Husband Denial

Husband Denial
Karena Aku bersamamu (2)


__ADS_3


 


 


 



Kini Aku Arga, Jennie dan Allen tengah menyantap sarapan Kami dengan tenang. Memang beberapa waktu Arga datang ke apartemenku atas permintaan Mbak Hana. Ia lah orang yang dikirimkan Mbak Hana untuk menemaniku dan Anak-anak ke pantai.


“Kita akan pergi sebentar lagi, habiskanlah makanan kalian. Aku akan beres-beres dulu” ujarku kepada mereka, ketiganya hanya mengangguk menanggapiku.


Setelah berberes, Aku menuju mobil dimana sudah ada Arga dan anak-anak.


“Nini, sini sama Onti duduk di belakang ya” Aku menggendong Jennie dan mendudukannya di pangkuanku, memang Jennie masih begitu kecil dan mudah tertidur. Jadi, Aku menyuruh Allen kakaknya duduk di depan, sehingga ketika Jennie tertidur Aku dapat meletakkan kepalanya di pahaku.


“Tapi, Allen mau sama Onti juga duduknya” ujar Allen, yang sepertinya masih sedikit canggung dengan Arga.


“Gapapa,kok. Sini, duduk sama Om aja. Kan kita sama-sama cowo” Tiba-tiba Arga menanggapi pekataan Allen.


“Tapi,Om..” ragu Allen.


“Gapapa,kok. Lagian kasian Onti Kamu kalau Nini tidur jadi kesusahan entar”


“Ah,iya..”


“Yaudah, sama Om aja ya di depan?”


“Iya,Om”


Sepanjang perjalanan Aku dan Arga hanya diam, Jennie yang tertidur serta Allen yang sibuk dengan buku yang dibawanya dari rumah.


*


Rachel merasakan perutnya sakit sekali, ketidakseimbangan hormon membuat dirinya datang bulan sebelum waktunya. Ia menyadari itu karena ia mengalami kram dengan rasa sakit yang sama setiap datang bulan.


“Arga, bisa mampir di rest Area terdekat,ga?” pinta Rachel pada Arga yang sibuk menyetir.


“Rest Area? tapi, ini masih jauh banget ke Rest Area berikutnya. Kita baru aja lewatin Rest Area tadi” ujar Arga.


“Jauh banget? gimana ya? Aku itu..”


“Kamu apa?’”


“Itu..Ga..”

__ADS_1


“Ah, itu. Oke,pegangan yang erat ya Kita ke rest Area sekarang” Arga dokter, tentu saja ia mengerti ketika melihat Rachel terus memegang perutnya. Ia melajukan mobilnya secepat mungkin, menuju Area terdekat.


Setelah hampir 20 menit, mereka sampai di sebuah Rest Area terdekat. Rachel akan turun ketika ia menyadari ada noda darah di dressnya.


“Ini pake jaket Aku aja” Arga membuka jacket warna Army yang ia gunakan dan memberikannya pada Rachel.


“Tapi, nanti..”


“Gapapa,pakai aja. Lagian kalau kotor juga bisa dicuci kan?” ujar Arga.


“Ga, Aku titip anak-anak dulu ya ga akan lama kok”


“Iya, kalem aja”


Rachel meninggalkan mereka bertiga dan menuju ke arah toilet.


Namun, tak lama kemudian Jennie yang tadinya tertidur mendadak terbangun. Ia merengek begitu kencang membuat Arga kebingungan. Ia bangkit dari kursi setir dan menuju kursi belakang untuk mengambil Jennie. Dengan tangannya yang besar, ia angkat tubuh jennie hingga berada dalam gendongannya sambil bersenandung menenangkan.


“Om,Nini haus” seru Nini tiba-tiba.


“Iya, Nini mau minum apa biar Om beliin” tanya Arga pada Jennie yang masih berada di gendongannya.


“Mau susu stobeli om”


“Allen, Kamu kesini dulu ya. Om mau beli susu buat Nini dulu, nanti kalau Onti kalian sudah kembali tolong bilangin ya.” pinta Arga pada Allen, yang masih sibuk membaca bukunya dari tadi.


“Iya,Om” balas anak itu singkat.


“Mango yogurt aja,Om”


“Baik, Om pergi dulu ya”


Sambil menggendong Jennie yang masih setengah tertidur, menuju minimarket terdekat.


Arga akan membayar belanjaannya ketika ponselnya berbunyi, menampilan sebuah notifikasi pesan dari Rachel yang memintanya untuk membeli...err.. pembalut.


Tanpa berpikir, Arga langsung menuju rak dan mencari pembalut seperti yang diminta oleh Rachel, kasir wanita yang berada di depannya tersenyum, melihat Arga seolah ia adalah sosok suami dan ayah yang luar biasa.


Meskipun yang terjadi sebenarnya adalah Arga malu setengah mati.


 


 


*


Ketika Rachel keluar dari toilet setelah Arga memberinya pembalut yang lupa ia bawa hari ini, ia melihat kini Arga sedang duduk bersama di teras minimarket bersama jennie dan Allen yang sedang menyesap minuman mereka.

__ADS_1


“Maaf ya Onti lama” ujar Rachel begitu sampai di depan mereka.


“Gapapa, kok Onti Kita juga lagi nyantai ini” ujar Allen yang sepertinya sedang berada di mood yang baik. Rachel dapat melihat anak lelaki yang biasanya lebih banyak diam itu, kini sangat asik menyeruput yogurtnya.


“Apa Kau sangat menyukai itu,Allen” Arga yang tidak dipedulikan Rachel kehadirannya sejak tadi, mengelap sisa yogurt yang melekat pada bibir Allen.


Rachel menelan liurnya melihat pemandangan tersebut, entah mengapa bayangan ketika Arga mengecup bibirnya kala itu. Ketika gerald membersihkan bibir Rachel, dan Arga mengecup Rachel demi menghilangkan bekas gerald.


“Benar, Aku sangat menyukainya. Bisakah Om membelikanku satu lagi? Ayolah, Om Arga baik sekali” ini pertama kalinya Rachel melihat Allen bertingkah imut seperti itu.


“Kau masih kecil, tidak baik terlalu banyak meminum minuman seperti itu. Bagaimana kalau Kita makan siang saja, bukankah sekarang sudah waktunya. Om akan membelikan apapun yang Kau inginkan” Benar saja, sekarang sudah masuk jam makan siang.


“Aku mau Chicken Popcorn, maukah Om membelinya untukku?” pinta Allen masih dengan suara yang menggemaskan.


“Apa Kau benar-benar suka makan Allen? Lihatlah dirimu ketika berbicara makanan,begitu antusias”


“Tentu saja, siapa yang tak suka makan”


“Ahaha, sepertinya Kau benar-benar menyukainya” Arga mengacak-ngacak rambut Allen yang cukup tebal itu”


Rachel yang sejak tadi merasa terabaikan, mengambil Jennie yang berada di pangkuan Arga dan menggendongnya.


“Mengapa Kau menggendongnya, biar Aku saja. Bukankah perutmu masih sakit?” akhirnya Arga berbicara para Rachel.


“Aku sudah tidak apa-apa, Aku akan menggendong Nini. Bukankah Kau bilang ingin makan siang Ayo kita pergi sekarang”


Rachel berjalan duluan meninggalkan Arga yang bahkan belum bangkit sama sekali.


“Rachel, Kau mau kemana?”


“Bukankah Allen ingin Chicken Popcorn, Kita harus berjalans edikit untuk menemukannya”


“Ah, begitu” Arga menggendong Allen dan menyusul Rachel yang tidak begitu jauh darinya.


*


Mereka sampai di sebuah food court yang menyediakan berbagai makanan. Arga akan memesan makanan ketika Rachel menghentikannya.


“Aku sudah memesannya sebelum Kau kesini, Food court ini menggunakan aplikasi jika ingi memesan makanan”


“Benarkah? Lalu, apa yang Kau pesankan untukku?”


“Bukankah Kau menyukai Sandwich Tuna? Aku sudah memesankannya untukmu”


‘Bagaimana ia tau bahwa Aku selalu makan Sandwich Tuna ketika di rest Area’ pikir Arga.


‘Tentu saja karena Aku Rachel’ batin Rachel, seolah tau apa yang dipikirkan Arga saat ini.

__ADS_1


Makanan datang dan mereka mulai menyantap makananya, Rachel menyuapi Nini yang belum terlalu pintar makan sendiri sedangkan Arga membantu Allen ketika makan. Membuat mereka berempat terlihat seperti keluarga yang begitu bahagia.


‘Huh, kalian memang cocok sekali. Seperti inikah bayangan ketika kalian bersama kelak? Masa depan yang tidak akan kalian temui’ batin seseorang yang tengah memperhatikan mereka dari kegelapan.


__ADS_2