
Pada dasarnya, di dunia sihir ini, sihir tampak rumit. Untuk menjadi penyihir berkualitas, ada tiga syarat yang harus dipenuhi.
Pertama, tentu saja mantra. Ini sebenarnya bagian yang paling mudah. Selama kamu menjadi murid penyihir tertentu, kamu bisa belajar sedikit, sekalipun hanya mantra level rendah yang paling sederhana.
Sedangkan untuk diri sendiri, dua syarat lainnya adalah kuncinya, yaitu bakat sihir dan bakat merasakan.
Sihir adalah kekuatan spiritual. Dewey dan Solskjaer sebenarnya termasuk jenis orang yang terlahir dengan bakat sihir. Kekuatan spiritual mereka lebih baik daripada orang biasa.
Namun, mereka kekurangan dalam kekuatan merasakan. Ini adalah kelemahan terbesar yang sebelumnya menghambat mereka untuk menjadi penyihir sesungguhnya.
Sekarang, kekurangan itu secara teoritis telah diatasi oleh Solskjaer. Melalui ilmu farmasi, dia menghasilkan berbagai elemen sihir buatan untuk meningkatkan konsentrasi elemen sihir di lingkungan sekitar sehingga orang dengan kekuatan merasakan lemah juga bisa menggunakan sihir. Meskipun itu hanya sebatas sihir level rendah, setidaknya masalah tersebut sudah diatasi.
Kalau begitu, arah penelitian Solskjaer adalah aspek lain.
Kekuatan sihir, atau disebut juga kekuatan spiritual.
Dewey dan Solskjaer termasuk kelompok orang yang memiliki kekuatan spiritual, tetapi tidak punya kekuatan merasakan.
Kalau begitu tentu ada banyak orang yang berbanding terbalik dengan mereka di dunia ini. Orang-orang itu memiliki kekuatan merasakan yang kuat, tetapi tidak punya bakat sihir.
Kalau elemen sihir bisa dibuat, bagaimana jika kekuatan sihir juga ditingkatkan dengan cara buatan?
Akan seperti apa konsekuensinya?
Setiap kali memikirkan hal ini, Dewey dan Solskjaer akan merasa bersemangat.
Jika masalah kekuatan merasakan dan kekuatan sihir bisa diatasi, itu berarti era penyihir yang hebat akan segera berakhir.
Kalau kamu punya kekuatan sihir, tetapi tidak punya kekuatan merasakan, membuat elemen sihir untukmu, maka kamu bisa menggunakan sihir level rendah. Lalu jika kamu memiliki kekuatan merasakan, tetapi tidak punya kekuatan sihir, dengan meningkatkan kekuatan sihirmu, kamu juga bisa menggunakan sihir level rendah. Setidaknya bisa menjadi seorang penyihir level rendah.
Bahkan orang biasa yang tidak memiliki bakat sihir maupun kekuatan merasakan juga tidak masalah. Paling-paling menggunakan cara buatan.
Apabila Solskjaer berhasil meneliti aspek ini, menurut Dewey, itu adalah signifikansi pembuatan zaman.
Setiap orang bisa menjadi penyihir.
Karena ada target sebesar itulah Dewey mencoba memenuhi eksperimen boros Solskjaer meskipun dalam keadaan ekonomi lemah. Dia menghabiskan ribuan koin emas tanpa ragu. Mulai sekarang, selama syaratnya mengizinkan, dia tidak keberatan untuk menghabiskan puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu koin emas.
Kalau bisa menciptakan ramuan yang bisa meningkatkan kekuatan sihir.
Dewey tidak bisa menahan diri untuk tidak berkhayal.
Cari tiga sampai lima ribu prajurit, bagikan sebotol ramuan sihir dan elemen sihir kepada setiap orang, maka tiga sampai lima ribu prajurit itu adalah penyihir.
Biarpun hanya penyihir level rendah, itu jelas kekuatan yang dapat mengubah sejarah daratan.
Tiga sampai lima ribu prajurit penyihir.
Selama bahannya ada, jangankan tiga sampai lima ribu, tiga puluh sampai lima puluh ribu prajurit penyihir juga memungkinkan.
Hanya memikirkannya saja sudah bersemangat.
__ADS_1
Tetapi sekarang tampaknya kemajuan hampir nol meskipun Solskjaer sibuk dan mengurung diri dalam laboratorium, setiap hari hanya tidur selama tiga sampai lima jam.
Bukannya Dewey tidak memikirkan stimulan. Bagaimanapun, kekuatan sihir sebenarnya adalah kekuatan spiritual. Dewey juga berpikir jika ada obat seperti stimulan di kehidupan sebelumnya yang membuat orang bersemangat. Apakah itu berarti kekuatan spiritual kuat?
Solskjaer sudah mempertimbangkan pengandaian Dewey dengan serius, namun dia langsung menolak kemungkinan tersebut.
“Ada banyak hal yang bisa membuat orang bersemangat setelah menggunakannya. Misalnya, ‘es beri’ yang aku tahu diproduksi di hutan beku utara. Itu memiliki efek yang cukup besar. Setelah meminumnya dapat membuat orang bersemangat. Jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan orang mengalami halusinasi dan melayang. Aku dengar, ada banyak bangsawan yang menyukai ‘es beri’ itu. Bahkan dalam pertemuan pribadi, ‘es beri’ akan dijadikan sebagai makanan untuk mengatur suasana.”
Mata Dewey berbinar. Apakah itu pesta narkoba? Sepertinya bagaimana dunia berubah, kehidupan orang kaya tetap buruk dan absurd.
“Tetapi benda-benda yang bisa membangkitkan semangat itu memiliki efek terbatas. Paling-paling sedikit meningkatkan kegembiraan seseorang, tetapi tidak bisa meningkatkan banyak kekuatan spiritual. Dan untuk menggunakan sihir, kekuatan spiritual yang dibutuhkan dan kekuatan spiritual yang dimiliki oleh orang biasa benar-benar terlalu tinggi. Makanan stimulan seperti itu masih tidak cukup. Aku sudah menghitungnya. Kalau ingin efek stimulan itu membuat kekuatan spiritual seseorang mencapai tingkat di mana mereka bisa menggunakan sihir….”
Solskjaer tersenyum masam. “Mereka harus makan seratus ember es beri. Tetapi jangankan makan seratus ember. Kita tahu bahwa makan lebih dari satu piring kecil saja, jantung akan berhenti berdetak, kemudian mati karena terlalu bersemangat.” Solskjaer tersenyum masam ketika berbicara sampai di sini. “Kecuali jantungmu sekuat naga, maka mungkin bisa menahan efek dari seratus ember es beri. Tetapi kalau kita menemukan naga, kekuatan sihir naga sudah sangat kuat, maka tidak perlu menggunakan cara lain untuk menjadi penyihir lagi.”
Dewey berpikir sejenak, kemudian menepuk Solskjaer yang matanya merah karena kurang tidur. “Masa depan cerah, jalan rumit. Aku percaya padamu. Berusahalah lebih keras.”
Kemudian Dewey bertepuk tangan, menyerahkan masalah pelik itu kepada Solskjaer.
Dewey tidak terburu-buru, sama sekali tidak.
Meskipun dia sudah latihan sihir bintang selama beberapa hari dan masih belum melewati kesulitan pertama, yaitu merasakan kekuatan bintang. Setiap malam bermeditasi dengan mantra yang diberitahu Semel telah meningkat kekuatan spiritual Dewey.
Sekarang tampaknya tidak ada masalah dalam hidup yang mendesaknya untuk menguasai kekuatan sihir yang besar.
Dia seorang bangsawan yang tidak perlu memusingkan sandang, pangan, dan papan. Ada banyak pelayan yang melayaninya. Dengan memonopoli bisnis perjudian di Dataran Rollin, Dewey tidak kekurangan uang lagi.
Apa yang harus dia pusingkan?
Tepat di belakang kastil awalnya ada sebuah pertanian besar yang menghasilkan banyak sayuran dan buah-buahan, yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan kastil dan untuk dijual.
Dewey menggunakan gudang terbengkalai di sebelah pertanian sehingga dia akan datang ke tempat ini setiap hari.
Bubuk mesiu yang diciptakan oleh Solskjaer sedang dimodifikasi.
Berbagai bahan dan tukang yang Dewey minta Sia carikan. Tukang kayu, pemahat, pandai besi, bahkan penjahit, ditambah tujuh atau delapan pelayan kastil, membentuk tim pengembangan kembang api Dewey.
Setelah mendapatkan bubuk mesiu, hal pertama yang terpikir oleh Dewey adalah, benda itu bisa digunakan untuk membuat kembang api dan menghasilkan uang. Dunia ini tidak membutuhkan bubuk mesiu dan senjata api, karena penyihir level rendah mana pun bisa mengeluarkan bola api. Kekuatannya bahkan sebanding dengan peluncur roket.
Sekalipun bukan penyihir, seorang samurai yang bisa tenaga dalam juga bisa menggunakan tenaga dalamnya untuk meluncurkan berbagai bela diri seperti bilah angin.
Dalam situasi seperti itu, Dewey berpikir, apa gunanya dia membuat senjata api dan meriam?
Membuat kembang api lebih praktis.
Berkat pengalaman di kehidupan sebelumnya, Dewey beranjak dewasa di pedesaan sehingga pernah melihat pembuatan kembang api dan petasan di bengkel desa. Dia bahkan bisa membuat petasan dari beberapa gulungan koran dan sedikit bubuk mesiu. Biarpun jelek, setidaknya bisa menghasilkan suara.
Dewey menunjukkan keterampilannya di depan para tukang dan mengejutkan semua orang. Setelah memastikan bahkan Tuan Muda tidak sedang menunjukkan sihir, Dewey menjelaskan kegunaan bubuk kuning itu, kemudian mengajukan permintaannya.
Dewey tidak tertarik dengan petasan yang berisik, dia hanya ingin membuat kembang api yang indah.
Kembang api itu hanya bisa memuntahkan api warna-warni setelah dinyalakan, kan?
__ADS_1
Selama ada bubuk mesiu, proses pembuatannya tidak sulit. Bengkel di desa kehidupan Dewey sebelumnya bahkan bisa membuatnya. Dewey percaya bahwa dia pasti bisa membuatnya juga.
Dewey tidak mengerti bagaimana membuat warna dalam kembang api. Namun, dia tahu ada beberapa hal khusus di dunia farmasi ini yang bisa memancarkan warna api berbeda setelah dibakar. Asalkan dicampur dengan bubuk mesiu dengan benar.
Para tukang tidak bodoh. Setelah memahami prinsipnya, seseorang dengan cepat membuat sesuatu yang berkali lipat lebih indah dari petasan buatan Dewey. Setelah dinyalakan, ia berbunyi dengan keras.
Kemudian kembang api pun jadi. Dewey meminta seorang pemahat untuk mengukir patung kayu berbentuk dewi yang memegang botol air. Setelah timah dinyalakan, mulut botol bisa menyemprotkan empat warna kembang api.
Di zaman ini, benda semacam ini tak diragukan lagi adalah keajaiban. Hasil tersebut membuat bola mata semua orang membelalak. Bahkan tukang kayu dan pemahat, yang berpartisipasi dalam pembuatan, berlutut satu kaki dan memuji Dewi Cahaya yang agung dengan suara keras dan aneh. Mereka mengira itu adalah keajaiban yang diberikan oleh dewa.
Dewey langsung menepuk dahinya dan menamai produk itu dengan ‘Pengampunan Dewi Fajar’.
Setelah membajak nama Aquarius Camus dalam Saint Seiya, Dewey masih tidak puas.
Karena ‘Pengampunan Dewi Fajar’ terlalu kecil. Kembang api yang dimuntahkan hanya setinggi satu orang.
Kalau mau buat, harus membuat yang besar.
Dewey ingin membuat kembang api besar seperti yang dimainkan setiap hari kemerdekaan di kehidupan sebelumnya. Kembang api itu meluncur ke langit, kemudian meledak. Itu baru keren.
‘Pengampunan Dewi Fajar’ ini adalah mainan anak-anak.
Pembuatan kembang api besar sulit.
Dewey menjelaskan panjang lebar dan tidak dapat membuat para tukang mengerti bagaimana membuat api ‘terbang’ ke langit. Setelah berpikir sejenak, Dewey mengerti. Dia membuat sendiri, alhasil melampaui tingkat kembang api dan malah jadi ‘meriam’.
Mustahil untuk menjelaskan kekuatan ledakan bubuk mesiu, prinsip penyemprotan, kekuatan mundur dan sebagainya kepada para tukang. Hasil akhirnya adalah seorang tukang mencobanya sekali dan menaruh terlalu banyak bubuk mesiu sehingga menyebabkan ledakan kecil dan melukai dua orang. Lukanya tidak parah, cukup istirahat selama dua hari.
Akan tetapi, semua orang berpikir bahwa itu adalah hukuman dan peringatan dari dewa.
Oleh karena itu, tidak ada yang berani mengerjakannya lagi meski Dewey adalah tuan muda mereka.
Dewey tidak bisa berkata-kata. Agama mencelakai orang.
Karena kembang api tidak bisa menembak ke langit, Dewey hanya bisa memutar otaknya lagi.
Setelah berpikir satu malam, Dewey terpikir sebuah ide yang lebih mengejutkan. Karena itu tidak bisa meluncur ke langit, dia akan melemparnya dari atas ke bawah.
Tetapi bagaimana naik ke langit? Haruskah menyuruh penyihir untuk terbang?
Kalau begitu jadi tidak berteknis.
Dewey tidak sudi untuk menggunakan ide itu.
Selain itu, sihir api penyihir jauh lebih spektakuler dari kembang api. Kalau bisa mengundang penyihir untuk melakukannya, maka kembang api tak diperlukan lagi. Cukup melempar sihir api sudah cantik.
Tetapi kalau tidak mengandalkan penyihir, bagaimana terbang ke langit?
Dewey tiba-tiba merasa geli. Dia tidak mungkin menciptakan pesawat sendiri dari nol, kan?
Dewey tidak mampu menciptakan pesawat, jadi selain pesawat, ada cara apa lagi?
__ADS_1
Mata Dewey berbinar.