Husband Denial

Husband Denial
Ikatan Takdir


__ADS_3

“Arga, Kamu maukan bantuin Aku?” Itu Sheryl, Kakak tingkatku di Fakultas Kedokteran.


“Tapi,Mbak,,” Dia meminta bantuanku untuk pura-pura menjadi selingkuhannya, setelah ia tau bahwa kekasihnya mencintai gadis lain ia ingin melepaskan kekasihnya agar bahagia bersama gadis itu saja. Ia tidak sanggup jika harus menjalin hubungan tanpa ada cinta lagi, perasaannya yang terlalu besar untuk lelaki itu membuatnya juga harus bebesar hati demi kebahagiaan lelaki itu. Ironis.


“Kali ini aja,Ga. Cuma Kamu yang bisa Mbak minta tolong sekarang, Kamu juga tau kan desas-desus yang tersebar soal Kita. Kebetulan banget, ini bisa bantu Aku buat pisah dari Evan”


“Tapi, bukannya Mbak sayang banget sama Mas evan? Gimana bisa Mbak kepikiran kaya gini?”


“Rasa sayangku buat Mas Evanlah yang membuatku harus begini, Aku ga sanggup kalau lihat mas Evan tersiksa dengan hubungan Kami. Dia berhak bahagia walaupun ga sama-sama Aku”


“Mbak yakin? Ga akan nyesal sama keputusan ini?”


“Ga akan, Apapun demi kebahagiaan Evan. Aku pasti Akan melakukannya”


Itulah bagaimana akhirnya Aku membantunya untuk berpisah dengan kekasihnya, ternyata benar ketika Kita mencintai seseorang Kita dapat melakukan apapun bahkan jika itu harus mengorbankan perasaan Kita sendiri. Ternyata Cinta tidak hanya buta, namun juga Gila.


Aku yang dulu mungkin akan menganggap remeh mereka yang begitu mencinta hingga melakukan hal gila, namun Aku yang sekarang justru ikut gila karena cinta.


Dan itulah alasan mengapa sekarang Aku ada disini.


“Nah, itu dia selingkuhan yang nyelamatin Mbak” suara Mbak Hana, yang merupakan teman sekaligus psikolog pribadiku memenuhi seisi ruangan itu.


Aku akan membalas ucapan Mbak hana, ketika mataku bertemu dengan gadis yang saat ini sedang menatapku dengan terkejut.


‘Ah takdir memang begitu indah’ batinku.


“Arga, ngapain Kamu disitu? Sini duduk, mau konsultasi ya” suara Mbak Hana memuat Kami mengakhiri kegiatan tatap-menatap Kami.


“Iya sih,Mbak. Tapi Mbak kayanya lagi ada klien Aku keluar aja ya”


“Gapapa, sini duduk. Kenalin ini Rachel, adik sepupuku. Kebetulan dia lagi main kesini”


“Yaudah,Mbak. Kalau gitu Aku aja yang pamit ya” itu Rachel.


“Ih, Kamu baru juga dikenalin. Udah sini duduk dulu kalian berdua. Rachel, ini Arga teman sekaligus pasienku”


“Arga” Aku duduk di kursi di samping Rachel dan menggulurkan tangank padanya.


“Rachel” ia menyambut tanganku dan tersenyum tipis.


“Mbak, sabtu ini jadikan nemenin Aku ke Pesta pernikahan Mbak Sheryl?”

__ADS_1


“Duh maaf banget, Ga. Sabtu ini Mas Evan balik ke Jakarta kemungkinan Kita bakal ngabisin weekend bareng anak-anak” Suami Mbak Hana memang sering dinas keluar kota, membuat Mbak Hana sering ditinggal sendirian bersama anak-anaknya.


“Jadi, gimana dong Mbak malu nih Aku pergi ga bawa pasangan, kalau ada Mbak seengganya kan gabakal ditanya soal pasangan”


“Duh gimana ya, Pacar Kamu ga bisa apa sabtu ini?”


“Dia lagi sakit Mbak, gaenak kalau ngajak kemana-mana takut dia kenapa-napa entar Aku tuh”


“Hm, yaudah gimana kalau pergi sama Rachel aja, lagian Rachel weekend juga liburkan?”


Rachel yang sejak tadi diam hanya memperhatikan Kami terkejut ketika namanya disebut.


“Siapa,Mbak? Aku?” tanyanya.


“Iya Kamu, siapa lagi. Mau ya Hel, anggap aja Kamu ngewakilin Mbak buat balas jasa ke Arga yang udah bantuin Mbak dulu”


“Gapapa Kok,Mbak. Kalau adenya Mbak gamau, jangan dipaksa. Gapapa kok”


“Ih, gapapa kali orang si Rachel juga ga ada kerjaan kalau weekend, paling juga main sama anak-anak ke rumah”


“ih, Mbak gatau ya akhir-akhir ini Aku sibuk”


“Hm, iya deh Aku temenin”


“Beneran ya Hel?”


“Iya, Mbak”


“Yaudah kalian tukeran kontak ih biar mudah ngehubunginnya”


“Hm”


Aku memberikan kartu namaku pada Rachel sebagai formalitas di depan Mbak Hana, walaupun sebenarnya Kami sudah memiliki kontak satu sama lain.


Tiba-tiba,ketika Rachel akan mengetik kontakku , ponselnya berdering dan pamit keluar untuk mengangkat telpon, meninggalkan Aku dan Mbak Ha berdua di ruangan ini


Setelah Rachel pergi, Hana menatap Arga dengan prihatin. Kedatangan lelaki ini hari ini pasti karena telah terjadi sesuatu.


“Ada apa,Ga? Apa ‘dia’ muncul lagi?” tanya Hana.


“Seperti yang Mbak lihat, ini udah satu bulan sejak ‘dia’ terakhir muncul namun kemarin ia  ‘kembali’ “

__ADS_1


“Apa Kamu melakukan sesuatu yang memancingnya keluar?”


“Aku rasa, Akhir-akhir Aku membiarkan obsesiku membesar”


“Ah, tentu saja itu membuatnya memberontak”


“Apa yang harus kulakukan dengan hal ini,Mbak? Sebulan yang lalu Aku bahkan hampir mencelakai seseorang karenanya”


“Apa itu Rachel?”


“Bagaimana Mbak Tau?” Arga tampak terkejut dengan pertanyaan Hana.


“Tentu saja, Aku tau. Dari caramu memandang Rachel Aku langsung tau bahwa dia adalah gadis yang Kau maksud selama ini”


“Apakah itu artinya Aku harus menjauhi Rachel saat ini, Mbak tau sendiri apa yang terjadi jika Aku terus dekat dengannya. Lalu, mengapa Mbak justru mencoba mendekatkan kami berdua”


“Arga, dengarkan Aku. Kau tidak bisa membiarkan ‘dia’ terus menguasaimu. Kau dokter, Kau pasti tau bahwa cara terbaik untuk sembuh adalah menghadapi rasa sakit itu, lalu mengapa Kau selalu saja melarikan diri?”


“Aku tidak sanggup jika harus melakukan hal yang lebih buruk dari yang terakhir kali kulakukan”


“Bukankah Kau mengalami hal ini sebelum berpisah dengan Rachel, itu artinya Kau bersama Rachel Kau justru dapat menghadapinya”


“Tapi, perasaanku pada Rachel justru yang kian membesar justru menimbulkan dampak sebaliknya akhir-akhir ini”


“Kau harus mencari tau penyebab yang sebenarnya, Aku tau itu bukan karena Rachel. Ada hal lain yang membuatnya tiba-tiba muncul”


“Aku rasa Ia muncul tepat ketika Aku berada di titik terendahku saat itu”


“Nah, itu dia. Kau harus mencari tau kapan dan bagaimana ia muncul. Kau tidak boleh menyangkut-pautkan semuanya dengan Rachel, yang Aku lihat disini sepertinya ‘dia’ juga menyukai Rachel”


“Lalu, apakah itu artinya perasaanku dengannya saling terhubung?”


“Tentu saja, Dia adalah dirimu dan Dirimu adalah dirinya”


Arga memikirkan perkataan Hana tadi dan mulai merenungkannya. Sebenarnya setelah ia menyatakan perasaannya pada Rachel hari itu, sisi lain dirinya mendadak muncul. Sisi itu adalah keinginan terpendam yang ia simpan sejak lama, ia yang selalu ingin menggenggam Rachel di tangannya.


Kejadian sebulan yang lalu adalah pemborantakan yang dilakukan olehnya guna mendapatkan kembali hati Rachel. Mencari perhatian gadis itu seolah menjadi satu-satunya cara agar ia kembali mendapatkannya. Namun, ia gagal. Dan sosok itu kembali muncul dalam dirinya, membawa mimpi-mimpi buruk yang menghantuinya sepanjang malam. Mengikat dirinya dalam keputuasaan yang mendalam. Ia tak bisa lepas, bahkan ketika pita suaranya hampir putus karena terus menjerit-jerit.


Tersiksa seperti itu, Arga sungguh tidak menginginkannya lagi.


***

__ADS_1


__ADS_2