Hijrahnya Bunga Desa

Hijrahnya Bunga Desa
Keguguran


__ADS_3

Selama masa ngidam, Simba dan keluarganya begitu memanjakan Mawar. Tidak mengenal waktu siang maupun malam mereka akan menuruti apapun Keinginannya, Seperti saat ini di jam yang sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Mawar terbangun dan merasa ingin sekali meminum es buah. Tidak mau membangunkan sang suami yang baru tidur beberapa menit karena memijit kakinya, Mawar pun secara perlahan turun dari ranjang dan keluar dari kamar.


Ia berniat ke dapur untuk meracik es buah seperti yang ada dalam bayangannya. Karena terlalu bersemangat ia tidak ingat jika ada lift untuk mempercepat langkahnya dan justru memilih tangga yang sudah minim pencahayaan.


Satu persatu Mawar menuruni anak tangga. Namun belum juga ia melewati setengah anak tangga kakinya melewatkan satu anak tangga sehingga membuatnya tergelincir.


"Aaaaaaaaa...." jeritan Mawar yang menggema, Membuat semua orang terbangun dari tidurnya.


Simba yang tidak mendapati Mawar di sisinya langsung melompat dari tempat tidurnya dan berlari ke luar. Begitupun dengan Zayn dan Faza yang membuat ketiganya berkumpul di pagar pembatas lantai dua, Dimana mereka melihat Mawar yang sudah terkapar di lantai bawah.


"Anaaaa...." teriak Simba yang langsung berlari ke bawah.


Di ikuti oleh Zayn dan juga Faza. Kemudian para pekerja yang satu persatu muncul melihat apa yang terjadi.


Simba yang sudah sampai di bawah langsung mengangkat kepala Mawar dan meletakkan di pangkuannya. Kemudian menepuk-nepuk wajah Mawar agar tersadar dari pingsannya. Namun yang terjadia justru sebaliknya. Simba di buat terkejut saat Zayn memberitahu jika ada darah di antara kedua kaki Mawar.


Simba pun termangu melihat hal tersebut, Membayangkan kemungkinan buruk yang terjadi pada Mawar dan juga bayi yang ada di kandungan sang istri.


"Ana... Anaaaa... Bangun... Kamu dan bayi kita harus selamaaaatttt..." teriak Simba.


"Zaidan, Sabarlah nak..."


"Apa yang kalian tunggu! Cepat siapkan mobil, Kita harus segera membawanya ke rumah sakit." tegas Zayn.

__ADS_1


Kemudian Zayn meminta Simba berdiri dan membopong tubuh Mawar ke mobil. Setelah itu menginstruksikan supirnya untuk secepatnya sampai di rumah sakit.


Jalanan yang sepi membuat mobil melaju cepat tanpa hambatan. Hingga tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Simba segera turun dari mobil dan berlari tergopoh-gopoh meminta pertolongan.


Dengan sigap, Para perawat berlari membawa brankar dan memindahkan tubuh Mawar ke brankar tersebut. Kemudian mereka berlari membawa Mawar menuju ruang operasi.


"Silahkan tunggu di sini," ucap Dokter yang akan menangani.


Zayn langsung merangkul putranya dan menepuk-nepuk pipinya untuk menguatkan Simba yang terlihat begitu sedih.


"Kamu Simba, Singa nya Papa, Tidak boleh menangis," ucap Zayn yang kemudian memeluknya. Namun Simba tetap tidak bisa menahan air matanya untuk tidak jatuh dari matanya. Ia menyalahkan diri sendiri karena tidak tahu sang istri bangun, Padahal dia ada di sampingnya.


"Ini bukan salah mu Zaidan..." Faza mengusap punggung Simba dan langsung di balas pelukan olehnya.


"Dokter sedang menangani, Jangan khawatir."


"Tapi darahnya begitu banyak Ma, Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Ana dan juga bayiku?"


Baru saja Simba mengatakan itu, Pintu pin terbuka.


Simba langsung melepaskan pelukannya dan menghampiri Dokter. Begitupun dengan Zayn dan Faza yang tidak kalah khawatirnya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter?"


"Dengan berat hati saya sampaikan jika bayi yang ada dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan."


"Innalilahi wa innailaihi roji'un..." lirih mereka bebarengan.


Simba tak bisa lagi menahan air mata yang mengalir deras. Baru saja tiga bulan ia menikmati masa-masa kehamilan sang istri kini harus menerima kenyataan jika mereka telah kehilangan bayinya.


Tak lama kemudian Faraz dan keluarga lain datang dan Zayn langsung menjelaskan apa yang terjadi pada Mawar. Dengan tenang Faraz dan Alia menenangkan cucunya untuk tidak bersedih.


"Dulu Oma Alia juga pernah keguguran, Tapi Allah menggantinya dengan dua anak kembar ya itu Papa mu dan juga Om Zayd, Jadi kamu jangan khawatir, Kamu dan Ana masih muda kalian masih bisa memiliki sepuluh anak," ucap Faraz memberi semangat. Namun ucapan itu langsung di patahkan oleh Dokter.


"Maaf tapi jangan terlalu membebani Pasien dengan harapan besar seperti yang Bapak katakan barusan."


"Maksud Dokter apa Dok?" tanya Zayn.


"Begini Pak, Dilatasi dan kuretase adalah prosedur untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim wanita. Kami berusaha membersihkan lapisan rahim setelah pasien mengalami keguguran, Saat hal ini dilakukan mungkin saja terjadi komplikasi meskipun hal itu terbilang jarang."


"Katakan dengan jelas Dok!" triak Simba.


"Sabar Zaidan," ucap Faza menenangkan.


"E-Begini Pak, Komplikasi yang terjadi bisa berakibat pada kerusakan leher rahim dan pembentukan jaringan parut di dinding rahim. Kedua hal ini mampu menyebabkan pasien lebih sulit hamil kembali."

__ADS_1


Bak tersambar petir di siang hari, Seluruh keluarga tercengang mendengar apa yang Dokter katakan.


Bersambung...


__ADS_2