Hukum Iblis

Hukum Iblis
Bab 6: Penyihir Racun


__ADS_3

Pukulan beruntun membuat Earl Raymond sangat kecewa pada putranya. Dan setelah kecewa, dia semakin berusaha.


Jangan salah paham, dia sudah tidak tertarik menghabiskan pikiran untuk putra idiot yang tak memiliki bakat apa pun. Earl memfokuskan ‘usaha’ pada Countess-nya yang jelita.


Jika putra ini tidak berguna, dia ditakdirkan untuk tidak dapat mewarisi dan mengembangkan keluarga. Kalau begitu… Earl harus berusaha melahirkan seorang putra lagi!


Usaha yang ditanamkan Earl pada Countess selama satu bulan berturut-turut akhirnya membuahkan hasil. Countess hamil lagi. Pada musim dingin tahun kedua, Earl Raymond mendapatkan putra kedua sesuai keinginannya.


Di saat sepenjuru kediaman Earl merayakan hal menggembirakan ini, Dewey masih tinggal di kamarnya dan membaca buku-buku tentang ‘obat’ yang akhirnya dikumpulkan.


Syukurlah kalimat terakhir yang ditinggalkan Penyihir Clark sebelum pergi berefek. Earl membiarkan putra idiotnya mempelajari obat dengan pikiran ‘apa lagi yang lebih buruk?’


Selama beberapa bulan, Earl tidak berminat untuk mengunjungi putra yang telah benar-benar mengecewakannya ini. Bahkan Countess yang sayang pada Dewey terpaksa mengurangi frekuensi kunjungannya karena kehamilan dan menjelang persalinan.


Sehari setelah ibu melahirkan adik laki-laki, Dewey dibawa ke kamar Earl oleh pelayan untuk menjenguk ibunya yang lemah setelah melahirkan, dan adiknya.


Bisa dilihat bahwa Earl sangat puas. Karena putranya yang baru lahir menangis keras seperti dalam tradisi keluarga Rollin. Selain itu bisa dilihat bahwa kelak si bayi pasti kuat meski baru lahir.


Earl Raymond bahkan tak tertarik untuk melirik putranya yang tak berguna. Setelah Dewey memberi salam, Earl mengibaskan tangan menyuruhnya pergi. Meskipun Countess yang berbaring di kasur merasa tidak tega, tangisan bayi yang baru lahir mengalihkan perhatiannya.


Dewey keluar dalam diam. Suara tawa Earl yang puas dan tangisan bayi masih terdengar di belakang. Biarpun hati sudah mati rasa, Dewey tetap merasa sedih.


Dia mengingatkan diri dalam hati. Jangan pikirkan yang tidak-tidak. Pria itu bukan ayahmu, dan wanita itu… wanita itu juga bukan….


Mengingat malam hujan itu, wanita cantik tersebut pernah berlutut di depan patung dewi sepanjang malam demi dirinya, Dewey merasa sedih lalu menggeleng kuat.


Untuk mengalihkan perasaan rumit di hati, Dewey hanya bisa mengalihkan semua fokus pada pembelajaran.


Tak bisa dipungkiri bahwa Dewey masih tertarik dengan keajaiban dunia ini. Meskipun Penyihir Clark menetapkan bahwa dia tidak memiliki bakat, Dewey yang tidak terima masih merasa optimis. Kediaman Earl tentu memiliki banyak buku, di antaranya ada banyak yang tentang sihir.


Setelah membaca banyak buku, Dewey harus mengakui bahwa ucapan Penyihir Clark ada benarnya - ia memang tidak memiliki bakat untuk menjadi penyihir. Karena dia tidak merasakan fluktuasi elemen sihir sekalipun duduk sepanjang siang dan malam. Pernah suatu kali, dia bahkan tertidur tanpa sadar.

__ADS_1


Kemudian Dewey yang pantang menyerah berfokus pada ‘ilmu farmasi’ yang dikatakan Penyihir Clark.


Karena sepertinya ilmu farmasi juga semacam sihir. Dan penyihir obat juga sejenis penyihir. Meskipun Dewey baru mengetahui apa posisi ‘penyihir obat’ di hati manusia setelah bertanya pada pelayan di istana.


Di dunia ini, meski orang-orang mengatakan bahwa penyihir obat juga semacam penyihir, bahkan masyarakat sihir telah mengonfirmasikan hal tersebut secara terbuka. Tapi faktanya, pikiran orang-orang yang sebenarnya adalah ‘ini juga termasuk penyihir?’


Sihir obat, sesuai namanya, yaitu bidang yang meneliti berbagai obat sihir.


Setelah banyak mendengarkan, Dewey pun membuat metafora yang tepat dalam hati. Jika dibandingkan dengan industri medis di dunia kehidupan sebelumnya, maka penyihir sesungguhnya setara dengan dokter dari berbagai spesialis. Sedangkan penyihir obat… palingan perawat yang membantu dokter. Walaupun sama-sama bekerja di rumah sakit, status dan pendapatan perawat jauh lebih rendah dari dokter sesungguhnya.


Setelah dipelajari dengan teliti, Dewey sangat berminat terhadap sihir obat.


Menurut dia, ini adalah bidang yang sangat baru.


Misalnya, dengan mata katak lompat Dorog dan absinth ungu dapat membuat orang menjadi bisu dalam waktu singkat. Contoh lain, air liur naga pedang starfon ditambah semanggi dan hati ikan segitiga keke dapat membuat bubuk yang bikin orang menjadi patung.


Lalu, bubuk yang dikeringkan dan dihancurkan dari zat yang diekstraksi dari rumput skala api, dapat menyebabkan kebakaran jika ditaburkan di mana saja.


Seperti apa?


Ini seperti sistem kimia di dunia lain.


Dewey tidak pernah berpikir jika sihir bisa dijelaskan dengan cara begini.


Obat untuk menjadi bisu, obat untuk menjadi patung, obat penyebab kebakaran. Sangat menarik, bukan?


Menurut Dewey, profesi penyihir obat sebenarnya lebih mirip dokter. Hanya saja dokter menyelamatkan orang, sedangkan penyihir obat menciptakan obat yang mencelakai orang.


Dewey tidak tahu jika idenya tepat seperti komentar orang-orang di dunia ini tentang penyihir obat: penyihir racun.


Sehari demi sehari berlalu. Dewey masih tenggelam dalam ilmu farmasi itu. Namun, pengetahuannya hanya sebatas membaca teori di kertas. Karena ada banyak bahan aneh yang disebut di ilmu farmasi tidak ada bahkan di istana keluarga Rollin.

__ADS_1


Bahan-bahan itu hanya ada di lab penyihir sesungguhnya. Di bidang sihir, penyihir obat biasanya menjadi asisten bagi para penyihir sesungguhnya.


Tidak ada yang berani memberikan bahan-bahan obat berbahaya itu kepada seorang anak kecil, sekalipun dia adalah putra Earl.


Tanpa disadari, enam tahun telah berlalu. Dalam enam tahun terakhir, adik laki-laki Dewey tumbuh sehat. Anak yang diberi nama Gabriel itu lebih mirip keturunan khas keluarga Rollin ketimbang Dewey si idiot.


Sejak kecil, adik laki-laki Dewey sehat dan aktif. Pada usia enam tahun, dia sudah mulai menerima pelatihan dari Pendekar Pedang Alfa. Dengar-dengar, kapten pengawal sangat memuji putra kedua Earl. Hampir semua orang di istana menganggapnya sebagai harapan masa depan keluarga Rollin. Dan Earl jelas mencurahkan seluruh perhatiannya untuk putra kedua. Dia bahkan telah memutuskan untuk mengajari Gabriel seni bela diri keluarga Rollin dua tahun kemudian setelah Gabriel menginjak usia 8 tahun.


Cinta para pelayan, pujian kapten penjaga, perhatian ayah, bahkan seorang mentor yang diundang pun berpikir bahwa putra kedua Earl sangat berbakat. Bahkan ada desas-desus bahwa demi masa depan keluarga, Earl telah mengambil keputusan untuk menetapkan pernikahan bergengsi dengan keluarga tertentu di ibukota kekaisaran untuk putranya yang berusia 6 tahun.


Di luar ini, Dewey si putra sulung telah dilupakan.


Frekuensi sang Earl melihat putra sulungnya bahkan tidak ada sekali dalam sebulan. Hanya Countess yang sering mengunjungi putranya secara diam-diam. Bahkan pada malam-malam tertentu, Countess akan datang ke kamar Dewey tanpa alas kaki, memeluk anaknya yang malang sambil meninabobokan.


Hanya pada saat-saat inilah hati Dewey melunak. Terkadang, dia berpura-pura tidur untuk menghindari momen yang membuatnya ingin menangis. Seringkali, air mata dan helaan napas Countess menemaninya tidur.


Akhirnya, ketika Dewey berusia tiga belas tahun, Gabriel berusia tujuh tahun, berita tersebar. Ini juga merupakan keputusan akhir yang diambil oleh Earl.


Mulai tahun depan, Earl sendiri akan mengajari seni bela diri pada Gabriel, mengajarinya rahasia keluarga Rollin. Pada saat yang sama, Earl Raymond juga membuat perjanjian pernikahan dengan Menteri Keuangan Kekaisaran. Dua sekutu politik menggunakan pernikahan ini untuk kerjasama lebih lanjut. Dan calon istri Gabriel adalah cucu Menteri Keuangan Kekaisaran sekarang, berusia 9 tahun.


Sebenarnya ada juga isu yang mengatakan bahwa pernikahan ini sudah ditetapkan sejak lama, bahkan sebelum Gabriel lahir. Hanya saja, Dewey-lah yang diputuskan untuk menikahi cucu Menteri Keuangan. Karena Dewey dianggap sebagai idiot yang tak punya masa depan, orang yang memikul tanggung jawab dari aliansi kedua keluarga itu diganti menjadi adiknya, Gabriel si jenius.


Adapun Dewey….


Dia meninggalkan ibukota kekaisaran dengan kereta di malam yang gelap dan berangin. Tempat tujuannya adalah wilayah keluarga Rollin yang terletak di bagian selatan kekaisaran di provinsi Cotte. Dan pengumuman yang diberikan kepada dunia luar adalah Tuan Muda Dewey sudah berusia 13 tahun dan kelak akan mengurus properti keluarga di sana.


Sebenarnya, Dewey tahu bahwa dirinya telah diasingkan.


Mengurus properti keluarga? Itu hanya lelucon. Semua orang tahu bahwa bisnis penting keluarga ada di ibukota kekaisaran. Di pusat politik kekaisaran ini. Sedangkan properti di wilayah keluarga seperti tanah pertanian, petani, dan pajak? Cukup mengutus beberapa pengurus rumah ke sana.


Sesungguhnya, Dewey mendapat kabar pasti bahwa dia akan tinggal di rumah leluhur keluarga di daerah pedesaan provinsi selatan Cotte setelah meninggalkan istana Earl. Dan tanpa panggilan dari Earl, dia tidak akan kembali ke kekaisaran lagi.

__ADS_1


Semua orang tahu bahwa pewaris keluarga Rollin telah berpindah dari Dewey ke adik jeniusnya yang berusia 7 tahun.


__ADS_2