Husband Denial

Husband Denial
Sammy is not Summer


__ADS_3

Sam mengendarai mobilnya menuju bandara, jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Hujan turun dengan deras hari itu, jarak bandara yang cukup jauh dari kediamannya membuat Ia harus bangun pagi-pagi sekali, padahal itu waktu yang menyenangkan untuk tidur.


Ia sampai di bandara setelah 1 jam 45 menit, tanpa menunggu lama Ia menuju check-in dan lalu menuju gate yang tercantum di boarding pass miliknya.


Tidak ada banyak penumpang di gate yang sama dengannya, sebuah keluarga, dan seorang lelaki dengan pakaian berwarna gelap.


Ia kembali melihat boarding pass-nya untuk memastikan, ah VIP. Pantas saja tidak begitu banyak orang disini.


" Maaf apa anda punya pulpen dan kertas? " tanya lelaki berpakaian gelap yang tadi berada di sampingnya.


Sam menganggukkan kepalanya, dan mencari kertas dan pensil untuk diberikan kepada pria tersebut.


Setelah selesai menggunakan pensil dan kertas milik Sam, pria itu mengucapkan terima kasih dan pergi entah kemana.


*


Amy sangat malas karena harus terbang di pagi hari, biasanya Ia akan bangun pukul 10 di akhir pekan. Namun, hari ini Ia harus terbang ke London.


Penerbangan kali ini memiliki penumpang yang jauh lebih sedikit dari sebelumnya, Captain mengatakan bahwa mereka hanya akan menerbangkan 1 keluarga. Amy tidak tau keluarga siapa itu, tapi bukankah itu aneh sekali? siapa yang akan terbang di akhir pekan dengan menggunakan pesawat VIP hanya untuk liburan keluarga.

__ADS_1


Penumpang mulai masuk, sensor otomatis di pintu masuk menidentifikasi identitas penumpang sehingga tidak mungkin ada penyusup yang masuk. Amy bertugas disana untuk hari ini, sedangkan Jess bersama Louis bekerja di bagian kabin untuk melayani penumpang yang telah masuk.


Semuanya baik-baik saja, keluarga yang beranggotakan hampir 10 orang itu masuk dan tidak ada masalah dengan sistemnya. Namun, ketika seorang pria berpakaian putih masuk, sensor itu berbunyi.


" Maaf sebelumnya, Tuan. Apakah saya boleh melihat Boarding Pass anda? " Pria itu memakai earphone dan sepertinya tidak mendengar suara sensor yang berbunyi. Ia bahkan akan terus berjalan ke arah kabin, jika Amy tidak menghentikannya.


Pria itu melepas earphonenya dan meminta Amy untuk mengulangi ucapannya karena Amy tidak mendengarkan.


" Maaf Tuan, bisakah saya melihat Boarding pass anda? " ulang Amy. Pria itu terlihat tersinggung, dan menatap Amy.


" Apakah saya harus melakukannya? " ujar pria itu.


Lelaki itu lalu memberikan boarding pass pada Amy. Mata Amy sedikit membulat ketika tau bahwa boarding pass itu berbeda dengan maskapai penerbangan ini.


' Bagaimana pria ini bisa lolos kesini. ' batin Amy.


Ia menatap pria itu dengan ragu, dengan segala macam kecurigaan di otakknya. Apakah dia penyusup?


" Tuan, tunggu sebentar. " Amy pergi dan segera menghubungi captain. Beberapa petugas keamanan datang setelahnya.

__ADS_1


" Maaf Tuan data pada boarding Pass anda tidak sesuai dengan data yang dimiliki maskapai Kami. Jadi, mau tidak mau anda harus diperiksa. " Amy memberikan boarding pass milik pria itu ke petugas keamanan.


" Tunggu apa maksudmu? Aku telah check in dan sampai disini, jadi mengapa datanya bisa berbeda? " tanya pria itu.


" Saya tidak tau, Tuan. Namun, itulah yang terjadi. " Amy mengode petugas keamanan untuk segera membawa pria tersebut.


Pria itu memberontak, seolah tidak terima dengan perlakuan itu. Dengan kasar Ia menarik tangan Amy, membuat tubuh gadis itu berbalik dan terjungkal.


Amy berteriak kesakitan karena kakinya terkilir. Ia menggunakan heels yang cukup tinggi hari ini.


Semua orang yang berada disana menghampiri Amy dan membantunya untuk berdiri, namun gadis itu justru kembali berteriak karena sakit.


Sam merasa sedikit bersalah, Ia segera menggendong Amy keluar dari pesawat itu.


Captain tampak panik karena penerbangan harus segera dilakukan dan tidak bisa ditunda.


Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk terbang tanpa Amy.


***

__ADS_1


__ADS_2