Hijrahnya Bunga Desa

Hijrahnya Bunga Desa
Bersikeras


__ADS_3

Mawar membuka pesan dari Nurul yang berisikan Doa yang di berikan oleh Abi Adnan Namun Mawar yang merasa sudah tak memiliki harapan nampak tidak begitu antusias karena selama ini Doa dan usaha yang ia lakukan belum membuahkan hasil.


Setelah selesai membaca Doa tersebut, Mawar melanjutkan hingga baris terakhir yang berbunyi jika sudah mengamalkan Doa tersebut namun masih belum berhasil maka Abi Adnan akan mengizinkan Nurul menikah dengan Simba.


Membaca itu Mawar pun tersenyum karena harapannya semakin terbuka lebar. Kini Mawar berpikir untuk meyakinkan Simba dan mertuanya supaya mau menerima tawarannya. Dengan itu Mawar bergegas bangkit melangkah meninggalkan kamar. Namun baru saja ia membuka pintu, Mawar di kejutkan oleh kedatangan Faza yang sudah berdiri di depan pintu.


"Mama..."


"Boleh Mama masuk?" tanya Faza datar.


"E-ya tentu, Baru saja Aku ingin menemui Mama?"


Faza langsung masuk kedalam dan duduk di sofa menunggu Mawar juga duduk bersamanya. Dengan perasan sedikit takut, Mawar pun duduk di depan ibu mertuanya.


"Kamu pasti sudah tahu kan apa yang ingin Mama bicarakan?"


Mawar menganggukkan kepalanya.


"Ana, Sebelum kamu meminta Nurul menikah dengan Zaidan, Kenapa tidak bertanya kepadanya terlebih dulu pada kami, Atau setidaknya tanya kepada suami mu?"


"Aku pikir Aku harus bertanya kepada Nurul terlebih dahulu, Karena jika Aku bilang ke Mas Zaidan terlebih dahulu dan Mas Zaidan setuju tapi Nurul tidak, Maka Mas Zaidan akan kecewa, Aku tidak ingin mengecewakannya lagi Ma."

__ADS_1


"Kamu berpikir Zaidan akan setuju untuk menikah lagi?"


Mawar terdiam mengingat bagaimana Simba marah padanya.


"Dia sangat mencintai mu Ana, Kenapa kamu berpikir dia akan setuju, Kamu lihat bagaimana marahnya dia ketika tahu kamu memintanya menikah lagi?"


"Ana, Hal sebesar ini kamu putuskan sendiri tanpa bertanya maupun diskusi dengan kami, Kenapa kamu di Bebani dengan pikiran bahwa Zaidan harus memiliki anak agar kami memiliki cucu, Apa kami pernah menuntut itu dari mu?"


Mawar menunduk sedih sembari menggelengkan kepalanya.


"Justru karena kalian tidak pernah menuntut membuat saya harus sadar diri dan tidak boleh egois."


Mendengar itu Faza menghelai nafas dalam-dalam.


"Tap tidak ada darah Mas Zaidan yang mengalir dalam tubuh anak-anak itu, Aku hanya ingin darah daging Mas Zaidan sekalipun tidak terlahir dari rahim ku."


Faza menarik nafas dalam-dalam dan tidak tahu harus berkata apa lagi selain menyerahkan semuanya kepada Mawar dan juga Simba yang menjalani.


Setelah Faza keluar, Tak lama kemudian Simba masuk dan langsung naik keranjang membelakangi Mawar. Melihat Simba yang masih marah padanya, Mawar pun memeluknya dari belakang dan meletakkan kepalanya di lengan Simba.


"Maafkan Aku Mas..."

__ADS_1


Simba hanya melirik sekilas tanpa menjawab.


"Aku tahu Aku salah karena tidak bertanya terlebih dahulu, Tapi apa jika Aku bertanya terlebih dahulu apa,Mas akan setuju?"


Mendengar itu Simba langsung duduk menghadap Mawar.


"Jika Aku setuju apa kamu tidak akan berpikir jika Aku tidak lagi mencintai mu?"


Mawar terdiam seolah membenarkan apa yang Simba katakan.


"Ana... Kamu mengatasi masalah dengan masalah lainnya. Apa kamu pikir setelah Aku menikah tidak akan ada masalah yang kamu hadapi? Apa kamu sudah berpikir bagaimana Aku menghabiskan malam-malam ku bersamanya, Bagaimana jika Aku mengabaikan mu dan lebih menyayanginya ketika kami sudah memiliki Anak, Hah! Sudah memikirkan itu semua?"


Mawar terdiam sejenak dan kembali teringat dengan permohonannya kepada Nurul. Apalagi Nurul juga telah memberitahu kepada kedua orang tuanya, Membuat Mawar tidak enak hati untuk membatalkan keinginannya.


"Tapi Ustadz Adnan juga sudah menyetujui ini." akhirnya kata itu yang terlontar dari mulutnya. Membuat Simba semakin terkejut dan tidak habis pikir dengan Mawar.


"Bagaimana bisa Ustadz Adnan setuju putrinya menjadi istri yang kedua?"


Mawar hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu benar-benar membuatku kecewa Ana. Terserah apa yang ingin kamu lakukan. Aku juga akan melakukan apa yang Aku inginkan!" Simba bergegas turun dari ranjang dan kembali meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2