam sana.
"Anaaaa... Ahhhh..."
Mawar menggigit bibir bawahnya dan menggelengkan kepalanya sebelum akhirnya ia menjatuhkan diri ke pelukan Simba.
Kini tubuh mereka menyatu dengan keringat yang bercucuran.
Mereka menunggu hingga nafas kembali normal sebelum akhirnya mereka bangkit untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu sebelum terlelap tidur sambil berpelukan.
Bersambung...
__ADS_1
📌 Jangan Bilang kurang Hot yah, Cerita di sesuaikan judul. Ntar kalau terlalu Hot ada keritikan seperti Zayn dan Faza di bersaing Cinta Dengan Ustadz 😅