
“Misteri posisi bintang di langit tidak ada habisnya. Posisi mereka akan berubah seiring berjalannya waktu. Dan perubahan-perubahan ini biasanya dianggap sebagai petunjuk yang diberikan dewa kepada manusia. Orang-orang selalu berpikir bahwa ahli nujum hanyalah orang-orang yang mempelajari teka-teki yang ditinggalkan dewa-dewi ini.
Tapi semua ini salah!
Ada kekuatan tak terbatas di bintang-bintang. Bahkan kekuatan-kekuatan ini lebih kuat dari badai, banjir, dan api yang pernah kita lihat. Begitu kuat sehingga aku curiga.
Apakah kekuatan sebesar ini juga diciptakan oleh dewa-dewi?
Satu lagi, sepertinya bintang-bintang ini telah tergantung di langit sejak dahulu kala. Dulu, dulu sekali. Bahkan lebih awal dari yang kita tahu. Mungkin lebih awal dari terciptanya dunia ini.
Kalau begitu, apakah bintang-bintang ini juga diciptakan oleh para dewa? Jika mengungkit bintang, semua buku yang bisa ditemukan sekarang dan beberapa buku agama dengan seragam menyatakan bahwa, bintang adalah hiasan yang tertinggal di langit ketika para dewa menciptakan dunia untuk memperindah dunia di malam hari. Pada saat yang sama, para dewa akan mengubah posisi bintang berdasarkan emosi mereka dan perubahan di dunia. Dan perubahan-perubahan ini seringkali merupakan wahyu yang diberikan kepada manusia.
Ya, berdasarkan pernyataan-pernyataan ini, bintang diciptakan bersama dengan penciptaan dunia sebagai aksesoris di langit malam. Tapi, apa benar seperti itu?
Enam tahun lalu, ketika aku berusia 34 tahun, terjadi perubahan horoskop di langit. Di malam hari, ada bintang jatuh dari langit. Semua ahli nujum berusaha untuk mencari tahu petunjuk apa yang diberikan para dewa kepada kita. Namun aku malah mulai memilih jalan lain.
Berdasarkan arah jatuhnya bintang malam itu, juga memeriksa semua informasi yang bisa ditemukan, aku memutuskan untuk menemukan bintang yang jatuh itu. Aku menghabiskan waktu selama 3 tahun mengembara di ujung utara dataran dan akhirnya menemukannya!”
Sambil berbicara, bayangan Semel mengangkat tangannya. Salah satu telapak tangannya keluar dari jubah merah, lalu menyeret batu hitam seukuran kepalan tangan.
“Inilah ‘bintang jatuh’ yang aku temukan. Dia terlihat seperti batu. Tentu, yang ada di tanganku ini hanya sepotong kecil. Ketika aku menemukannya, dia sebesar sebuah rumah. Selain itu, permukaan tanah di mana dia jatuh telah menjadi sebuah lubang besar. Aku bahkan bisa melihat bahwa di sana terjadi kebakaran mengerikan. Hutan dibakar menjadi debu, tanah datar hancur menjadi lembah. Kekuatan hancur semacam itu mungkin hanya bisa dicapai dengan mantra terlarang level atas dalam sihir.”
Dewey menghela napas.
Ahli nujum bernama Semel ini sungguh luar biasa di mata Dewey.
Setidaknya, dia berani mengajukan pertanyaan di tempat yang percaya bahwa para dewa yang menciptakan segalanya ini. Dalam beberapa hal, dia sudah sangat dekat dengan kebenaran.
“Tak terbayangkan bahwa ternyata bintang hanya sepotong batu besar. Yang lebih penting lagi adalah batu ini benar-benar berbeda dari zat yang dikenal di dunia ini. Dia keras dan penuh dengan atraksi sihir. Aku menghabiskan banyak waktu untuk mengunjungi banyak ahli kimia sihir berpengalaman, bahkan beberapa pandai besi tua, tapi tidak ada yang mengenali ‘zat’ baru ini. Dengan kata lain, bintang bukan benda dalam dunia ini.” Bayangan Semel mulai bergerak, jelas merupakan pertanda bahwa sihirnya akan segera habis. Dewey dengan cepat meningkatkan semangat dan berdoa agar sihir ini bisa bertahan lebih lama.
“Sejak saat itulah aku mulai mempertanyakan semua pernyataan dalam literatur tentang para dewa menciptakan dunia ini. Bila dewa yang menciptakan dunia ini, membuat dunia ini memiliki makhluk hidup, memiliki siang dan malam, pergantian musim… kalau begitu, siapa yang menetapkan semua hukum ini? Dewakah?
Aku menghabiskan hampir seumur hidup untuk mempelajari perbintangan, dan akhirnya menemukan bahwa ‘perubahan posisi bintang di langit adalah wahyu yang diberikan para dewa kepada manusia’ adalah pernyataan tidak masuk akal. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk mendokumentasikan dan mempelajari posisi beberapa bintang yang dapat dilihat dari langit. Kemudian dalam sepuluh tahun ini, aku mempelajari dan mencatat posisi bintang-bintang ini setiap malam.
__ADS_1
Perlahan, pada malam-malam tertentu, saat awan gelap menutupi langit malam, aku tidak dapat mengamati bintang dengan mata telanjang. Pada saat ini, aku hanya bisa mencari cara lain. Aku teringat sihir. Karena sihir bisa digunakan untuk merasakan semua perubahan kecil di alam, ketika aku tidak dapat melihat bintang, bisakah aku merasakan posisi bintang dengan sihir?
Terakhir, aku menemukan kekuatan bintang! Jika aku bisa menggunakan kekuatan ini, maka aku bisa meminjam kekuatan bintang seperti penyihir yang meminjam kekuatan alam.
Setelah menemukan cara untuk merasakan kekuatan bintang, aku lagi-lagi menemukan hal yang mengejutkan.
Yaitu kekuatan bintang bisa dirasakan tak hanya pada malam hari.
Bahkan di siang hari, aku juga dapat merasakan keberadaan bintang-bintang melalui meditasi dan dengan memperluas kemampuan penginderaan spiritualku. Mereka ada di langit, baik siang maupun malam. Hanya saja, cahaya mereka tertutup oleh cahaya matahari yang terlalu kuat pada siang hari.
Dan sepuluh tahun pun berlalu. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk mencatat posisi bintang-bintang yang aku amati, dan menemukan bahwa meskipun mereka mengalami perubahan, sebenarnya mereka berubah secara beraturan. Ini seperti siklus. Misalnya, sebuah bintang yang berada di sisi timur ketika musim panas, akan berlari ke sisi barat pada musim dingin, kemudian kembali lagi ke sisi timur di tahun berikutnya. Semuanya seperti siklus yang mengulang pada lintasan tertentu.
Jadi, ini bukan wahyu, apalagi teka-teki, yang diberikan oleh para dewa kepada manusia. Ini adalah hukum bintang yang mengulang sesuai peraturan. Hukum bintang!”
Bayangan Semel melemah. Ini adalah detik terakhir sebelum kekuatan sihir habis.
Suaranya pun menjadi sangat serius. “Kuil memberitahu kita bahwa bintang adalah teka-teki dan wahyu yang diberikan para dewa, alhasil aku menemukan bahwa posisi bintang berubah secara beraturan, tidak ada hubungannya dengan dewa dan teka-teki; kuil memberitahu kita bahwa bintang adalah hiasan yang ditinggalkan oleh para dewa di langit malam, alhasil aku menemukan bahwa bintang ada tidak hanya pada malam hari, tetapi juga ada di siang hari. Meskipun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, mereka ada; lalu kuil memberitahu kita bahwa dunia ini diciptakan oleh para dewa, alhasil aku menemukan bahwa zat bintang adalah batu yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Dia bukan milik zat apa pun yang ada di dunia ini.”
Ahli nujum hebat ini akhirnya mengangkat kepala dan mengatakan kesimpulan terakhirnya. “Aku mulai curiga apakah bintang ciptaan dewa. Dan akhirnya aku mulai mencurigai dewa.”
Dibandingkan dengan mereka yang hanya berkonsentrasi percaya pada ‘Tuhan menciptakan segalanya’, wanita yang berani bertanya dan mempertanyakan otoritas, serta menghabiskan kehidupan untuk meneliti ini lebih membuat Dewey merasa hormat.
“Penelitianku semasa hidup disembunyikan di ruangan ini. Deretan lemari di sini adalah benda yang kutinggalkan untukmu. Dan pintu lain di luar adalah misteri yang kutinggalkan. Jika tidak memperhatikan petunjuk yang kutinggalkan tentang astrologi, maka orang yang masuk hanya bisa mencapai pintu palsu di luar itu. Di balik pintu itu hanya ada beberapa harta duniawi. Sedangkan yang di sini barulah warisan sejati yang aku tinggalkan di dunia ini.”
Seberkas cahaya tiba-tiba melintas, kemudian mulai redup. Penampakan ahli nujum wanita perlahan menjadi kabur. Suaranya juga mulai melemah. “Pengingat terakhir, lukisan cat minyak di ruang kerja adalah makhluk sihir yang kubuat. Aku menyegelnya dalam lukisan cat minyak itu, dia akan menjadi panduanmu untuk mempelajari semuanya. Kamu membutuhkan bantuan dan bimbingannya saat mempelajari semua benda di ruangan ini. Demi keamanan, aku tidak meninggalkan mantra sihir bintang yang kubuat di kertas. Aku meninggalkannya pada makhluk sihir itu. Kamu harus melepaskannya dari dia.
Anakku, meski tidak tahu berapa tahun kemudian kamu baru menemukan tempat ini, aku percaya bahwa keluarga Rollin yang hebat akan memiliki keturunan jenius di bidang sihir. Kamu seharusnya paham bahwa penelitian dan penemuanku telah mempertanyakan otoritas dewa. Hal ini pasti tidak dapat diterima oleh dunia ini. Terutama oleh orang-orang yang mewakili otoritas itu. Mereka akan memikirkan segala cara untuk menghancurkan semua ini. Aku tidak bisa meninggalkannya secara terbuka, hanya bisa dengan cara tersembunyi seperti ini.
Aku memantrai makhluk sihir itu. Dia hanya bisa hidup kembali setiap malam, dan tertidur pada siang hari. Seperti bintang yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang pada siang hari. Selain itu, hanya orang dengan kekuatan spiritual kuat yang bisa melihat keberadaannya pada malam hari. Aku percaya bahwa kamu yang bisa sampai di sini, pasti memiliki kekuatan spiritual yang cukup untuk menjadi penyihir hebat. Aku bisa menyerahkan sihir bintang yang kuciptakan padamu. Ingat satu mantra. Kamu bisa membuka segel lukisan cat minyak di luar dengan mantra ini. Setelah dibebaskan oleh mantra ini, dia akan mematuhi perintahmu tanpa syarat. Lain kali semuanya bergantung pada usahamu.”
Ahli nujum wanita perlahan mengucapkan mantra terakhir. Dia mengucapkan setiap kata dengan jelas, jarinya juga meremas beberapa sidik jari. Dewey berusaha keras untuk mengingat ini semua. Kemudian… hush! Cahaya tiba-tiba menghilang.
Kamar kembali gelap. Dewey segera menyalakan lilin lalu memeriksa kamar ini. Berpikir tidak ada yang bisa dilakukan untuk sementara, Dewey kemudian kembali ke jalan semula dengan hati-hati, mengikuti jalan rahasia.
__ADS_1
Ketika kembali ke ruang kerja, badan Dewey telah penuh debu. Tetapi, untungnya ada setumpuk akun berdebu, sehingga tidak sulit untuk menjelaskan debu di tubuhnya.
Menutup pintu di rak buku, Dewey berjalan ke hadapan lukisan cat minyak tersebut. “Aku sudah masuk dan melihat semuanya, termasuk pesan terakhirnya.”
Kedua mata dalam lukisan cat minyak seolah menghela napas, kemudian menunjukkan permohonan.
Dewey mengerti maksudnya, lantas tersenyum dan berkata, “Kamu ingin bertanya tentang cara membuka segelmu? Oh, aku sudah menemukannya. Dia meninggalkan satu mantra. Tapi, terjadi sedikit kesalahan.”
Dewey tersenyum pahit.
Petunjuk pertama yang ditinggalkan Semel adalah lukisan cat minyak di dinding. Orang yang bisa melihat lukisan cat minyak itu pastilah orang yang memiliki kekuatan spiritual yang kuat. Orang dengan kekuatan spiritual kuat pasti akan akan menjadi penyihir. Kalaupun bukan, maka bisa belajar sihir.
Semel adalah penyihir bintang, sehingga memerlukan seorang penyihir untuk belajar dan diwariskan. Jadi, dia meninggalkan akhir seperti ini.
Orang yang tidak dapat melihat bahwa lukisan cat minyak itu bergerak, berarti kekuatan spiritualnya tidak cukup. Tidak memiliki bakat sihir.
Yang bisa lihat maka bisa belajar sihir, kemudian bisa membuka segel dengan mantra yang ditinggalkan Semel.
Tapi, Semel yang cerdas mungkin tidak menyangka jika beberapa abad kemudian, keluarga Rollin akan memiliki keturunan seaneh Dewey.
Dia jelas memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa, tetapi tidak mempunyai bakat dalam indera sihir.
Dengan kata lain, Dewey tidak dapat menggunakan mantra pembuka segel yang ditinggalkan Semel. Tidak dapat membuka segel pada lukisan cat minyak.
Tanpa makhluk sihir yang ditinggalkan Semel, ia mungkin tidak dapat mempelajari sihir bintang yang diwarisi Semel. Karena semua mantra dicatat oleh makhluk dalam lukisan cat minyak ini.
Tenggelam dalam simpul mati, bukan?
Dewey tersenyum pahit.
Jelas-jelas memiliki harta karun besar, bahkan pintu telah terbuka untuknya, tapi ia tidak dapat masuk. Rasanya benar-benar tak berdaya.
Mata Dewey tiba-tiba berbinar. Bukankah aku menangkap seorang penyihir?
__ADS_1
Pria itu bisa menggunakan ‘keterampilan instan’ dengan kemampuan sihir level terendah. Siapa tahu….