Hukum Iblis

Hukum Iblis
Bab 42: Kapten Jack Sparrow


__ADS_3

Dewey menempati kamar kapten, sedangkan kedua gadis penyihir itu melakukan hal yang menurut para bajak laut sangat boros dan terkutuk.


Mandi!


Air tawar di kapal saat berlayar di laut tidak banyak, hanya cukup untuk minum. Mana ada sisa untuk melakukan hal lain? Oleh karena itu, setiap orang di kapal, termasuk kapten, sangat kotor. Sepuluh hari, bahkan setengah bulan tidak mandi, adalah hal biasa.


Kedua gadis itu malah menghabiskan empat tong besar air tawar di tengah helaan napas semua orang.


Dewey tidak melarang, alasannya sangat sederhana. Air tawar di kapal disediakan sesuai jumlah orang sebelumnya. Sekarang berkurang lebih dari dua puluh orang di kapal, menghabiskan sedikit air pun tidak perlu khawatir akan tidak cukup.


Dia juga mengerti bahwa keinginan mandi kedua gadis itu sudah mencapai tahap yang sulit untuk ditahan.


Dewey sendiri bahkan merasa sekujur tubuhnya terasa gatal setelah berhari-hari tidak mandi. Setelah beberapa kali berendam di laut, karena air laut asin, tubuhnya terasa kering.


Ketika kedua gadis penyihir itu mandi, Dewey juga punya urusan yang harus dilakukan.


Kapten Jack Sparrow berdiri di depan Dewey. Tidak hanya namanya yang diganti, seluruh pakaian anak malang ini bahkan dibentuk dengan aneh oleh Dewey.


Sebuah sorban merah melilit kepalanya, janggutnya dikepang oleh Dewey, bahkan kelopak atas dan bawah matanya diwarnai dengan arang dari kapal. Lalu baju, kemeja, rompi, sepatu bot. Karena tidak ada pistol di dunia ini, Dewey hanya bisa menyerah.


Kemudian, Dewey menyuruh anak ini berpose.


Harus diakui bahwa dalam film “Pirates of the Caribbean” yang terkenal di kehidupan sebelumnya, salah satu ciri Kapten Jack adalah … seperti banci. Seorang kapten dengan cara bicara yang sedikit banci, tetapi penuh pesona.


Setelah melakukan beberapa perubahan kebancian terhadap anak yang dipilih Dewey, Dewey sudah sangat puas.


Tepat ketika Dewey sedang bermain cosplay, kedua gadis penyihir sedang menikmati acara mandi di kamar lain.


Sedangkan para bajak laut di kapal tenggelam dalam situasi bimbang.


Karena bangsawan kecil yang menawan mereka meminta mereka untuk segera berlayar ke pelabuhan terdekat.


Kapten, wakil kapten pertama, wakil kapten kedua, serta para pelaut sudah dilempar ke laut oleh gadis menakutkan itu ketika bertarung.


Status tertinggi dari bajak laut yang tersisa di kapal sekarang adalah seorang kepala pelayan sekaligus koki di kapal.


Dan koki ini adalah ayah dari Kapten Jack Sparrow yang dipilih oleh Dewey.


Para bajak laut yang malang mengkhawatirkan nasib masa depan mereka. Meskipun bangsawan kecil itu mengatakan dengan baik, siapa yang tahu akankah mereka ditangkap dan digantung begitu tiba di pelabuhan.


“Bagaimana kalau lawan mereka?” tanya seorang bajak laut bergigi emas.


“Mereka hanya bertiga. Kita bisa mengunci kamar, kemudian membakarnya.”


Bajak laut lain saling memandang, lalu menatap pria yang memberi saran itu dengan tatapan jengah.

__ADS_1


Gadis tadi adalah monster betina. Tendangannya bisa mematahkan tulang orang, juga bisa membuat seorang pria kuat melayang sejauh belasan meter. Kalau begitu, bisakah api membunuhnya?


Mengunci mereka? Memangnya dia tidak bisa keluar dengan menendang dinding?


Kamar-kamar di kapal sebenarnya hanya dipisahkan oleh papan kayu tipis.


Saat mereka sedang berdiskusi, pintu kamar terbuka.


Kapten Jack Sparrow berjalan masuk dengan penampilan barunya. Ekspresinya terlihat canggung. Semua bajak laut melihat kapten baru mereka sekilas, kemudian seseorang bersiul. “Oh, lihatlah kapten kita!”


“Hahaha…. Kapten Jack, dandananmu bagus sekali!”


“Ya, seperti seekor ayam jantan yang ingin kawin! Haha, lebih mencolok daripada pelacur-pelacur di Pelabuhan Walker,” ujarnya diakhiri tawa.


Kapten Jack terlihat canggung, tapi dia segera berdeham. Dia adalah kapten sekarang. Dia menegakkan punggungnya dan berjalan ke dekat meja, lalu berkata dengan marah. “Diamlah, teman-teman! Siapa pun yang mengucapkan satu patah kata lagi, aku akan memasukkan topiku ke dalam mulutnya! Aku bersumpah, aku akan melakukannya!”


“Oh, lihatlah, Kapten kita marah.”


“Hahahaha!”


Sepertinya Kapten Jack belum memiliki otoritas di kapal. Bagaimanapun juga, dia diangkat menjadi kapten oleh Dewey secara mendadak.


“Sudah! Semuanya diam!” Sebuah suara serak tiba-tiba berteriak.


Tampak koki masih sangat bersedia untuk melindungi putranya. “Semuanya diam! Apa untungnya menertawai putraku bagi kalian? Sudahlah, sini, Nak. Aku tahu bahwa kamu juga sangat tidak berdaya. Nyawa semua orang harus diperjuangkan olehmu. Kamu adalah kapten sekarang.”


Kapten Jack menatap ayahnya sekilas sebelum mengangguk. Dia masih muda dan belum ternodai oleh para bajak laut tua di sini.


Meskipun seorang bajak laut, dia sangat bersemangat terhadap petualangan laut.


Anak ini mengeluarkan sebuah gulungan kain tebal dari pinggangnya. “Ini digambar olehnya tadi.”


“Dia? Siapa? Bangsawan kecil itu? Bocah ingusan itu?” ucap seorang bajak laut sambil tertawa.


Ekspresi Jack menjadi muram. Dia menatap bajak laut itu sambil berkata dengan suara rendah. “Beal Tua, dengar. Kalau kamu ingin mati, terus saja menyebutnya seperti itu. Ketika dia akan melemparmu ke laut, aku tidak akan memohon untukmu.”


“Kita semua bajak laut, termasuk aku dan ayahku. Tetapi, apakah kita akan menjadi bajak laut selamanya?” Pemuda ini mengangkat kepalanya dan menatap semua orang.


“Kita semua tahu bahwa suatu hari kita akan mati di laut terkutuk ini. Suatu hari itu akan terjadi. Baik dalam badai, ditenggelamkan oleh angkatan laut kekaisaran, maupun ditangkap oleh mereka kemudian digantung mati di pelabuhan. Mayat kita akan dipatuk oleh burung gagak, burung laut, juga akan dijemur oleh matahari kemudian menjadi sepotong daging yang menggantung di sana selama beberapa bulan. Inilah takdir akhir kita sebagai bajak laut, kawan-kawan.


Aku suka laut, juga suka berpetualang di laut, tapi aku berpikir kalau menjadi bajak laut selamanya adalah pilihan terbaik. Jika kita masih punya pilihan lain. Dengar, kawan-kawanku, Tuan Bangsawan Kecil itu adalah orang berstatus mulia. Aku bisa melihatnya. Dengar, ini adalah kesempatan kita. Kita bisa terlepas dari identitas bajak laut dan menjadi anggota armadanya. Kita bisa terus berlayar di laut dengan identitas lain, armada pribadi bangsawan. Tidak ada angkatan laut kekaisaran yang akan mengejar kita. Tidak ada yang akan menggantung kita di dermaga. Kita hanya mengganti pakaian, pakaian yang lebih bersih, bagus dan keren. Lalu kita bisa bergaul dengan angkatan laut kekaisaran yang menyebalkan itu, bahkan minum bir bersama. Kita juga bisa meminta mereka untuk mengawal dan melindungi kita. Lihat, bukankah itu sangat indah?”


Seseorang mengajukan pertanyaan. “Um… tapi kalau tidak menjadi bajak laut, kita makan dan minum apa? Uang dari mana?”


Kapten Jack tidak langsung menjawab, sebenarnya dia juga tidak tahu. Tetapi dia membocorkan sedikit hal. “Apa kalian melihat dua gadis itu? Coba tebak apa yang kulihat tadi.”

__ADS_1


“Melihat mereka mandi? Hahaha, kamu cukup beruntung….” Si gigi emas tertawa lancang.


Buk!


Sebelum dia selesai berbicara, Kapten Jack langsung melompat ke sana dan meninju hidungnya.


Pria malang itu menjerit, kemudian menyentuh hidungnya sambil melolong. Satu tangannya menghunus pisau tajam yang ada di pinggangnya untuk bertarung dengan Jack.


“Dasar idiot! Sudah kubilang kalau kamu berani berbicara seperti itu lagi, aku akan membunuhmu! Kalau ucapanmu terdengar oleh kedua gadis itu, kami akan terseret!” Niat membunuh melintas di wajah Jack.


Para bajak laut menatap pria yang hidungnya patah. Tidak ada yang mengasihaninya maupun bersedia membantunya.


Mereka semua merasa bahwa Jack benar. Jika pria bermulut lancang ini menyinggung gadis menyeramkan itu, dia hanya akan melibatkan mereka.


Mungkin melemparnya ke laut malam ini adalah pilihan yang bagus.


Kapten Jack berjalan mendekat, lalu menabrak wajah pria itu dengan lututnya. Pria itu langsung pingsan. Pemuda ini kemudian berbalik. “Sudah, sekarang kita lanjutkan topik tadi. Coba kalian tebak apa yang kulihat tadi.”


Tidak ada yang menjawab.


“Sihir.” Kapten Jack berkata dengan suara rendah. “Sihir. Kedua gadis itu adalah penyihir! Gila! Yang kita hadapi adalah penyihir, dua pula!”


Semua orang terkesiap.


Akhirnya rasa hormat dan takut terhadap penyihir muncul di hati mereka. Tidak ada yang berani berbicara kasar lagi.


“Aku melihat kedua gadis itu menyalakan api dengan sihir untuk mengeringkan pakaian mereka di kamar. Mungkin mereka merasa tangan kita kotor sehingga melakukannya sendiri.” Kapten Jack merendahkan suaranya. “Tuan Bangsawan Kecil sengaja membiarkan aku melihat itu, aku tahu. Kalian seharusnya tahu bahwa ini adalah sebuah peringatan. Penyihir bukanlah orang biasa. Mereka bisa membunuh kita kapan pun, terutama gadis menakutkan itu. Dia bukan hanya seorang penyihir, tetapi juga seorang samurai hebat!”


“Masih pertanyaan yang sama, Kapten. Ada untungnya mengabdi kepada bangsawan kecil itu bagi kita? Apa yang akan kita makan dan minum? Akankah dia memberi kita makan? Aku tidak tahu kita bisa menjadi apa lagi selain bajak laut.”


Meskipun pertanyaannya masih sangat kritis, nada mereka jelas terdengar lebih hormat. Bahkan sudah mulai memanggilnya dengan ‘kapten’.


“Aku tidak tahu,” jawab Kapten Jack. “Tapi yang pasti, pertama, kita sudah menyelamatkan mereka. Kita yang mengangkat mereka dari laut. Ini adalah sebuah utang budi. Selama kita menurut, dia tidak akan mempersulit kita dan pasti bersedia memberi kita sedikit keuntungan. Sedangkan yang kedua, pernahkah kalian mendengar bahwa penyihir kekurangan uang, teman-teman?”


Semuanya menjadi tenang.


Terutama poin kedua.


Apakah penyihir kekurangan uang?


Selama ini di mata orang biasa, penyihir adalah orang paling kaya. Ke mana pun mereka pergi, mereka akan menerima pelayanan terbaik. Ada banyak bangsawan yang bersedia menyanjung dan menyenangkan mereka dengan memberikan kekayaan.


Akankah penyihir kekurangan uang? Lucu!


Dengan begitu, Kapten Jack menghapus niat memberontak terakhir semua bajak laut. Kemudian dia membuka gulungan kain itu. “Ini adalah bendera baru kita yang digambar oleh bangsawan kecil itu tadi.”

__ADS_1


__ADS_2