
Malam ini, Joline tidak pergi jauh. Dia membawa si prajurit banteng dan pemanah berkeliaran di luar kota ini untuk waktu yang lama. Biarpun kedua bawahannya berpikir bahwa seharusnya mereka segera meninggalkan tempat sial ini, Joline memiliki rencana lain. Dengan tatapan ragu, dia duduk memeluk lututnya dan memandang bulan sepanjang malam.
Keesokan paginya, rombongan Dewey memulai perjalanan, tetapi bertambah sebuah kereta sapi di belakang kereta mereka. Kereta tersebut berisi penyihir yang diikat seperti bakcang. Penyihir yang malang tampak lelah dan sekujur tubuhnya basah, karena bawahan Dewey melakukan tugas yang diarahkan Dewey dengan baik. Menyiram penyihir dengan air dingin setiap beberapa saat, tidak boleh membiarkannya memiliki kesempatan tidur atau bermeditasi untuk memulihkan kekuatan spiritual.
Tuan Dewey membaca buku di kereta seperti biasa, sepertinya dia sangat tertarik membaca.
Kereta kuda yang dibuat dengan baik hampir tidak terasa getar saat melewati jalan tidak rata. Dewey dengan nyaman berbaring di atas selimut beludru tebal yang lembut dengan posisi meringkuk, membaca sambil berpikir. Tapi dia diganggu.
Seseorang mengetuk jendela, lalu terdengar suara Sia yang tampak kesulitan. “Tuan Muda, um… ada satu hal yang harus merepotkan Anda.”
Dewey membuka jendela lalu mendapati Sia yang menautkan alis. Sia menunggang seekor kuda hari ini. Dia mengendarai kuda berdampingan dengan kereta, membungkuk di atas kuda lalu berkata, “Tuan Muda, beberapa orang di kedai bir kemarin terus mengekor di belakang.”
Dewey tertegun. Dia menjulurkan kepala lalu melihat ke belakang sekilas. Dan benar, sekitar seratus langkah di belakang rombongan mereka, gadis berkaki panjang di kedai kemarin membawa kedua bawahannya, si prajurit banteng dan pemanah, masing-masing menunggang seekor kuda, mengekor dari jauh.
Ksatria keluarga Rollin lainnya yang berada di luar kereta, berusaha menahan senyum dengan ekspresi ambigu kala melihat hal tersebut.
Gadis itu keluar dari kamar majikan kecil kemarin. Jangan-jangan majikan kecil berhasil menaklukkan gadis itu? Dia jatuh cinta pada majikan kecil sehingga enggan pergi? Ha ha….
Namun para ksatria tidak berani memperlihatkan senyum mengejek di depan sang majikan.
Dewey merenung sejenak sebelum berkata, “Berhenti. Panggil gadis itu ke sini.”
Joline telah mengikuti kereta Dewey sepanjang pagi. Pikirannya agak kacau. Dia sendiri bahkan tidak tahu mengapa dia mengikuti Dewey.
Apakah karena tidak bisa merelakan penyihir malang yang ditangkap itu? Sepertinya bukan, Joline tidak peduli dengan mati hidupnya lelaki itu.
Kereta di depan tiba-tiba berhenti, lalu dua ksatria menunggang kuda ke sini.
“Nona, Tuan kami ingin bertemu denganmu. Tolong ikut kami.”
Mengingat gadis berkaki panjang ini mungkin memiliki ‘hubungan gelap’ dengan majikan kecilnya, nada ksatria menjadi lebih sopan.
__ADS_1
Joline agak bingung tapi mengangguk dan mengikuti ksatria secara refleks. Kedua temannya agak curiga, lebih banyak khawatir, tetapi tetap mengikuti.
“Untuk apa kamu mengikutiku?” Tanpa turun dari kereta, Dewey hanya membuka pintu dan melihat gadis yang tiba di depannya dengan kuda.
Joline turun dari kuda lalu menggigit bibirnya. Tiba-tiba, masalah yang dipikirkannya sepanjang malam telah menemukan jawaban.
Mengapa? Mungkin karena melihat senyum bak iblis yang lagi-lagi muncul di wajah anak ini.
“Aku….” Joline berdiri di sisi kereta. Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian berlutut satu kaki di sebelah kereta Dewey, menunduk dan berkata dengan nada serius. “Aku Joline Moon, bersedia menjadi bawahan setia Anda. selama beberapa dekade sisa hidupku, aku akan menjaga sumpahku hari ini dengan darah dan nyawaku. Hanya saja, apakah Anda bersedia menerima kesetiaanku?”
Dewey terdiam sesaat. Dia menelisik gadis yang berlutut satu kaki di depan kereta, kemudian membuka mulut. “Kenapa kamu ingin mengabdikan diri kepadaku?”
“Aku tidak tahu.” Joline mengatakan isi hatinya. “Mungkin Anda benar, aku terlalu lelah. Seorang gadis mempertahankan semua ini. Aku sudah merasakan bahwa kapasitasku jauh dari cukup. Mungkin aku perlu mencari pohon yang bisa dijadikan sebagai sandaran. Aku bersedia menjadi semak yang hidup mengandalkan pohon.”
“Apa kamu pikir bahwa aku adalah pohon yang sesuai?” tanya Dewey tersenyum.
“Ya.” Kali ini Joline menjawab cepat. “Meskipun aku belum tahu apa identitas Yang Mulia, Anda memberiku perasaan bahwa Anda pasti bukan orang biasa. Atau Anda ditakdirkan untuk menjadi orang luar biasa.”
Dewey bertanya seakan tak peduli. “Um, Tuanku….” Untungnya, Sia - yang dulunya pemberi makan kuda, kini menjadi tuan pengurus, banyak belajar sebelum dipromosikan. Dia telah menghafal setidaknya beberapa aturan dan tradisi yang harus dipelajari. “Tuanku, Anda adalah putra sulung Earl. Walau kelak Anda tidak dapat mewarisi gelar Earl, berdasarkan hukum kekaisaran, Anda bisa mendapatkan setidaknya gelar baron. Dan wewenang yang diberikan hukum kekaisaran kepada bangsawan seperti Anda, Anda bisa merekrut sepuluh ksatria kehormatan milik Anda sendiri.”
“Terima kasih.” Dewey menyentuh hidungnya. “Hanya sepuluh, ya. Meski berkurang satu, ksatria juga bisa ditemani pengawal, kan? Seorang ksatria bisa memiliki beberapa pengawal. Kalau begitu, ksatria kehormatan ditambah pengawal ksatria, total menjadi puluhan orang. Tidak sedikit juga.”
Setelah memperoleh penegasan dari Sia, Dewey memijat pelipis kemudian tersenyum pada gadis di depannya. “Baiklah, aku terima pengabdianmu. Mulai sekarang, aku berikan gelar ksatria kehormatan padamu. Kamu adalah orang pertama yang dianugerahi gelar ksatria kehormatan. Ksatria perempuan pula.”
Joline agak tidak berani melihat senyum Dewey, dia menunduk dan berkata dengan suara rendah. “Terima kasih. Ada satu hal lagi. Karena aku sudah mengabdikan diri kepada Anda, tolong beritahu aku tentang identitas Tuan.”
“Oh, aku Dewey Rollin, putra sulung Earl Raymond, wakil presiden komando tinggi kekaisaran, kepala keluarga Rollin saat ini.” Dewey tersenyum lalu lanjut berkata, “Aku hampir lupa. Aku memiliki nama panggilan yang terkenal di ibukota kekaisaran. Mereka semua memanggilku ‘idiot’.”
“I-Idiot?!” Mata Joline membola.
Aneh! Anak ini idiot? Jika dia idiot, maka tidak ada orang jenius di dunia ini. Jika dia idiot, maka kebanyakan orang di dunia keterbelakangan mental.”
__ADS_1
Joline tidak berani tersenyum, segera berdiri lalu menunjuk kedua bawahannya. “Tuan yang terhormat, kedua orang ini adalah temanku. Nama mereka….”
“Tidak, tidak, tidak.” Dewey menyela tidak sopan. “Maaf, aku kurang tertarik dengan nama mereka. Lagipula, kamu sudah mendengar jumlah ksatria kehormatan yang bisa kurekrut. Hanya sepuluh. Aku tidak akan menyia-nyiakan gelar itu. Aku berencana menyisakan beberapa gelar untuk merekrut paladin atau pendekar pedang hebat.”
Dewey bahkan tidak melirik kedua bawahan Joline.
Bercanda! Prajurit banteng itu hanya sedikit lebih kuat, sedangkan pemanah itu… huh, bisa direkrut dengan mudah. Bahkan ksatria perempuan ini. Kalau bukan karena dia adalah seorang wanita cantik yang memiliki kaki panjang nan indah, dengan keterampilan seni bela dirinya, Dewey tidak akan meliriknya.
“Ksatria Joline Moon, sekarang kamu adalah ksatria kehormatanku. Anggaplah kedua bawahanmu itu sebagai pengawalmu. Sedangkan lencana dan perlengkapan ksatriamu, aku akan meminta pelayan keluarga menyiapkannya setelah tiba di tempat tujuan. Sekarang bawa orang-orangmu ke dalam tim. Kita berangkat. Jika semuanya berjalan lancar, kita akan tiba di rumah malam ini.”
Joline diam, sementara kedua bawahannya tampak frustrasi karena kehilangan kesempatan untuk diberi gelar ksatria.
Ini adalah kesempatan sesungguhnya untuk menjadi ksatria.
Secara umum, hanya ada tiga jenis untuk memperoleh gelar ksatria. Yang pertama, memiliki keterampilan seni bela diri yang kuat, lalu mendapat penilaian dari asosiasi ksatria dan memperoleh medali ksatria otentik dari berbagai level. Ksatria jenis ini dianggap sebagai ksatria paling formal.
Yang kedua, mengabdikan diri kepada Kuil Cahaya dan setia pada gereja sejak kecil. Setelah dilatih seni bela diri, ia akan menjadi ksatria kuil gereja melalui seleksi ketat.
Yang ketiga, mengabdikan diri kepada para bangsawan dan memperoleh gelar ksatria kehormatan langsung.
Kedua lelaki itu tidak memiliki keterampilan seni bela diri yang kuat, sehingga gagal lolos penilaian asosiasi ksatria. Kedua, mereka bukan orang gereja, sehingga tidak dapat menjadi ksatria kuil juga.
Jika ingin menjadi ksatria, cara satu-satunya adalah direkrut oleh bangsawan tertentu.
Namun mereka yang memiliki wewenang untuk merekrut ksatria adalah bangsawan hebat. Tidak akan melirik mereka yang berketerampilan rendah.
Melihat kedua temannya yang agak frustrasi, Joline hanya bisa menghibur.
Perasaan Joline saat ini sangat rumit. Setelah mengabdi pada Dewey, itu berarti dia telah kehilangan keindependenannya. Tim independen kecil yang dengan susah payah dia pertahankan sejak dulu telah musnah. Dia pun bukan lagi pemimpin, melainkan bawahan yang mengabdi pada orang lain.
Joline tidak tahu bahwa beberapa tahun kemudian, orang-orang akan mengungkit hari ini ketika melihat kembali sejarah.
__ADS_1
Karena anggota resmi pertama dari sepuluh ksatria iblis yang kemudian terjadi di daratan, ksatria perempuan yang pertama mengabdi pada iblis, Joline Moon. Namanya dikenang dalam sejarah karena momen spesial ini.