Husband Denial

Husband Denial
So I Am (Bagian 1)


__ADS_3

Hari yang begitu melelahkan bagi Sam, sejak pagi Ia sudah disibukkan dengan begitu banyak pekerjaan. Kini, Ia hanya terduduk lesu sambil menyesap Ice Americanonya di sudut ruang kerja.


Ia menatap setumpuk sampah kertas hasil desainnya yang berulang kali Ia rubah karena tidak puas. Ia tidak menyangka bahwa proyek untuk sebuah Rumah lansia jauh lebih merepotkan daripada mendesain interior perkantoran dan hotel.


Ia harus mampu mengetahui apa yang sesuai untuk seseorang dengan usia yang sudah renta, warna-warna apa saja yang dapat ditolerir oleh penglihatan mereka, serta tingkat kenyamanan seperti apa yang harus diberikan.


Menjadi kepala tim di sebuah studio desain yang cukup kecil ini bukanlah suatu pekerjaan yang besar, gaji yang tidak seberapa dan harus bekerja sepanjang waktu. Namun Sam sudah merasa bangga akan semua itu, Ia senang setiap kali Klien-nya memuji hasil karyanya dan puas akan hal itu.


" Sam, gue balik duluan ya. Biasa, Pak bos udah nunggu. " Lia, teman sekantornya tampak pamit meninggalkannya sendiri di ruangan itu. Beberapa teman mereka sudah pulang sejak tadi, memang Sam dan Lia senang menghabiskan waktu sedikit lebih lama di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.


Sam menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangan kepada Lia, gadis itu tersenyum cerah padanya. Sepertinya Lia sangat senang karena akanĀ  bertemu suaminya, Sam tau bahwa Lia sengaja pulang terlambat agar bisa dijemput oleh suaminya yang memang jam kantornya sedikit lebih lama.


'Andai aja gue udah nikah, seneng kali ya liat bini gue senyum kek gitu setiap ketemu gue. ' batin Sam.


Selepas kepergian Lia, Sam kembali menerawang betapa biasa kehidupan yang Ia lalui saat ini. Ia selalu merasa bahwa Ia tidak memiliki daya tarik apapun sebagai seorang lelaki, sudah 3 tahun sejak terakhir kalinya Ia berhubungan dengan wanita, itupun mantan tunangan yang gagal Ia nikahi saat itu.


' Ah, Yeji pasti marah besar kalau tau gue mikirin Heejin lagi. ' batin Sam lagi, mengingat saudara kembarnya yang begitu membenci mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


*


Amy tidak ingin bangkit dari tempat tidurnya, Ia begitu sibuk seminggu ini. Ia bahkan tidak menyangka bahwa Ia telah melakukan penerbangan selama lima hari berturut-turut tanpa henti. Semua itu karena rekan kerjanya banyak yang cuti karena menikah dan melahirkan, ada apa dengan orang-orang sekarang. Apakah menikah menjadi tren saat ini? Mengapa Ia harus menjadi satu-satunya yang menderita, ketika orang lain bersenang-senang.


Maskapai penerbangannya memang tidak memiliki begitu banyak awak. Penerbangannya hanya berkapasitas kurang dari 80 orang itu hanya memuat penumpang VIP saja, itulah yang membuat hanya beberapa orang terpilih saja yang dapat bekerja disana. Amy tidak tau apakah Ia harus bersyukur atau kesal, karena akhir-akhir ini teman seprofesinya mulai mengambil cuti.


Ketika Amy masih bermalas-malas ria, tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan nama teman seprofesinya, Jess.


" Hm, kenapa Jess? " seru Amy dengan suara paraunya, khas orang baru bangun tidur.


" Loe baru bangun?! Loe ga lupa kan hari ini ada oprec flight attendant yang baru? " Amy terkesiap, dan melihat tanggal di ponselnnya.


*


Karakter


Hwang Hyunjin as Sam Hwang

__ADS_1


...



...


Designer interior yang ambisius, dan penuh wibawa. Mantan playboy yang tobat gegara gagal nikah, Ia adalah seseorang yang merasa nyaman dengan kesederhanaan dan bahagia ketika orang lain puas dengan kerja kerasnya.


Kim Minju as Amy Kim


...



...


Amy adalah seorang flight attendant yang pekerja keras. Untuk sampai di titik ini, Ia mengerahkan seluruh kemampuan yang Ia miliki dan tidak putus asa. Ia tidak tau harus berbicara apa tentang statusnya, pasalnya Ia tidak benar-benar sedang mengencani seseorang, namun Ia sudah memiliki seorang tunangan yang Ia tidak ketahui identitasnya.

__ADS_1


***


__ADS_2