Hijrahnya Bunga Desa

Hijrahnya Bunga Desa
Surprise


__ADS_3

Sesampainya di rumah Simba tidak hentinya tersenyum menatap Mawar. Membuat Mawar tersipu malu dan menepis wajah Simba.


"Jangan mebatap ku seperti itu," ucapnya menunduk.


"Kenapa? Aku sedang menatap istri yang begitu mencintai ku." Simba menopang dagunya dengan kedua tangannya dan terus menatap sang istri dari jarak yang sangat dekat.


"Kapan Aku mengatakannya?"


"Kamu bilang bersyukur memiliki suami seperti ku lebih dari sekedar cinta."


"Itu hanya untuk membungkam mulutnya." ujar Mawar memasang wajah cemberut.


"Jadi kamu tidak mencintai ku?"


"Kamu sudah sering kali menanyakan ini."


"Dan kamu selalu menjawab dengan jawaban yang samar."


Mawar terdiam menatap wajah Simba yang terlihat sedih. Terlebih Kemudin Simba bangkit dan turun dari tempat tidur


"Mas Zaidan..."


Simba hanya menoleh tanpa menjawab.


"Aku punya sesuatu untuk mu."


"Apa?" jawabnya dingin.


"Tunggu." Mawar menuju lemari pakaiannya dan memberikan kotak hadiah kecil untuk Simba.


"Selamat ulang tahun."


"Ulang tahun? Ulang tahun ku masih beberapa jam lagi." seperti anak kecil Simba masih memasang wajah cemberutnya.


"Kenapa tidak, Aku ingin jadi orang yang pertama mengucapkannya."


"Baiklah. Terimakasih." Simba mengambil kotak hadiah itu dan meletakkannya di meja tanpa membukanya.


Mawar yang melihatnya merasa kecewa, Namun Sebelum ia mengungkapkan rasa kecewanya. Simba telah masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Begitu lama Simba di kamar mandi hingga membuat Mawar bosan menunggunya.


"Apa susahnya mengucapkan cinta." gumam Simba yang hanya berdiri di depan cermin kamar mandi.


"Dia membuat ku terbang di depan mantan suaminya. Kemudian sampai di rumah dia menjatuhkan ku." Simba terus bicara sendiri hingga menyadari jika jam dinding telah menunjukkan pukul dua belas malam lebih.


"Oh ya ampun, Aku terlalu lama berdiam diri di sini." ujar Simba yang bergegas keluar kamar mandi. Ia menjadi begitu terkejut melihat kamar yang telah di hias menjadi begitu sangat romantis.


"Barakallah Fi Umrik," ucap Mawar yang langsung memeluk Simba dari belakang.


"Ana... Ini...?" Simba melepaskan kedua tangan Mawar dan memutar tubuhnya sehingga berhadapan dengan Mawar.


"Kamu yang menyiapkan ini sendiri?"


"Tentu saja, Aku harus membuat mu marah agar kamu meninggalkan kamar dan menyiapkan ini semua."


"Apa? Jadi kamu sengaja membuat ku marah?"


Mawar mengangguk-anggukkan kepalanya dengan senyum di bibirnya.


"Jadi ini artinya...? E... Tunggu..." Simba langsung berlari mengambil kotak hadiah yang Mawar berikan kemudian membukanya. Dan alangkah terkejutnya Simba saat ia melihat benda kecil dengan dua garis merah di dalam kotak itu.


"Ana... Ini?"


Simba tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya di usianya yang menginjak 20th ia akan menjadi seorang Ayah.


Melihat suami yang begitu bahagia, Mawar kembali memeluknya.


"Kamu bahagia?"


"Sangat... Eumuach..." Simba langsung mengecup kening Mawar dan memeluknya dengan erat.


"Terimakasih Sayang telah memberiku hadiah yang luar biasa, Aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu."


Mendengar itu Simba langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah Mawar. Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Tadi kamu bilang apa?"

__ADS_1


"Bilang apa?"


"Katakan lagi Ana..."


"Yang mana?" Mawar menahan tawanya pura-pura tidak tahu apa yang Simba maksud.


"Ana please sekali saja."


Dengan senyum termanisnya Mawar mendekati Simba dan menci'um pipinya. "Aku mencintaimu, Terimakasih telah menjadikan ku istri mu."


Kebahagiaan Simba semakin berlipat, Ia tidak pernah menduga jika Mawar akan memberi kejutan dan hadiah yang luar biasa di hari ulang tahunnya.


Kini keduanya saling memandang dengan senyum bahagia di bibirnya. Semakin lama semakin dekat hingga menyisakan beberapa centi bibir mereka menyatu. Mereka di kagetkan oleh bunyi terompet di luar kamarnya.


"Happy Birthday Zaidan..." seluruh keluarga besar memberi ucapan begitu Simba membuka pintu kamar dengan menembakkan Party Popper ke arahnya.


Satu persatu memeluknya hingga suasana menjadi begitu hangat.


"Singa ku," ucap Zayn memeluk Simba dengan bangga.


"Terimakasih Papa, Tapi Aku juga ada hadiah untuk kalian semua."


"Benarkah, Apa kamu mau memberi Papa cucu?"


"Yah... Kenapa Papa gak asyik banget sih jadi orang." Simba merasa kesal karena kejutannya gagal.


"Hah! Benarkah tebakan Papa?" timpal Faza.


Simba hanya cemberut, Tak mau menjawab pertanyaan Mama nya.


"Ana, Apa yang tebakan Papa benar."


"Alhamdulillah Ma..."


"Alhamdulillah... Cicit pertama Opa Faraz sudah kelihatan hilalnya." ujar Ziyan menadahkan kedua tangannya.


"Cicit?" tanya Faraz yang masih termangu seakan tak percaya.


"Papa mertua tidak salah dengar, Papa mertua akan memiliki cicit, Itu artinya Papa mertua semakin bertambah tua." ledek Bryan menahan tawanya.

__ADS_1


Faraz menatap Alia dan mengingat bagaimana saat ia membutuhkan waktu lama untuk mencintainya. Tapi hari ini ia akan memiliki cicit.


Bersambung...


__ADS_2