
Di tengah Dokter yang memberi penjelasan kepada seluruh keluarga. Simba yang melihat Nurul menjauh pergi, Berlari ke arahnya untuk menghentikannya.
"Nurul..."
Nurul memaksakan senyumnya meskipun hatinya terasa seperti tertusuk jarum.
"Selamat untuk mu ya, Kalian akan mendapatkan momongan, Bukan hanya satu, Tapi tiga sekaligus."
"Nurul... Maafkan Aku."
"Maaf kenapa, Kamu tidak melakukan kesalahan."
"Aku... Aku tidak tahu jika Ana mengetahui ini, Apakah dia akan tetap meminta kita menikah atau tidak, Tapi apapun keputusannya nanti, Aku minta maaf kepada mu."
"Santai saja, Apa kamu pikir Aku mencintaimu sehingga akan patah hati jika kita tidak jadi menikah? Ana meminta kita menikah karena ia belum bisa memberimu momongan, Tapi sekarang dia akan segera memberimu momongan, Jadi sudah tidak alasan untuk kita menikah, Aku akan kembali bebas menikmati kesendirian ku, Dan Abi juga pasti akan sangat bahagia mendengar putrinya batal menjadi istri kedua."
Simba tertawa dan merasa lega mendengar jawaban Nurul.
"Kalian di sini?" tanya Faza yang sejak tadi mencari mereka.
"Ana sudah sadar cepatlah..."
Simba bergegas lari dan meninggalkan Nurul. Namun kemudian Simba berhenti dan kembali menarik tangan Nurul untuk melihat Ana bersama-sama.
Mawar yang melihat kedatangan Simba dan Nurul merasa tegang mengingat apa yang terjadi sebelum ia jatuh pingsan. Hingga Simba mendekat dan mengecup keningnya, Mawar masih terus menatap Nurul.
"Kamu sudah tau?" tanya Simba mengagetkan Mawar.
__ADS_1
Mawar mengangguk-anggukkan kepalanya menatap Mawar Simba dan kembali menatap Nurul.
"Kamu lihat Ana, Allah telah menunjukkan kuasanya. Bukan hanya satu bayi yang Allah berikan tapi tiga bayi sekaligus."
Mawar hanya tersenyum sekilas dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ana kenapa kamu diam saja katakan sesuatu."
"Nurul..."
"Nurul?" Simba menoleh ke arah Nurul dan kembali menatap Mawar.
"Kenapa dengan Nurul, Kita akan memiliki momongan, Tidak ada alasan untuk Aku menikahi Nurul."
"Tapi kamu sudah melamarnya, Kamu tidak bisa mengingkarinya begitu saja."
Mendengar itu, Keluarga yang turut hadir saling melihat satu sama lain, Mereka tidak habis pikir kenapa Mawar yang sudah di nyatakan hamil kembar tiga, Masih berpikir untuk menikahkan Simba dengan Nurul.
"Hey... Apa yang kamu katakan Ana, Apa kamu pikir Aku menganggap serius lamaran suami mu? Dia melamar ku karena marah pada mu yang sangat keras kepala, Sekarang kamu akan segera menjadi seorang ibu untuk tiga bayi sekaligus, Aku tidak ingin mereka lahir dengan berbagai macam permasalahan orang tuanya."
"Tapi Nurul..."
"Tidak ada tapi-tapian, Sekarang kamu fokus saja pada kehamilan mu, Jaga mereka baik-baik dan jangan pernah berpikir untuk membagi suami mu kepada orang lain."
"Nurul... Maafkan Aku." Mawar memeluk Nurul dengan perasaan lega. Begitupun dengan yang lainnya. Akhirnya pokok masalah rumah tangga Simba dan Mawar terselesaikan dengan hadirnya calon buah hati di tengah-tengah mereka.
Nurul pun pulang ke rumah dan menceritakan semua kepada kedua orang tuanya. Mendengar apa yang Nurul ceritakan, Adnan yang sebelumnya tidak setuju dengan pernikahan ini merasa lega karena akhirnya putri kesayangannya tidak menjadi istri kedua Simba.
__ADS_1
•••
Sebulan berlalu Nurul pun yang sebelumnya sempat terbawa perasaan kini merasa ikhlas dan kembali menikmati hari-harinya dengan hobinya. Sementara Simba tengah menjadi suami siaga karena terkadang Mawar terbangun pada malam hari untuk makan ataupun sekedar ke kamar mandi.
Melihat Mawar yang kali ini tidak bangun. Simba memeluk tubuh Mawar dan menci'umi pundaknya. Ia juga mengusap-usap perut Mawar yang kini mulai membuncit.
Merasakan sentuhan dan kehangatan Simba, Mawar mulai menggeliat dan membuka matanya.
Melihat itu Simba tersenyum dan mengecup pipinya.
"I love you." bisik Simba di telinganya.
Mawar pun tersenyum dan berbalik badan mendongakkan kepalanya.
"I love you to, Terimakasih sudah mencintai ku dengan sangat sempurna." hanya kata itu yang bisa Mawar ucapkan. Apa yang sudah dilakukan Simba untuknya tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
"Berterimakasih lah kepada Allah yang telah mentakdirkan ku untuk mu," ucap Simba tersenyum.
"Ya Mas benar, Aku merasa malu karena sempat tidak mempercayai kuasa-NYA. Padahal apapun sangat mudah Bagi-NYA."
"Tidak papa, Semua perlu proses. Yang penting kita harus selalu memperbaiki diri untuk terus mendapat ampunan dan ridho-NYa."
"Bimbing Aku untuk selalu di jalan-NYA."
Simba menganggukkan kepalanya dan mengecup kepala Mawar kemudian memeluknya dengan erat.
T.A.M.A.T
__ADS_1
📌 Terimakasih yang sudah membaca dari awal sampai akhir.
Ambil baiknya buang buruknya, Jika tidak ada baiknya anggap saja sebagai hiburan semata 🤗🤍