
Zayn dan Faza begitu terkejut mendengar apa yang Simba katakan. Bahkan mereka sebagai orang tua Simba tak pernah terpikir untuk mencari istri untuk Simba demi memenuhi keinginan mereka memiliki cucu. Tapi Mawar tanpa diskusi dengan suami maupun mertuanya mencarikan seorang istri untuk Simba.
"Mungkin niat Ana baik," ucap Faza mencairkan ketegangan.
"Aku tahu mungkin niatnya baik, Tapi tidak seharusnya dia langsung meminta Nurul untuk jadi istrinya Simba, Bagaimana pendapat Ustadz Adnan dan Saki jika mengetahui putrinya di minta untuk jadi istri kedua, Besanan dengan kita lagi." saut Zayn.
"Memangnya kenapa kalau besanan dengan kita?"
"Kamu masih bertanya kenapa? Kalian hampir menikah, Aku hampir patah hati karena itu. Bagaimana jika kita jadi besan. Aku tidak ingin ada rasa yang tumbuh kembali di hati kalian."
"Tidak dengan hati ku."
"Ya katakanlah kamu tidak, Lalu bagaimana dengan Ustadz Adnan?"
"Ustadz Adnan tidak seperti itu."
"Ya Aku tahu, Tapi Ustadz Adnan juga manusia biasa, Dia bisa saja hilaf kan?"
Sambil menundukkan kepalanya, Simba memegang kedua telinganya mendengar kedua orang tuanya malah memperdebatkan masa lalunya. Membuat Faza yang melihat hal tersebut menepuk pundak Zayn untuk menghentikan perdebatannya.
__ADS_1
Setelah perdebatan antara Zayn dan Faza berakhir, Faza pun mendekati Simba dan memintanya tenang.
"Biar Mama yang bicara dengan Ana," ucap Faza yang kemudian pergi ke kamar Mawar. Sementara Zayn bangkit mendekati Simba dan merangkulnya.
Sama halnya Zayn dan Faza, Adnan dan Sakinah juga sangat terkejut mendengar apa yang Nurul katakan.
"Tapi Nurul sudah setuju Abi..." rengek Nurul.
"Kamu setuju tanpa bertanya terlebih dahulu pada Abi dan Umma?"
"Nurul tidak punya pilihan lain, Karena jika Nurul tidak mau, Ana akan mencari wanita lain untuk di nikahkan dengan Simba."
"Justru dengan Nurul menjadi istri Simba, Ana tidak akan merasa sakit hati, Nurul kan gak cinta sama Simba."
"Tidak ada seorang wanita pun yang tidak sakit hati jika suaminya bersama wanita lain meskipun tidak berdasarkan cinta." saut Sakinah.
"Ya, Mungkin sekarang kalian tidak saling mencintai, Tapi seiring berjalannya waktu, Siapa yang bisa menjamin? Dulu Abi juga tidak cinta sama Umma, Kakek dan Nenek mu juga tidak saling cinta, Tapi seiring berjalannya waktu mereka saling mencintai, Jadi tidak menutup kemungkinan yang sama untuk kalian jika tetap di teruskan." lanjut Sakinah.
"Lalu Aku harus bagaimana Abi... Umma..."
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Nurul, Adnan mengambil kertas dan pulpen untuk menuliskan sesuatu di sana. Setelah itu ia berikan kepada Nurul.
Nurul pun langsung membuka kertas tersebut dan melihat Abi-Nya menuliskan Doa Nabi Zakariya yang bisa dipanjatkan oleh pasangan suami istri yang ingin diberkahi kehamilan,
(Rabbi habli min ladunka dzurriyatan thayyiban innaka sami'ud du'a)
Artinya:
"Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."
"Berikan itu untuk Ana, Dulu ketika Kakek dan Nenek mu belum memiliki Abi, Mereka rutin membaca doa tersebut sebagai dzikir harian."
"Jadi Nurul gak boleh nikah dengan Simba nih?"
Adnan menghelai nafas panjang.
Setelah terdiam beberapa saat, Adnan pun memberikan jawabannya.
"Jika Ana telah mengamalkan itu dan masih belum berhasil, Abi akan merestui pernikahan ini jika memang Zayn dan Faza tidak merasa keberatan jika berbesan dengan Abi."
__ADS_1
Bersambung...