Hijrahnya Bunga Desa

Hijrahnya Bunga Desa
Takdir


__ADS_3

Simba termenung memikirkan apa yang baru saja Dokter katakan.


Ia tidak pernah menduga jika ujian cinta yang ia kira telah selesai, Justru baru akan di mulai hari ini.


Begitupun dengan Zayn ia yang hanya di karunia seorang putra berharap banyak dari pernikahan Simba dan Mawar untuk memberinya cucu yang banyak agar meramaikan rumah besarnya, Tapi apa yang terjadi hari ini? Zayn terus membatin dengan berbagai macam pertanyaan di benak pikirannya.


Tidak jauh berbeda dari Simba dan Zayn, Seluruh keluarga juga termenung dengan pikirannya masing-masing. Hanya Faza yang terlihat tenang dan mencoba mencairkan suasana.


"Kenapa kalian merasa sedih, Itu kan hanya kata Dokter, Dokter boleh berkata apa saja, Tapi Allah lah yang menentukan," ucap Faza membuka pembicaraan.


Semua orang hanya terdiam menatap Faza.


"Maaf bukan Aku ingin menggurui kalian semua, Tapi kalian harus ingat, Takdir itu ada dua macam, Ya itu takdir Muallaq dan takdir Mubram.


Takdir Mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya. Semua berdasarkan ketetapan Allah SWT yang tidak bisa diotak-atik. Sebagai contoh jenis takdir ini antara lain Soal kelahiran dan kematian manusia. Tidak ada yang tahu kapan kita akan dilahirkan dan kapan akan mati. Semua menjadi rahasia Allah SWT dan terjadi sesuai dengan ketetapannya. Sementara takdir muallaq yaitu ketentuan Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Kesuksesan seseorang diperoleh bukan dengan berpangku tangan menunggu datangnya takdir,


Akan tetapi harus dibarengi dengan usaha keras dan berdoa,

__ADS_1


Dengan begitu apa yang diraihnya selain ditentukan oleh takdir Allah SWT Juga ditopang oleh usaha dan doa yang kita lakukan. Jadi.. Teruslah berusaha dan berdoa selagi kita mampu, Rayu Allah sampai Allah mengabulkannya, Tetapi jika Allah menakdirkan kalian tidak memiliki keturunan maka kalian harus rido menerima segala takdir yang sudah di tentukan Allah SWT."


Zayn menarik nafas dalam-dalam dan merasa lebih tenang atas apa yang Faza katakan. "Faza benar, Kita tidak boleh bersedih, Kita harus kuat untuk Ana."


"Zayn benar karena di sini yang paling merasa sedih adalah Ana, Jangan sampai kabar ini membuat Ana semakin sedih dan merasa bersalah." imbuh Alia.


Ziyan dan Zayed pun mendekati Simba, Merangkulnya dan menguatkan agar lebih tabah menghadapi cobaannya.


Setelah merasa tenang, Simba masuk ke ruangan untuk menemui Mawar. Dengan langkah perlahan, Simba mendekati Mawar yang masih terbaring lemah.


"Mas Zaidan..."


"Aku tidak papa," ucap Mawar tersenyum.


"Kenapa Mas datengnya lama sekali? Aku nungguin Mas sejak tadi."


Simba menahan sebak di dadanya, Kemudian mengusap kepalanya dan menci'umnya. "Maafin Mas yah, Tadi Mas nemuin Dokter dulu."

__ADS_1


"Yang lain kemana?"


"Ada di luar, Nanti bergantian, Gak boleh rame-rame."


Seketika Mawar termenung sedih mengingat saat terjatuh dari tangga hingga menyebabkan mereka harus kehilangan bayinya.


Melihat hal tersebut Simba langsung memeluknya erat dan membuat Mawar menangis.


"Dokter bilang Aku keguguran, Maafkan Aku Mas, Gara-gara Aku tidak berhati-hati Mas jadi kehilangan bayi kita."


Simba memejamkan mata menahan supaya air matanya tidak terjatuh.


"Ini bukan salah mu." sautnya singkat.


"Aku janji jika nanti Aku hamil lagi, Aku akan lebih berhati-hati, Aku akan menjaganya dengan sangat baik hingga ia lahir ke dunia dengan selamat."


Perkataan itu semakin membuat Hati Simba pilu. Mawar begitu bersemangat untuk kembali memiliki keturunan. Dengan itu Simba yang mengingat nasehat Mamanya, Hanya mengaminkan apa yang Mawar katakan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2