Hijrahnya Bunga Desa

Hijrahnya Bunga Desa
Jatuh Pingsan


__ADS_3

Mawar masih tak percaya dengan apa yang Simba katakan. Meskipun itu keiinganannya sendiri namun hati kecilnya seakan tidak rela jika ia harus membagi suaminya dengan wanita lain.


Dalam lamunannya itu seketika Mawar tersentak ketika Nurul memarahi Simba.


"Apa kamu sudah gila? Kamu kesini untuk mencegah Ana pergi, Kenapa malah jadi ingin menikah dengan ku?!"


"Dia ini sangat keras kepala, Dia tidak akan bisa di hentikan dengan cara apapun selain kita menuruti permintaannya. Jadi dihadapannya Aku ingin mengatakan, Menikahlah dengan ku dan jadilah ibu dari anak-anakku!" Simba mengatakan itu tanpa menatap Nurul. Justru ia terus menatap Mawar penuh kekesalan seolah sengaja melakukan itu demi membalas rasa sakitnya.


Kata-kata itu sungguh menyayat hati Mawar, Bagaimana tidak, Kata-kata yang Simba ucapkan bukan sebuah pertanyaan, Melainkan permintaan untuk menjadikannya istri dan ibu dari anak-anaknya.


Melihat Mawar yang berkaca-kaca. Nurul merasa ragu untuk menjawab lamaran Simba, Meskipun dalam hati kecilnya merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan dalam hatinya.


"Untuk ketiga kalinya Aku memohon padamu Nurul, Menikahlah dengan ku, Berikan Aku anak-anak yang Soleh Soleha yang tidak bisa di berikan oleh istri pertama ku!"


Mendengar itu Mawar tidak bisa lagi membendung air matanya, Nafasnya pun terasa begitu sesak hingga pada saat Nurul mengangguk-anggukan kepala dan mengatakan"Iya" disaat bersamaan Mawar jatuh pingsan.


"Ana!" teriak Nurul dan Simba bebarengan. Dengan rasa khawatir Simba menarik tubuh Mawar kedalam dekapannya. Ia mengusap-usap kepala Mawar dan berusaha membangunkannya.


"Ana bangunlah Ana..."

__ADS_1


Melihat Mawar yang tidak juga membuka matanya, Nurul meminta Simba untuk membawa Mawar ke rumah sakit.


Karena keduanya menggunakan motor, Akhir mereka memutuskan untuk membawa Mawar menggunakan taksi.


Hanya kurang dari tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit Simba pun langsung membopong tubuh Mawar dan langsung di sambut oleh perawat yang memintanya untuk membaringkan Mawar di brankar. Kemudian para perawat membawanya untuk di tangani oleh Dokter.


Nurul yang melihat Simba khawatir, Berinisiatif menelpon Zayn untuk memberi tahu apa yang terjadi. Mendengar kabar itu Zayn yang merasa khawatir memberitahu keluarga lainnya dan bergegas ke rumah sakit.


"Ini semua salahku, Andai saja Aku tidak menyakiti hatinya pasti ini tidak akan terjadi." sesal Simba.


Mendengar itu untuk pertama kali dalam hidupnya Nurul merasa hatinya seolah di patahkan. "Kenapa dengan ku, Bukankah Aku tau Simba melakukan ini hanya demi cintanya dengan Ana." batin Nurul.


Ckleekkk...


Simba menghentikan ucapannya ketika melihat pintu terbuka.


Ia langsung menghampiri Dokter dan menanyakan keadaan Ana.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter?"

__ADS_1


"Tidak perlu ada yang di khawatirkan, Jatuh pingsan di trimester pertama biasa terjadi pada ibu hamil."


"Apa! Hamil?" tanya Simba tak percaya.


"Hamil?" lirih Nurul.


"Apa Dokter yakin?" tanya Simba memastikan.


"Sangat yakin, Karena kami juga sudah melakukan USG untuk memastikannya. Dan apa Bapak tau, Jika istri Bapak tengah mengandu bayi kembar."


"Bayi kembar?!"


"Ya dan bukan hanya dua, Tapi tiga bayi kembar."


"Hah! Tiga bayi kembar?" lagi-lagi Simba tercengang mendengarnya.


"Tiga bayi kembar," ucap Zayn yang baru datang bersama seluruh keluarganya. Mendengar itu seluruh keluarga besar bergegas memastikan langsung kepada Dokter. Membuat dokter merasa kewalahan untuk menjawab pertanyaan keluarga Shaikh yang begitu antusias.


Melihat kebahagian itu hingga tidak melihat keberadaannya, Nurul pun perlahan mundur menjauh dari mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2