Hijrahnya Bunga Desa

Hijrahnya Bunga Desa
Flashback 2


__ADS_3

Seperti yang Fandi katakan sebelumnya, Fandi mengajak Mawar ke sebuah hotel. Menghabiskan malam penuh gair'ah seperti mengganti malam pertama yang tertunda. Mawar yang tengah di mabuk cinta menikmati setiap sentuhan yang Fandi berikan melupakan semua kesalahan Fandi dan hinaan dari kedua orang tuanya.


"Aghhhhh...." lenguhan panjang untuk yang ketiga kalinya di selingi dengan istirahat akhirnya Fandi mengakhiri malam panjangnya. Ia menjatuhkan diri di atas tubuh Mawar yang juga tengah menikmati sisa-sisa percintaan mereka.


"Aku mencintaimu Pak, Jangan pernah tinggalkan Aku lagi."


Mendengar itu Fandi mengangkat kepalanya dan mengecup kening Mawar setelah itu Fandi memejamkan mata di sebelah Mawar tanpa menjawab sepatah katapun.


Setelah malam itu, Fandi dan Mawar menjalani rumah tangga mereka seperti orang pacaran sembunyi-sembunyi demi menghindari orang tua Fandi yang memang menjadi penyebab Fandi meninggalkan Mawar di malam pertamanya.


Kala itu setelah Fandi meminta izin membeli peralatan mandinya Fandi kembali ke rumah. Menyelinap masuk secara diam-diam untuk mengambil beberapa pakaiannya. Namun saat ia keluar tak sengaja menabrak meja hingga memecahkan vas bunga yang berada di atas meja tersebut.


Mendengar suara itu, Kedua orang tua Fandi keluar dan memergoki putranya yang ingin kabur dari rumahnya. Perdebatan antara Fandi dan Ayahnya pun terjadi hingga sang ibu jatuh pingsan akibat sesak nafas.


"Mama..." teriak Fandi yang langsung menangkap tubuh ibunya yang hampir terjatuh.

__ADS_1


"Jangan pergi nak..." ucapnya memohon.


"Kamu lihat akibat dari perbuatan mu, Apa kamu ingin mama mu tiada?!"


Fandi menggelengkan kepalanya. Biar bagaimanapun ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya hingga ia menjadi seperti sekarang. Karena memikirkan hal itu juga, Akhirnya Fandi meletakkan kembali tas nya dan menemani ibunya ke klinik terdekat.


Setelah ibunya membaik, Fandi langsung di ajak Ayahnya ke Semarang dengan alasan bekerja. Namun tujuan utama sang Ayah adalah menjauhkan Fandi dari Mawar.


Dua hari berlalu akhirnya Mawar dan Fandi bertemu dan merajut kembali cinta. Jarak jauh yang memisahkan keduanya pun tidak menjadi halangan untuk keduanya terus menjalin komunikasi menjaga cinta mereka yang tidak di restui. Jika rindu di hati keduanya tidak lagi dapat mereka tahan, Maka mereka akan menghabiskan malam di sebuah hotel yang berbeda-beda demi menghindari kecurigaan Ayahnya. Namun itu tidak berlangsung lama, Karena menginjak satu bulan pernikahan, Hubungan mereka di ketahui oleh Ayah Fandi yang sudah memperhatikan gerak-gerik Fandi di beberapa hari terakhir.


Gugatan itu pun langsung di tolak pengadilan karena usia pernikahan yang masih begitu dini, Terlebih Mawar memberikan pembelaan jika selama menikah belum pernah tinggal bersama.


Tidak terima dengan keputusan pengadilan yang meminta keduanya membina rumah tangga dalam satu atap, Orang tua Fandi mendatangi orang pintar untuk memisahkan keduanya dan kembali mengajukan gugatan. Kali ini usahanya pun tidak sia-sia karena pengadilan akhirnya memberi keputusan jika keduanya resmi bercerai di usia pernikahan yang baru tiga bulan.


Setelah resmi bercerai, Cinta keduanya tidak layu begitu saja, Mereka masih suka mencuri-curi waktu untuk bertemu bahkan tak segan untuk melakukan hubungan suami istri. Perbuatan haram keduanya pun berlangsung beberapa bulan hingga akhirnya Mawar merasa jenuh dengan hubungan haram tanpa ikatan.

__ADS_1


"Sampai kapan?" tanya Mawar dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maksud mu?"


"Sampai kapan kita melakukan dosa ini?"


"Mawar ada apa dengan mu, Bukankah kita sudah cukup bahagia?"


"Pak Fandi, Aku tidak ingin lagi sembunyi-sembunyi, Aku ingin hubungan kita memiliki nama, Aku ingin semua orang tahu jika Aku sudah memiliki pendamping agar tidak ada lagi yang mengganggu ku."


"Mawar kamu tau orang tua ku, Aku tidak mungkin melawan mereka, Tapi Aku juga tidak bisa kehilangan mu, Mengertilah posisi ku."


"Pak Fandi juga harus mengerti posisi ku, Aku seorang wanita, Aku juga masih sekolah, Bagaimana jika Aku hamil?"


"Mawar..." Fandi menggelengkan kepalanya tak tahu apa yang harus ia putuskan. Melihat Fandi yang tetap pada pendiriannya, Tidak dapat memilih dirinya maupun orang tuanya, Akhirnya Mawar pergi dan memutuskan ikatan cinta mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2