
Sepanjang Pendakwah memberikan tausiyah, Simba tidak dapat duduk tenang, Ia menegakkan punggung untuk mengintai jamaah wanita yang duduk di sebelah kiri Aula, Tidak menemukan pemilik mata yang begitu melekat dalam ingatan, Simba sedikit menyingkap Tirai yang di jadikan pembatas antara laki-laki dan perempuan.
Namun kebanyakan jamaah mengenakan cadar sehingga Simba tidak menemukan Mawar.
Simba kaget ketika pundaknya di tepuk dari belakang.
Ia melepaskan tirai tersebut dan menoleh ke belakang.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Zayn berbisik.
"Oh... A-aku... Aku sedang mencarikan calon istri untuk Anak dari suaminya Mama Ku."
Zayn berpikir keras dengan jawaban Simba. Membuat Simba yang melihatnya tertawa mengejek Ayahnya. "Sepertinya Papa sudah mulai tua sehingga tidak dapat memecahkan jawaban ku."
"Hsstttt... Zaidan..." Adnan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri. Meminta Simba untuk tidak berisik karena suaranya terdengar ke jamaah lainnya.
Simba menganggukkan kepalanya dan menahan tawanya melihat Ayahnya yang menggaruk-garuk kepalanya.
Setelah lebih dari satu jam, Akhirnya Pendakwah membacakan Doa penutup untuk mengakhiri tausiyah nya.
Tidak mau kehilangan kesempatan, Simba mendahului jamaah lain keluar dari Aula, Ia berdiri di parkiran menunggu Nurul dan lainnya kembali ke mobil.
"Entah kenapa hatiku mengatakan jika wanita yang bersama Nurul adalah Ana." batin Simba yang celingak-celinguk mencari mereka yang belum juga keluar dari Aula.
__ADS_1
"Ahh malah Papa duluan lagi." gumam Simba yang melihat Zayn melangkah ke arahnya.
"Hey Bro... Masih belum ketemu juga?" tanya Zayn yang ikut berdiri di samping Simba menyandarkan sikunya di mobil melihat jamaah yang keluar dari Aula.
Tidak menghiraukan perkataan Ayahnya Simba terus mencari Nurul yang belum juga terlihat. Padahal terlihat Sakinah bersama Ustadz Adnan sudah keluar.
"Ayo..." ucap Faza yang baru sampai parkiran.
"Tunngu, Kenapa Mama keluar sendiri-sendiri, Dimana Nurul dan temannya?"
"Lah kamu kenapa keluar sendiri tidak menunggu Papa?" timpal Zayn.
Faza tersenyum dan mengatakan jika Nurul dan temannya masih bertegur sapa dengan teman lainnya yang juga turut menghadiri majlis.
"Makanya kami keluar sendiri-sendiri." jelas Faza.
"Hey Simba, Apa kamu sedang memilih calon ibu untuk anak-anak mu?" ledek Sakinah yang sejak tadi memperhatikan Simba dari kejauhan.
"Tante tau aja." ujar Simba tanpa menatap Sakinah yang kini sudah berdiri di depannya.
"Simba-simba... Di suruh sama Nurul gak mau, Padahal sekarang Nurul dah mau tuh pake gamis, Pake cadar juga."
Mendengar celoteh sang istri, Adnan hanya menggelengkan kepalanya dan masuk terlebih dahulu ke mobil.
__ADS_1
"Dia memang sudah pake gamis Tante, Tapi gamisnya tidak menutupi pembawaannya yang seperti laki-laki." jawab Simba yang terus berharap menemukan Mawar di tengah keramaian orang.
"Dasar kamu tuh, Sama aja kaya Papanya."
Setelah mengatakan itu, Sakinah masuk kedalam mobil. Sementara Zayn yang sudah menunggu sejak tadi, Membunyikan klakson sambil memanggil Simba yang belum mau masuk juga.
"Ning Faza cepat panggil putra mu."
Tidak membantah perintah suaminya, Faza membuka kaca jendela mobil dan memanggil Simba untuk segera masuk.
Karena tidak juga melihat Mawar setelah suasana sepi, Akhirnya dengan berat hati Simba berbalik badan dan membuka pintu mobilnya. Namun belum sempat ia masuk, Jantungnya kembali berdebar kencang seakan merasakan kehadiran Mawar.
Simba pun kembali menoleh kebelakang dan melihat Nurul dan juga Mawar melangkah mendekati mobilnya.
Semakin lama semakin dekat, Simba terus memperhatikan langkah kaki mereka, Meskipun sama-sama mengenakan cadar, Namun Simba dapat membedakan langkah Nurul yang seperti laki-laki. Beda dengan langkah teman Nurul yang anggun dan lembut membuat Simba yakin dia adalah Ana. Terlebih saat mereka sampai di depan Simba, Mawar yang seperti terkejut menghentikan langkahnya, Membuat Simba dapat melihat mata Mawar dengan jelas.
"Ana?"
Mendengar Simba menyebut nama Ana, Nurul yang sudah membuka pintu mobilnya menutupnya kembali.
"Hey... Bagaimana kamu tau jika dia adalah Ana?" tanya Nurul mendekati Simba.
"Karena cinta akan menemukan Tuan nya." jawab Simba dengan tatapan mata yang tak berkedip.
__ADS_1
Nurul yang bingung dengan jawaban Simba, Menatap Mawar yang menundukkan kepalanya.
Bersambung...