
Cast
Kim Minju As Lyra
Hwang Hyunjin As Raka
***
Lyra mengalamani kecelakaan pada saat berumur 17 tahun, orangtua dan kakak lelakinya tewas dalam kecelakaan itu. Karena tidak memiliki siapapun di dunia ini, Raka, teman sekaligus anak dari teman ayahnya meminta kepada keluarganya agar Lyra tinggal bersama mereka. Lantas saja, Keluarga Raka langsung setuju dengan keputusan Raka.
Namun, suatu hari Raka terpaksa harus melanjutkan pendidikannya keluar negeri meninggalkan Lyra yang memutuskan untuk kuliah di Indonesia saja. Setelah beberapa tahun lamanya, mereka di pertemukan kembali.
*
Ini sudah dua tahun semejak Lyra tinggal di rumah Raka. Setiap hari mereka akan berangkat bersama dan pulang bersama pula. Namun, ketika hari kelulusan tiba. Raka harus pergi ke London untuk belajar, Lyra bingung memikirkan bagaimana Ia akan berpisah dengan Raka.
" Raka, entar malem keluar bentar yuk. " ajak Lyra pada Raka yang tengah sibuk memainkan ponselnya.
" Kemana? "
" Ada deh, lagian kemarin-kemarin Kita ga sempat keluarkan karena persiapan ujian, jadi anggap aja ini buat refreshing. " Memang benar bahwa tiga hari yang lalu mereka baru saja menyelesaikan ujian akhir, sabtu ini juga akan diadakan pesta kelulusan yang bertepatan dengan hari keberangkatan Raka.
" Oke sip, deh. " balas Raka singkat.
Azraka Noel Kumala. Lelaki yang terbilang sedikit dingin itu telah bersahabat cukup lama dengannya. Namun, entah mengapa meskipun telah tinggal bersama Lyra merasa bahwa Ia belum mampu untuk menyingkirkan sikap dingin Raka.
Namun, meskipun begitu. Raka adalah orang yang cukup baik dan selalu melindunginya. Ketika orangtuanya meninggal dan terpaksa tinggal bersama Raka, banyak teman sekelasnya yang menghujatnya entah karena apa. Yang Ia tau banyak diantara mereka yang menyukai Raka dan itu bisa menjadi salah satu alasan. Dan ketika itu terjadi, Raka akan selalu melindunginya dan mengatakan untuk tidak perduli dengan perkataan orang lain.
*
Malam pun tiba, Lyra mematut dirinya di cermin. Ia hampir menghabiskan waktu satu jam untuk memilih pakaian ini. Ia harus tampil sempurna karena malam ini adalah malam yang berkesan untuk mereka. Ia berharap bahwa Ketika Raka jauh disana Ia akan tetap mengingat momen ini dan tentu saja Lyra ingin terlihat sempurna untuk momen ini.
" Raka, Ayo Kita pergi. " seru Lyra ketika Ia sampai di ruang tamu tempat dimana Raka telah menunggunya.
" Eh, kalian mau kemana? " tanya Mama Raka yang tiba-tiba saja muncul dari pintu depan. Memang Diana, Ibu Raka suka pulang ketika malam hari karena pekerjaannya.
" Ini, Tan mau keluar bentar, buat refreshing. Boleh kan Tan? " tanya Lyra kepada Diana.
__ADS_1
" Boleh, tapi jangan kemaleman ya sayang. Raka jagain Lyra ya, nak. Hati-hati ya kalian. " ujar Diana lembut.
Raka hanya menganggukan kepalanya pelan sambil mengambil kunci motor yang tergantung di dekat pintu masuk.
" Tan, Kami pamit yaa~ "
" Iya sekali lagi hati-hati ya "
" Kita naik motor? " tanya Lyra kepada Raka yang telah naik ke motornya.
" Ya, iyalah. Males banget gue bawa mobil sekarang " balas Raka.
" Lah, kenapa ga bilang. Tau gitu kan gue ga pake dress. " keluh Lyra.
" Hm, ya loe ngapain juga malem-malem pake dress gituan. " Lyra menghembuskan nafasnya kasar, dan beranjak masuk rumah.
" Eh, eh loe mau ganti baju?. " seru Raka
" Ya iyalah, yakali naik motor pake ginian. " sahut Lyra kesal.
Dengan malas ia naik ke kamarnya.
" Eh, kok balik lagi? " tanya Diana.
*
Lyra kembali dengan pakaian yang lebih kasual, Raka yang melihatnya hanya memandangnya sekilas.
" Nah, gitukan bener. " seru Raka ketika Lyra telah naik ke atas motor.
" Hmmm. "
" Pegang yang erat, ya. Ngebut nih gue. "
Lyra meletakkan tangannya di pinggang Raka dengan wajah yang masih cemberut.
' Yah, gagal nih semua planning gue, baju aja udah salah kostum ' batin Lyra.
Mereka sampai di tempat tujuan, sebuah bukit dimana Kita dapat melihat langit malam dengan begitu jelas. Di bawah sebuah pohon terlihat terpasang dekorasi yang indah dengan lampu yang gemerlapan.
" Jadi, ini ide loe? Lah, gue kira apa. " Julid Raka pada Lyra.
__ADS_1
" Ya terus? Kalau gasuka yaudah yuk balik. " gerutu Lyra.
" Gausah, boros bensin bolak balik "
" Yaudah, kalau gitu ayuk. " Lyra menarik tangan Raka menuju pohon tersebut
" Terus kita ngapain disini? " mereka duduk diatas sebuah sofa yang telah disusun sedemikian rupa sehingga sangat nyaman untuk digunakan untuk berbaring.
" Menurut loe ngapain? " tanya Lyra kembali.
" Tidur? " ujar Raka sambil berbaring di atas tempat tersebut.
" Ya enggalah, bangun-bangun. " Lyra menepuk Raka dengan keras.
" Ngapain gue yang bangun, loe aja sini ikutan rebahan. " Raka menarik tubuh Lyra berbaring di atas lengannya.
Lyra yang terkejut akan memarahi Raka, ketika Ia melihat lelaki itu menatap langit dengan tenang. Jembatan Hidungnya yang tinggi membuat bagian samping lelaki itu tampak begitu tampan. Bibirnya yang tebal dan terkesan dingin itu tampak begitu menggemaskan, kulit putihnya terpancar sinar bulan. Dan yang paling menarik perhatian Lyra adalah mata lelaki itu yang tegas namun lembut di saat bersamaan.
' Apa Raka selalu setampan ini? ' batin Lyra.
" Jadi, Loe bawa Gue kesini untuk liat bintang kan? " ujar Raka tiba-tiba. Lyra mengalihkan pandangan ke arah langit yang memang sangat indah malam itu.
" Ah iya, indah banget.." gumam Lyra pelan.
" Lyra.. " Raka tiba-tiba membalikkan tubuhnya menghadap Lyra, membuat Lyra sedikit terkejut.
" Iya? " gadis itu tampak gugup karena Raka jarang sekali memanggil namanya seperti itu.
" Loe bisa jaga diri kan pas Gue pergi nanti...? " Raka menatap matanya dengan begitu dalam.
" Ya, bisalah.. Loe taukan gue itu..."
" Shut. " Raka meletakkan telunjuknya di bibir Lyra, membuat gadis itu terdiam.
" Janji ya sama Gue, Loe harus baik-baik aja sampe Gue kembali, oke? " Lyra tanpa sadar mengangguk kan kepalanya dan menatap Raka dalam.
" Ah, iya. Sebenernya ada yang mau gue kasihin ke Loe. " seru Lyra tiba-tiba. Ia bangkit dari posisi berbaringnya dan mengambil sebuah kotak yang berada di atas meja.
Ia memberikan kotak itu pada Raka yang masih berbaring. Raka akhirnya ikut bangkit dan menatap Lyra penuh tanya.
" Ini apa? " tanyanya.
__ADS_1
" Buka aja. " ujar Lyra.
Bersambung.