
"Hey tunggu-tunggu... Apa kamu sudah mengenal Ana? Dimana kalian saling mengenal?" tanya Nurul penasaran.
"Mbak Nurul Ayolah... Orang tua mu sudah menunggu." Mawar mencoba menghindar dan menarik tangan Nurul untuk masuk kedalam mobilnya. Namun Nurul yang masih penasaran menolak ajakan Ana.
"Tunggulah Ana, Aku jadi begitu penasaran bagaimana seorang Simba mengenal gadis bercadar seperti mu, Bukankah selama ini kamu hanya mendekati gadis-gadis seksi?"
"Semua orang memiliki kisah dalam perjalanan cintanya masing-masing dan perjalanan cinta ku telah berlabuh di gadis bercadar yang ada di samping mu."
Mawar mengangkat kepalanya sesaat dan kembali memalingkan wajahnya ketika melihat Simba terus menatapnya dengan lekat.
"Ana..." Nurul mencoba meminta penjelasan dari pihak Mawar. Namun Mawar yang menjadi gugup langsung meninggalkan Nurul dan masuk kedalam mobil.
"Jebrettt..." Seketika itu juga Mawar terkejut ketika menyadari jika mobil yang ia naiki bukankah mobil Ustadz Adnan, Melainkan mobil Zayn, Orang tua Simba.
"Ana?" sapa Faza yang juga merasa bingung melihat Mawar masuk ke mobilnya.
"A-emm... M-maaf Aku salah mobil."
"Ini bukan kesalahan tapi ini petunjuk Allah jika kita memang berjodoh," ucap Sumba menahan pintu yang Mawar buka dengan membungkukkan badan menatapnya.
Zain dan Faza yang mendengar perkataan Simba menoleh ke belakang melihat putranya yang sedang merayu gadis pujaannya,
Membuat Mawar menjadi semakin tak berkutik dan tak tau apa yang harus ia lakukan. Jika saja wajahnya tidak tertutup cadar, Pasti mereka akan melihat betapa merah pipinya karena menahan rasa malu.
"Ana..." teriakan Nurul dari pintu sebelahnya membuat Mawar merasa terselamatkan dari tatapan Simba dan orang tuanya.
__ADS_1
"Apakah sekarang kamu akan ikut pulang ke rumah Simba?"
"A-emm.... Tidak-tidak, Aku salah masuk mobil, Aku ikut dengan mu, M-maaf Om... Tante." dengan melihat Sumba sekilas, Mawar segera turun dari pintu dimana Nurul berdiri.
Simba kembali berdiri tegap melihat Mawar dari jarak mobil di tengah-tengah mereka, Ia tersenyum yakin jika Mawar lah jodoh yang ia inginkan selama ini.
"Sebenarnya apa yang sedang putra kita lakukan?" tanya Zayn penasaran.
Faza hanya menatap keluar melihat Nurul menggandeng Mawar ke mobilnya.
Dengan senyum sumringah, Simba masuk kedalam mobilnya.
Membuat Zayn yang sejak tadi penasaran mempertanyakan apa yang sedang terjadi antara Simba dan Mawar.
"Zaidan, Apa sebelumnya kamu sudah mengenal Ana? Kenapa Papa lihat kamu begitu agresif menunjukkan ketertarikan mu padanya?"
"Zaidan... Berhenti memberikan harapan para gadis-gadis, Apalagi kepada Ana." tegas Faza.
"Memangnya kenapa dengan Ana?"
"Mama tidak mau aja kamu membuatnya sakit hati, Karena Mama lihat dia orangnya baik, Lemah lembut banget loh pembawaannya."
"Jika Aku tidak boleh membuatnya sakit hati maka izinkan Aku membuat dia jatuh hati."
"Zaidan... Jangan lakukan apapun jika kamu belum siap untuk menikah."
__ADS_1
"Mama... Sebelumnya Aku tidak memikirkan pernikahan, Apalagi menikah di usia muda, Tapi sejak Aku bertemu dengan Ana, Aku merasa yakin jika Ana adalah jodoh ku, Aku ingin menikah dengan nya, Aku ingin istri seperti Ana Ma... Pa..."
Zayn dan Faza saling menatap melihat keseriusan putranya. Namun Zayn berusaha memberinya pengertian jika menikah bukan hanya asal ingin menikah tanpa pemikiran yang matang.
"Zaidan... Menikah bukan hanya sekedar cinta-cintaan, Ada tanggung jawab besar yang harus kamu pikul, Lagipula kamu belum begitu mengenalnya kan? dan Papa yakin kamu juga belum melihat wajahnya kan?"
"Aku tidak perlu melihat wajahnya untuk jatuh cinta, Jika Aku mencintainya karena wajah, Maka cinta akan memudar ketika wajah itu menua."
"Jadi kamu tidak peduli bagaimana rupanya, Bagaimana jika wajahnya tidak sempurna?"
"Maka cinta ku yang akan menyempurnakannya."
"Ohh... So sweet nya putra ku," ucap Faza yang terbawa perasaan.
"Siapa dulu yang memproduksi." saut Zayn membusungkan dadanya.
"Dia persis seperti ku kan?"
Faza tersenyum malu-malu dan menepuk pundak Zayn.
Simba yang melihatnya tersenyum menggelengkan kepalanya. Kemudian ia melihat ke luar, Melihat mobil Nurul yang lebih dulu meninggalkan parkira.
"Sekarang Aku tidak perlu menunggu takdir yang mempertemukan kita kembali, Ana adalah sahabat Nurul, Aku bisa bertemu melalui dirinya." batin Simba.
Bersambung...
__ADS_1
Doakan ibu saya segera keluar dari ICU agar saya bisa Up banyak2 supaya kalian tidak lama menunggu 🙏