
Setelah menunggu lebih dari tiga minggu, Simba dan Mawar pun mendatangi rumah sakit untuk mengetahui apakah program mereka berhasil atau tidak. Namun hasil yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan apa yang mereka harapan. Menerima kenyataan itu, Mawar pun berusaha tegar. Ia hanya meminta kesempatan sekali tapi kesempatan itu telah gagal.
"Jarang sekali sekali pasangan yang mengikuti program langsung berhasil, Jadi kalian tidak perlu merasa khawatir, Hal ini biasa terjadi. Kita bisa kembali mencobanya."
Mawar menatap Simba, Ia kembali ingin mencobanya namun tidak berani mengutarakannya. Namun Simba tahu apa yang Mawar inginkan tanpa perlu ia mengucapkannya. Karena hal itu Simba menyetujui untuk kembali menjalani program tersebut.
•••
Hari berganti hari, Minggu berganti bulan, Hingga bulan telah berganti tahun namun mereka belum juga berhasil mendapatkan momongan. Bahkan mereka telah berpindah ke rumah sakit terbaik baik yang ada di dalam maupun di luar negeri demi mewujudkan impian mereka memiliki keturunan. Akan tetapi usaha mereka masih belum membuahkan hasil hingga saat ini. Hal itu membuat mereka menghentikan program itu untuk waktu yang belum mereka tentukan.
Mereka kembali menjalani kehidupan rumah tangganya dengan normal tanpa lagi memikirkan masalah bayi tabung. Kini mereka kembali memprogram secara alami dan berdoa tanpa henti.
Meskipun Simba dan keluarganya selalu meyakinkannya untuk tidak terlalu terbebani dengan masalah momongan , Akan tetapi Mawar selalu merasa bersalah pada Simba dan keluarganya yang sudah begitu baik kepadanya.
"Ini tidak adil untuk mereka," ucap Mawar yang kini tengah berada di rumah Nurul untuk mencurahkan keresahan di hatinya seperti yang sudah-sudah.
__ADS_1
Melihat Nurul datang membawakan teh dan cemilan untuk nya, Tiba-tiba terbersit ide untuk menjodohkan Nurul dengan suaminya.
"Nurul... Menikahlah dengan Simba."
"Apa! Apa kamu sedang mengigau?" tanya Nurul begitu sangat terkejut mendengar permintaan Mawar yang tanpa basa-basi.
"Tidak Nurul, Aku sadar dengan apa yang ku ucapkan. Menikahlah dengan Simba."
"Jika kamu sadar, Kamu tidak akan meminta ku menikah dengan suami mu Ana!"
"Tidak adil jika Simba menginginkannya tapi kamu melarangnya, Simba saja tidak pernah mengatakan ingin menikah lagi."
"Dia tidak mengatakan bukan berarti tidak menginginkannya, Aku sering melihatnya termenung sedih, Aku juga sering melihat dia mendekati anak-anak dan mengajaknya bermain. Aku tahu dia sangat menginginkan Anak, Tapi dia tidak ingin menyakiti ku."
"Jika kamu sudah tahu Simba tidak ingin menyakiti mu, Lalu kenapa kamu meminta ku menikah dengan nya, Simba sahabat ku, Kamu juga sahabat ku, Aku tidak mau menjadi orang kedua dalam pernikahan kalian."
__ADS_1
"Jika kamu tidak ingin jadi yang kedua, Aku siap menjadikan mu satu-satunya."
"Apa!?" mendengar itu Nurul semakin merasa terkejut dengan apa yang Mawar katakan.
"Apa kamu sudah gila? Bukan begitu maksud ku, Kamu sahabat ku Aku tidak mungkin menikah dengan suami mu, Lagipula... Mana mungkin Aku menikah dengan Simba."
"Kenapa tidak mungkin, Kalian banyak kecocokan, Hobi kalian juga sama dan justru karena kamu sahabat ku, Aku jadi tidak akan merasa sakit hati ketika melihat suamiku bersama mu."
"Ana... Tidak ada seorang wanita pun yang tidak sakit hati melihat suaminya bersama wanita lain sekalipun itu sahabat mu, Aku tahu keresahan hati mu, Tapi menikahkan ku dengan suami mu bukanlah solusi terbaik. Lagipula apa yang akan Abi dan Umma katakan jika Aku menjadi istri kedua?"
Mendengar itu Mawar terdiam dan melangkah menghadap jendela membelakangi Nurul. Ia benar-benar sudah merasa putus asa dan tak tahu lagi apa yang harus di lakukan.
Bersambung...
Maaf baru Up, Habis 40 hari Mama ku 💔
__ADS_1