Hukum Iblis

Hukum Iblis
Bab 2: Semua Tidak Bisa (1)


__ADS_3

Hari kemenangan.


Berbanding terbalik dengan suasana heboh di jalan dan gang ibukota kekaisaran, kediaman Earl hening.


Tak ada pesta besar, tak ada perayaan, bahkan resepsi sederhana pun tidak ada.


Meninggalkan dermaga, bahkan seribu prajurit yang semula dipersiapkan untuk ditarik dari armada ekspedisi berbaris di kota untuk menyambut upacara peninjauan warga, menyisakan wakil. Earl bergegas ke rumah lalu menolak beberapa pengunjung dengan alasan ‘Earl yang telah bepergian selama beberapa tahun membutuhkan waktu pribadi untuk menenangkan kesepian hati istri tercinta di rumah.


Biarpun sedikit mengecewakan orang-orang yang dengan susah payah bersiap untuk menyanjung pahlawan baru kekaisaran, alasan yang terdengar serius itu segera mendapat dukungan semua orang.


Dan saat ini, di kediaman Earl, pahlawan kemenangan angkatan laut kekaisaran sedang bersitatap dengan putranya.


Tatapannya sangat dalam, melankonis, dan rumit.


Jika tidak percaya pada integritas istrinya, reaksi pertama saat Earl Raymond melihat anak di depannya adalah apakah ini benar-benar benih yang ia tanam?


Karena paras anak ini sangat berbeda dari dirinya!


Pria dari keluarga Rollin selalu dikenal dengan citra yang agung dan perkasa. Bentuk standar pria dalam keluarga Rollin seharusnya tinggi dan kekar, dada lebar, lengan tebal, wajah persegi, hidung mancung, dan tampak jantan!


Setidaknya Earl Raymond seperti itu. Dia kekar dan penampilannya luar biasa mencolok di lingkaran aristokrat kekaisaran. Ketika masih muda, dia adalah pria hebat yang terkenal di lingkaran tersebut.

__ADS_1


Sedangkan si kecil yang ada di depannya….


Biarpun baru berusia 3 tahun, dia terlalu putih dan kurus untuk keluarga Rollin yang selalu dikenal memproduksi pria maskulin. Um… dengar-dengar, anak ini sakit parah satu bulan yang lalu. Mungkin karena itulah badannya menjadi lemah.


Sedangkan pewaris Earl di masa di depan yang berusia 3 tahun, Dewey Rollin, membalas tatapan ayahnya datar. Dia tidak menangis sekencang anak seusianya, dan itu membuat sang Earl tidak puas. Menurut tradisi, anak yang menangis semakin kencang semakin kuat.


Anak di depannya ini terlalu tenang. Dia duduk di kasur dengan kedua tangan bertumpu pada lutut, menatap dirinya dengan rasa penasaran dan sepertinya juga… menilai.


Earl berpikir jika dirinya pasti salah melihat.


Bagaimana mungkin tatapan anak berusia 3 tahun begitu rumit?!


Ketika Earl merasa murung, perasaan Dewey Rollin lebih rumit dari dia.


Tapi ‘ayah’ yang tiba-tiba muncul ini….


Huh, dia muncul dari mana!


“Dia… benar-benar tidak bisa berbicara?” Dengan raut serius, Earl menatap istri yang ada di sebelahnya. Melihat mata sang istri berkaca-kaca, hati Earl melunak. Mengingat dirinya pergi berlayar selama tiga tahun, meninggalkan istri di rumah dan tidak ada di sisinya ketika dia melahirkan dan membutuhkan kehadiran suami. Dan putra satu-satunya menjadi begini juga bukan salah wanita malang ini. Nada Earl menjadi lebih lembut. “Sudahlah, Sayang. Anak tidak bisa berbicara, kita undang guru paling berpengetahuan di kekaisaran untuk mengajarnya, dia pasti bisa berbicara. Tapi tubuhnya terlalu lemah. Keluarga Rollin membangun pijakan di kekaisaran dengan seni bela diri. Kelak putraku juga akan mewarisi jalanku, menjadi jenderal kekaisaran. Tidak bisa kalau begitu lemah. Um, dia sudah 3 tahun. Kurasa sudah waktunya mencarikan dia seorang mentor. Tubuh yang lemah otomatis akan menjadi kuat setelah berlatih beberapa tahun. Bagaimana jika Alfa? Dia itu kapten pengawalku yang paling setia, pandai seni bela diri, dan setia pada keluarga kita. Kurasa Alfa bisa mulai mengajari Dewey beberapa metode latihan dasar bulan depan.”


Mendengar putra malangnya akan menerima pelatihan di usia yang begitu kecil, mata indah Countess basah. “Tapi… dia masih begitu kecil.”

__ADS_1


“Justru karena tubuhnya terlalu lemah, makanya harus melatih fisiknya lebih awal. Kalau tidak, bagaimana dia mewarisi seni bela diri keluarga Rollin?” Earl yang telah berada di kemiliteran selama bertahun-tahun sangat tegas dalam hal ini, langsung membuat keputusan.


Keesokan harinya, setelah mengunjungi Yang Mulia Kaisar di istana dan menerima medali militer ketiga yang diberikan oleh Yang Mulia Kaisar sendiri pada upacara perayaan, Yang Mulia Kaisar mengumumkan bahwa Earl Raymond yang telah membuat prestasi luar biasa akan dinaikkan menjadi wakil presiden komando tinggi kekaisaran. Ini adalah orang kedua dari menteri militer kekaisaran.


Setelah berbincang sebentar dengan Yang Mulia Kaisar di kamar, Earl Raymond mengajukan penghapusan gelarnya sebagai laksamana kelas satu angkatan laut kekaisaran, menyerahkan kekuatan militer. Keluar dari istana, dia lagi-lagi menolak ucapan selamat dari rekan-rekan dan undangan perjamuan yang banyak. Setelah dengan sopan menolak undangan beberapa pandita dari kuil Dewi Cahaya, dia bergegas pulang.


Putra Earl Raymond yang idiot bukan lagi rahasia di ibukota kekaisaran. Melihat kemurungan tersirat di wajah Earl bahkan pada upacara penghormatan mau tidak mau membuat rekan yang berhubungan baik dengan keluarga Rollin merasa iba padanya. Beberapa musuh politik diam-diam menertawakan kemalangannya tentu tidak dapat dipungkiri juga.


Di rumah, Earl lagi-lagi menghadapi putranya. Bedanya, kali ini tidak ditemani Countess yang cantik. Di sebelahnya berdiri Alfa si kapten pengawal setia yang telah mengikutinya selama hampir dua puluh tahun. Pendekar pedang kekaisaran kelas satu, ‘pedang api berjalan’ yang diakui sebagai salah satu master kendo top di ibukota kekaisaran.


Entah mengapa, Earl Raymond merasa kurang menyukai putranya. Ia merasa jika tatapan anak ini saat menatapnya bukan tatapan kosong, ada perlawanan tersirat. Akan tetapi, ia juga merasa kalau dirinya berpikir terlalu banyak. Apa yang dimengerti anak umur 3 tahun? Karena melakukan ekspedisi, ia tidak pernah menggendong anak ini sejak dia lahir sampai sekarang. Sangat wajar bila dia merasa asing dengan dirinya.


Kepala kapten berlutut satu lutut di depan kasur Dewey dengan standar etiket keluarga menteri, kemudian menggendong Dewey dengan dua tangan, melucuti semua pakaiannya, lalu mencubitnya dari kepala sampai ujung kaki. Dalam proses ini, Dewey meronta. Sepertinya dia tidak terbiasa disentuh-sentuh macam itu oleh pria. Namun, dia tidak dapat melawan tenaga pendekar pedang kelas satu kekaisaran.


“Huft….” Ekspresi Alfa sangat serius. Dia menghela napas, menurunkan pewaris sang Earl, lalu memberi hormat pada Earl sebelum berdiri dan berkata, “Earl, aku….”


“Alfa, kamu adalah orang kepercayaanku, jadi tidak perlu banyak pertimbangan. Katakan saja ada apa.” Earl menghela napas.


“Tubuh Tuan Muda Dewey sangat lemah dan sepertinya dia sedikit… prematur. Tulangnya ramping, detak jantungnya tak beraturan. Fisik seperti ini sedikit lebih buruk dari orang biasa. Jika ingin belajar seni bela diri, takutnya….” Alfa menggertakkan gigi. “Takutnya, tidak akan terlalu sukses.”


“Lalu, bagaimana menurutmu?”

__ADS_1


“Kurasa belajar seni bela diri bukan pilihan yang baik bagi Tuan Muda. Coba lihat apakah dia memiliki bakat di bidang lain.”


Selesai Kapten Pengawal Alfa berbicara, ekspresi Earl menggelap.


__ADS_2