Hukum Iblis

Hukum Iblis
Bab 43: Rencana Dewey Untuk Menjadi Kaya


__ADS_3

Kapal Mutiara Hitam yang sudah memakai bendera baru, berbalik dan berlayar menuju pelabuhan terdekat.


Setelah satu setengah hari perjalanan, kapal bekas bajak laut ini bertemu dengan kapal perang angkatan laut kekaisaran yang sebelumnya mengejar mereka selama dua hari.


Setelah berkonfrontasi, para perwira kapal perang angkatan laut kekaisaran terkejut melihat bahwa bendera bajak laut di tiang telah digantikan oleh bendera yang aneh.


Anak buah kemudian melaporkan bahwa arti dari gambar bendera di kapal bajak laut itu adalah ‘menyerah’. Mereka bukan bajak laut.


Urusan berikutnya menjadi lebih mudah.


Kapten kapal perang angkatan laut kekaisaran memberi perintah dan menerima ‘penyerahan’ kapal bajak laut, kemudian menemukan bahwa Tuan Muda keluarga Rollin yang telah hilang selama berhari-hari ada di kapal bajak laut itu.


Tuan Muda itu bahkan menawan para bajak laut.


Kapten angkatan laut kekaisaran membulatkan matanya. Berdasarkan hukum kekaisaran, bangsawan berhak untuk membuang tawanannya. Pengecualian untuk pengkhianat negara yang melakukan kejahatan besar.


Namun, untuk masalah sesepele Tuan Muda Dewey menangani beberapa bajak laut, kapten kapal perang angkatan laut bersedia untuk membiarkannya.


Bagaimanapun, dia adalah Tuan Muda keluarga Rollin, putra sulung Earl Raymond.


Earl Raymond, yang pernah menjabat sebagai laksamana armada ekspedisi angkatan laut kekaisaran, memiliki banyak jaringan di angkatan laut kekaisaran.


Kapten angkatan laut tentu tidak akan mempersulit putra Earl Raymond.


Setelah kedua kapal itu berhenti berdampingan, Tuan Muda Dewey yang terhormat pindah ke kapal perang dengan sampan. Demi keselamatan, kapten kapal perang ini bahkan mengutus dua pasukan prajurit untuk memantau para bajak laut di kapal bajak laut.


“Tuan Muda Dewey!” Kapten kapal perang angkatan laut adalah seorang tentara angkatan laut yang khas. Dia tidak mengenakan baju besi, hanya seragam. Tubuhnya pendek, kulitnya gelap, tangannya besar. “Seluruh armada kami sudah menyebar untuk mencari Anda di perairan terdekat. Armada menurunkan perintah bahwa siapa pun yang menemukan kapal Anda bisa mendapatkan liburan sebulan di Pelabuhan Walker. Tuhan memberkati! Aku mendapatkan hadiah sebesar ini,” ujarnya diakhiri dengan tawa.


Dewey merasa heran. Seluruh armada sedang mencarinya?


Meskipun ayahnya dulu adalah seorang laksamana berpangkat tinggi di angkatan laut dan kini menjadi orang penting kedua di militer kekaisaran, pria itu tidak menyukainya. Sepertinya dia tidak mungkin mencarinya secara besar-besaran.


Dengan bingung, Dewey dan kapten berbicara di kamar kapten. Dewey segera memahami beberapa hal.


Tampaknya dia telah menjadi alat tawar menawar militer kekaisaran terhadap Serikat Sihir.


Kalau menemukan dia, masalah besar bisa dikecilkan.


Kalau tidak menemukan dia, konflik antara militer dan Serikat Sihir akan menjadi parah. Semua orang tidak ingin melihat itu.


“Kedua orang ini ….” Kapten menatap Vivian dan Joanna yang berada di belakang Dewey.


“Teman-temanku,” bohong Dewey.


Dia tidak mungkin mengatakan bahwa, “Mereka berdua adalah dua penyihir yang mengacaukan kamp militer. Apa kamu melihat gadis berbaju besi itu? Dia hampir membunuhku! Dialah yang menyerang kamp militer lokal!”


Kalau dia berkata seperti itu, mungkin akan menyebabkan kekacauan.


Sihir Joanna sudah sepenuhnya pulih. Jika dia mau, dia bisa membunuh semua orang di dua kapal ini dengan mudah.


Kapten itu tidak bodoh, tapi dia tidak bertanya lebih lanjut, melainkan melewatkan topik tersebut. “Kalau begitu, istirahatlah. Aku akan menyiapkan makanan dan air. Aku akan menyiapkan apa pun yang Anda butuhkan. Jangan sungkan. Adikku pernah bertugas di armada ekspedisi kekaisaran. Dia adalah seorang tentara di bawah pimpinan ayah Anda. Aku juga sangat menghormati Tuan Raymond. Beliau adalah kebanggaan angkatan laut kekaisaran.”


Sebelum keluar, kapten angkatan laut tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, “Maafkan kelancanganku, Tuan Muda Dewey. Apa yang akan Anda lakukan kepada para bajak laut itu? Mereka adalah buronan, Anda ….”


“Mereka adalah tawananku. Aku berhak untuk menangani mereka, bukan?” ucap Dewey sambil tersenyum. “Kebetulan aku akan memiliki armada dan akan menempatkan mereka di armadaku. Aku membutuhkan beberapa pelaut berpengalaman. Selain itu, aku cukup menyukai kapal mereka.”


Sebenarnya kapten angkatan laut ingin mengingatkan Dewey bahwa dia belum mewarisi gelar secara resmi, jadi seharusnya tidak boleh memiliki pasukan pribadi.


Namun, sebenarnya semua keturunan keluarga besar kekaisaran akan memperoleh gelar. Semuanya hanya masalah waktu. Siapa yang akan benar-benar mempermasalahkannya?


“Aku sudah menamai kapal itu dengan ‘Mutiara Hitam’. Ia akan menjadi armadaku,” lanjut Dewey sambil tersenyum.


“Kalau begitu, apa nama armada Anda? Oh, tidak, bukannya aku ingin tahun, tapi bagaimanapun mereka adalah bajak laut. Meskipun itu sudah menjadi milik Anda sekarang, setelah tiba di daratan, aku harus mengisi beberapa dokumen dan mencoret mereka dari target pemusnahan angkatan laut. Jadi aku perlu mengetahui nama armada Anda.”


Dewey terkekeh. Dia menarik kapten berjalan ke dek kapal untuk melihat kapal Mutiara Hitam yang ada di sebelah.


“Kamu lihat bendera di kapal itu?” Dewey tersenyum senang.


“Lihat.” Kapten merasa heran. “Aku tidak pernah melihat bendera seaneh itu. Apa artinya?”

__ADS_1


Bila seseorang dari kehidupan Dewey sebelumnya melihat bendera itu, dia pasti akan pingsan.


Pada bendera itu terdapat huruf ‘M’ yang bulat besar.


“McDonald,” jawab Dewey tanpa mengubah ekspresinya. “Nama armadaku adalah ‘Armada McDonald. Kamu bisa mencatat nama ini di file.”


Melihat kapten yang pergi dengan bingung. Dewey berpikir, betapa lucunya jika suatu hari nanti bendera ‘McDonald’ berkibar di puluhan kapal perang.


Setelah berlayar beberapa hari di laut, dua kapal itu tiba di Pelabuhan Walker, kota pelabuhan di pantai timur Provinsi Lille.


Ini adalah kota pelabuhan pesisir yang khas karena berbentuk busur secara alami, juga menjadi pelabuhan terlindung terbaik. Berbagai kapal dagang dan kapal dagang bersenjata pribadi dengan berbagai ukuran ditambatkan di sana. Dermaga penuh dengan pelaut yang turun untuk bersenang-senang, pegawai sibuk, pemungut pajak, kuli, dan pengangkut barang.


Ada juga pub berskala besar maupun kecil dan pelacur-pelacur yang berpakaian mencolok. Mereka akan menguras koin terakhir dari kantong para pelaut yang telah melaut selama berbulan-bulan.


Setelah kedua kapal berhenti, akhirnya Dewey dan lainnya tiba di daratan.


Dewey merasa kakinya sedikit lemas ketika menginjak daratan untuk pertama kali setelah beberapa hari di laut.


Untungnya dia berhasil bertahan hidup. Selain itu ….


Dewey mengulas senyum dan menyentuh kepalanya tanpa mengubah ekspresinya.


Dia memakai sebuah topi yang indah dan sudah berganti seragam perwira angkatan laut tanpa tanda pangkat. Dia terlihat seperti perwira angkatan laut muda yang tampan, hanya saja terlalu muda dan kurus.


Pelabuhan Walker adalah pelabuhan sipil, bukan pelabuhan angkatan laut. Di sini juga tidak ada angkatan laut. Kamp tentara garnisun lokal terdekat memiliki seribu infanteri.


Kota pelabuhan makmur ini memberikan banyak pajak untuk kekaisaran setiap tahun. Perdagangan maritim juga memberikan banyak keuntungan.


Dewey keluar dari pelabuhan dan langsung merasakan kemakmuran di sini.


Tempat ini berbeda dengan kekaisaran yang terasa agung dan penuh dengan suasana mewah, juga berbeda dengan kota-kota damai nan harmonis di Dataran Rollin.


Kesan pertamanya tentang tempat ini adalah ramai.


Ada berbagai jenis orang di jalan. Pelaut mabuk, pengusaha berperut buncit, juga pemungut pajak berkuda.


Kedua sisi jalan adalah berbagai toko.


Dewey bahkan melihat kubu Serikat Sihir di kota pelabuhan ini.


Di bawah perlindungan tentara angkatan laut, Dewey tidak cukup bebas untuk berkeliling. Dia langsung kembali ke tempat penginapan. Seluruh tempat penginapan disewa oleh angkatan laut.


Kalau begitu, apa selanjutnya?


Dewey menunggu dengan sabar.


Dua hari kemudian, Kesatria Robert, Joline dan lainnya tiba. Setelah mendapat kabar dari Serikat Sihir dengan sihir, mereka langsung bergegas ke sini tanpa tidur.


Kesatria Robert terlihat lebih kurus dan lelah, juga sangat bersalah. Joline tampak pucat. Luka di tubuhnya baru pulih. Setelah melakukan perjalanan, dia juga sangat kelelahan.


Kedua orang ini membawa seribu kavaleri keluarga Rollin.


Pada saat yang sama, mereka juga membawa kabar buruk.


Bencana yang menimpah Dewey membuat keluarga Rollin berada di puncak konflik dengan Serikat Sihir. Dalam situasi seperti ini, sekalipun tidak ingin menjadi musuh Serikat Sihir, keluarga Rollin terpaksa melawan Serikat Sihir demi kehormatan dan harga diri.


Itu membuat Earl Raymond berada dalam situasi yang sulit.


Dan menurut sang Earl, semua ini disebabkan oleh putra sulungnya.


Kesatria Robert tidak hanya membawa pasukan kavaleri untuk melindungi Dewey, tetapi juga membawa teguran keras dan perintah dari sang Earl.


Dewey harus segera kembali ke kastil di Dataran Rollin, kemudian dilarang keluar selama satu tahun. Uang sakunya juga dipotong selama satu tahun, jadi tidak ada lagi tiga ratus koin emas per bulan. Selain itu, Dewey juga dilarang untuk mencampuri properti apa pun di wilayah keluarga.


Selama menjalani masa hukumannya, Dewey tidak diizinkan keluar dari kastil dan harus mematuhi pengurus rumah tua di kastil. Itulah hukumannya.


Apabila Dewey menimbulkan masalah untuk keluarga lagi, hukuman yang diberikan mungkin akan lebih berat.


Akan tetapi, Dewey tidak peduli. Dia sudah menduga kalau dia akan dihukum oleh sang Earl.

__ADS_1


Dilarang keluar selama setahun? Kebetulan Dewey berencana untuk menetap di kastil untuk satu tahun ke depan karena dia membutuhkan banyak waktu untuk mencerna … pemberian Chris. Huh!


Sedangkan uang saku sebanyak tiga ratus koin emas per bulan? Dewey lebih tidak peduli lagi.


“Aku dilarang untuk keluar dan mencampuri properti keluarga. Hanya itu? Tidak ada lagi? Kalau begitu, aku tidak dilarang untuk melakukan apa pun atau mengutus siapa pun untuk melakukan sesuatu, kan?”


Robert menggeleng. “Um … seharusnya tidak.”


“Baiklah.” Dewey tersenyum puas. “Oh, Joline, apakah lukamu sudah sembuh? Bagus sekali. Kebetulan aku punya satu hal yang sudah lama kupikirkan dan sepertinya hanya bisa diserahkan kepadamu.”


Dewey kemudian menyuruh semua orang keluar dan mengundang Joanna.


“Joanna, lihat. Dialah mitramu.” Dewey tersenyum sambil berkata, “Kamu tidak akan berubah pikiran, kan?”


Joanna merasa tak berdaya. “Baiklah, bocah. Aku memang berutang nyawa padamu. Tapi ingat, hanya kali ini. Aku hanya membantumu melakukan hal ini.”


Permintaan Dewey terhadap Joanna sangat mudah, yaitu berlayar dengan kapal Mutiara Hitam. Tugasnya adalah merampok semua bajak laut yang ditemukan.


Dewey berpikir bahwa sekarang dia tidak bisa berbisnis, tidak memiliki modal, juga tidak berpengalaman dalam perdagangan maritim. Uang sakunya bahkan berhenti diberikan. Dari mana dia mendapatkan uang untuk eksperimen sulap dan membangun Armada McDonald-nya?


Setelah memeras otak, dia menemukan jawabannya.


Merampok.


Merampok angkatan laut kekaisaran? Dewey tidak punya nyali.


Merampok kapal dagang? Dewey tidak ingin membuat masalah lagi.


Kalau begitu, dia hanya bisa merampok bajak laut.


Merampok bajak laut tidak melarang hukum, bahkan termasuk perilaku yang didukung dan diapresiasi oleh angkatan laut kekaisaran. Orang yang mendapatkan kepala beberapa kapten bajak laut terkenal akan diberi hadiah besar.


Oleh karena itu, dia memanfaatkan Joanna yang merupakan seorang master dan kapal Mutiara Hitam yang familiar dengan lingkaran bajak laut untuk berlayar.


Orang lain tidak dapat menemukan para bajak laut itu, tapi Kapten Jack Sparrow pasti bisa. Bagaimanapun, mereka adalah bajak laut sebelumnya.


Jadi, urusan selanjutnya akan menjadi mudah.


Merampok.


Merampok uang. Para bajak laut itu pasti mempunyai tabungan yang dihasilkan dengan merampok selama bertahun-tahun. Tabungan mereka kebetulan bisa mengisi kekosongan kantong Dewey saat ini.


Merampok orang. Dewey bisa lanjut ‘menawan’ para bajak laut. Bajak laut yang memberontak bisa dijual kepada angkatan laut kekaisaran untuk mendapatkan hadiah, sedangkan yang patuh bisa dijadikan sebagai armada pribadinya.


Merampok kapal. Dewey tidak bisa menerima bahwa Armada McDonald-nya hanya memiliki satu kapal Mutiara Hitam. Dia tidak punya uang untuk membeli kapal, maka hanya bisa merebut kapal bajak laut.


Kekuatan Joanna adalah jaminan terbesar.


Cara jual beli tanpa modal seperti ini tentu terpikir oleh orang lain juga. Namun, siapa yang bisa membuat seorang penyihir hebat membantunya melakukan hal setidak-penting ini?


Para penyihir bersikap angkuh. Menteri istana pun belum tentu bisa meminta bantuan mereka.


Mengisi kantongnya secepat mungkin secara legal. Itulah pikiran Dewey.


Hal ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada Joanna. Joanna hanya akan membantunya selama tiga bulan karena berutang budi kepada Dewey. Tiga bulan kemudian, gadis itu akan pergi.


Ketika membujuknya, Dewey tentu melakukan sedikit kecurangan, seperti menatap matanya.


Oleh karena itu, Joline adalah kandidat terbaik untuk melakukan hal ini. Kesatria perempuan ini memiliki pengalaman berpetualang, merampok, menangkap orang, mendapat hadiah dan sebagainya. Dia paling familier dengan pekerjaan seperti itu.


Selain itu, dengan adanya nama keluarga Rollin, angkatan laut di luar sana tidak akan mempersulitnya.


Setelah mengatur segalanya, gadis penyihir dan kesatria perempuan itu berangkat. Pada saat ini, seseorang yang sudah lama menunggu di luar pintu akhirnya berlari masuk. Begitu masuk, dia berlutut di hadapan Dewey dan memeluk kakinya.


“Tuanku yang terhormat, aku adalah Sia, pelayan Anda yang paling setia.”


Dewey melihat mantan pemberi makan kuda itu sekilas, lalu tersenyum sambil berkata, “Oh, Sia-ku sayang, lama tidak berjumpa.”


Sia cukup menderita selama beberapa hari terakhir. Dia tahu betul bahwa semua yang dia miliki saat ini berkat Tuan Muda. Kalau Tuan Muda mengalami kecelakaan, dia mungkin akan kembali menjadi pemberi makan kuda.

__ADS_1


“Sudah, Sia. Kamu mengotori celanaku. Berbereslah, kita akan pulang.”


__ADS_2