
Simba masih mengingat-ingat siapa itu Fandi, Setelah beberapa menit mengingat akhirnya Simba mengingat jika Nurul pernah mengatakan jika mantan suami Mawar bernama Fandi yang juga gurunya saat Mawar SMP.
"Apa ini Pak Fandi mantan suami mu?" tanya Simba memastikan.
Dengan sangat pelan, Mawar menganggukkan kepalanya.
"Maafkan Aku Simba..."
Simba menarik nafas dalam-dalam, Hatinya terasa begitu perih menerima kenyataan calon istrinya masih berhubungan dengan mantan suaminya di hari pernikahan mereka.
"Kamu masih mencintainya?"
Mawar hanya diam seolah masih merasa ragu dengan perasaannya.
"Jika Aku harus bersaing dengan orang yang mencintaimu maka Aku akan terus berusaha menenangkan hatimu, Tapi jika Aku harus bersaing dengan orang yang kamu cintai, Maka Aku tidak bisa memaksa mu, Tentukan pilihan mu sekarang, Karena Aku tidak ingin ada penyesalan jika kamu terpaksa menikah dengan ku." setelah mengatakan itu, Simba keluar menahan sebak di dadanya.
Faza yang dari tadi menunggu di luar bergegas menghampiri putranya yang keluar seorang diri.
"Zaidan... Dimana Ana, Apa dia belum siap?"
"Kita tunggu di bawah Ma..." tanpa menjawab pertanyaan Mamanya Simba turun ke bawah. Ia kembali duduk di hadapan penghulu mempertaruhkan harga dirinya di dapan keluarga dan seluruh tamu yang hadir.
__ADS_1
"Entah apa yang akan Ana putuskan nanti, Apakah ia akan pergi meninggalkan ku dan pergi dengan mantan suaminya atau dia akan memilih menikah dengan ku." batin Simba yang terus melihat ke arah pintu.
"Simba... Kemana calon pengantin mu, Kenapa belum juga datang, Bukankah kamu tadi menjemputnya?" tanya Ziyan.
Belum sempat Simba menjawab, Zayn datang menanyakan hal yang sama. Begitupun dengan keluarga Mawar yang mulai bertanya-tanya kenapa Mawar belum juga turun.
"Apa adik mu masih belum bisa melupakan mantan suaminya?" tanya Mona kepada Lily.
"Mana Aku tau ibu, Yang jelas Mawar itu cinta mati sama Fandi, Jadi meskipun di sakiti berulang kali dia akan tetap kembali padanya di saat Fandi merayunya dengan kata-kata manisnya," ucap Lily yang menjadi kesal. Lily tidak habis pikir kenapa Mawar masih ragu menikah dengan Simba sementara semua wanita di luar sana pasti akan memipikan menikah dengan nya.
"Bagaimana Mas, Apa ijabnya bisa di mulai sekarang?" tanya Pak Penghulu.
"Mas...?"
"E-tunggu sebentar Pak," ucap Zayn mewakili Simba yang diam saja.
"Kita tunggu lima menit lagi." lanjut Zayn.
"Sebelumnya perlu diketahui bahwa di dalam prosesi akad nikah hanya ada 4 (empat) pihak yang harus hadir. Keempat pihak itu adalah mempelai laki-laki, Wali pengantin perempuan, dan dua orang saksi. Selebihnya tak ada yang wajib hadir pada majelis akad nikah, termasuk pengantin perempuan." jelas Pak Penghulu.
"Ya kami tahu Pak, Tapi tidak ada larangan juga jika mempelai wanita turut hadir, Perempuan masih bisa diperbolehkan bila tidak ada kekhawatiran terjadinya fitnah dan Godaan. Pencampuran itu baru dihukumi haram bila ada kekhawatiran timbulnya fitnah tersebut. Artinya bila dapat dipastikan tidak akan menimbulkan fitnah maka sah-sah saja jika mempelai wanita hadir pada majelis akad nikah."
__ADS_1
"Baiklah terserah Tuan Zayn saja."
Setelah perdebatan itu, Zayn mulai hilang kesabaran dan berniat masuk menyusul calon menantunya. Namun baru tiga langkah ia berjalan, Mawar di temani Nurul dan juga teman majlis lainnya sudah terlihat di pintu.
Semua orang pun tertuju pada Mawar yang sudah berjam-jam lamanya mereka tunggu, Terutama Simba yang langsung bernafas lega karena penantiannya akhirnya berakhir.
"Sudah janda saja sok jual mahal." batin Lily yang terlihat begitu iri kepada Mawar.
"Sekarang tersenyumlah Saudara ku, Pengantin mu sudah datang," ucap Ziyan menepuk-nepuk bahu Simba.
Simba tersenyum bahagia dan mempersilahkan Mawar duduk di sebelahnya dengan sedikit memundurkan kursinya.
Tidak menunda-nunda lagi, Pak Penghulu pun memulai prosesi ijab qobul sesuai agama yang mereka anut.
Dengan satu kali tarikan nafas, Akhirnya kata Sah terdengar dari para saksi dan juga tamu yang hadir.
"Alhamdulillah..."
Ucapan Syukur Simba dan juga keluarga dengan perasaan lega dan bahagia,. Setelah tertunda beberapa jam akhirnya ijab qobul pun berjalan dengan lancar.
Bersambung...
__ADS_1