
Sehari setelah Kami meninggalkan Villa, Aku mulai menjauhi Rachel. Melihat seberapa eratnya persahabatan antara Rachel dan Rea membuatku berpikir untuk berhenti menempatkan Rachel di keadaan yang sulit. Setidaknya, Aku tau bahwa ia menolakku karena Aku Kekasih Rea, bukankah itu berarti bahwa Aku masih ada di hatinya.
Sebenarnya Aku tidak tau pasti, alasan Rachel menyukaiku dulu. Aku tau anak sesusianya memang begitu mengangumi lelaki tampan namun Aku tak setampan itu hingga harus ia kagumi seperti itu. Namun, entah mengapa Aku bersyukur karenanya. Mungkin jika AKu tidak memiliki wajah ini, Rachel takkan pernah melirikku sama sekali seumur hidupnya.
“Arga, bisa tolong ke ruangan Saya sebentar?” Itu adalah kepala direktur rumah sakit Kami.
“Iya,pak. Saya akan kesana segera”
Aku memasuki ruangan serba putih itu, disana sudah ada Pak Jimmy, Direkturku yang memasang wajah gelisah.
“Arga, duduklah. Ada yang ingin Ku bicarakan denganmu”
“Iya, ada apa,Pak?”
“Aku langsung saja, Apa Kau bisa bedah plastik?”
“Bedah pastik?”
“Iya, pernahkah Kau mencobanya”
“Tentu saja tidak, bukanka hanya spesialis yang dapat melakukannya”
“Benar, namun Aku juga percaya Kau dapat melakukannya”
“Maksud bapak?”
“Ia, lakukanlah untukku”
“Maaf?”
“Maksudku, Putriku. Julie keluarlah” Seorang gadis keluar dari Kamar mandi ruangan itu.
“Ini…?”
“Ini putriku, Julie. Julie, kenalkan ini Arga”
(Julie, Putri Direktur)
“Arga”
“Julie”
“Seperti yang Kau lihat, wajah anakku sangat mirip denganku. Itu membuatnya menderita”Aku melihat wajah Julie, tidak ada yang salah sama sekali.
“Saya rasa tidak ada yang salah dengan wajah putri bapak, kenapa?”
“Aku ingin Kau melakukan operasi plastik untuknya”
“Hah?”
“Ia lakukanlah, hanya Kau yang bisa Aku percaya. Jika melakukannya di tempat lain, Aku takut desas-desus akan tersebar tentang putriku”
__ADS_1
“Tapi, Aku benar- benar belum pernah melakukannya”
“Aku percaya padamu, Arga.Lakukanlah untukku”
Hari ini Aku harus lembur karena tugas yang menumpuk. Bukan hanya itu, Aku bahkan harus berada di ruangan ini bersama Gerald hingga tugasku selesai.
“Apa Pacarmu tidak khawatir, Kau bekerja hingga larut malam begini?” tanya Gerald sarkas.
“Tentu saja ia khawatir, terlebih Aku bersama orang sepertimu”
“Orang sepertiku? Aku mau seperti inipun adalah Ayah tiri dan atasanmu, Kau harus tau itu”
“Lalu, mengapa? apa Aku harus takut?”
“Tidak perlu, Aku hanya ingin tau apa yang dipikirkan si bodoh itu jika dia tau Kau bersamaku malam ini?”
“Si bodoh? Kau bahkan tidak bisa membandingkan 100X otakmu dengannya. Ia jauh diatasmu”
“Ha, Kau pikir dia sepintar itu? Kau tau? Ia bahkan gagal menyelamatkan seseorang di masa lalu”
“Dia hanyalah manusia, wajar jika gagal”
“Aku rasa Kau tidak akan berkata begitu, jika tau siapa yang gagal ia selamatkan”
“Apa Maksudmu?!” Apa dia sedang memprovkasiku?
“Tidak, hanya saja Aku bertanya-tanya apa yang akan lelaki lakukan padamu”
“Mengapa kau peduli? itu bukan urusanmu”
“Tentu saja, jika tidak untuk apa Aku berkencan dengannya”
“Bahkan, ketika Kau tau fakta itu nanti?”
“Fakta apa?”
“Lupakanlah, Kau dapat menyimpan rasa penasaranmu dahulu”
“Sialan, jangan coba-coba memancing emosiku”
“Baiklah, tapi apa menurutmu ia juga menyukaimu? Maksudku, dengan kepribadianmu ini..” Apa itu? Apa dia meremehkanku?
“Tentu saja, dia menyukaiku. Aku tau perasaannya lebih baik dari siapapun di dunia ini” Bohong.
“Wah, lihatlah gadis ini dia begitu percaya diri”
“Apa yang kau inginkan,ha?”
“Mudah saja, minta kekasihmu datang kesini. Maka Aku akan percaya”
Aku tengah sibuk mengecek pasienku,ketika ponselku berdering.
RACHEL
__ADS_1
Mengapa ia menelfonku jam segini.
‘Arga, apa Kau sibuk’ tanya tanpa basa-basi.
“Sedikit, ada apa?”
‘Itu..Bisakah Kau datang ke Kantorku sekarang?’
“Ha? Kau kenapa? Apakah sesuatu terjadi disana?”
“Tidak, hanya saja Aku membutuhkanmu sekarang”
‘Apa Aku bermimpi? Ini adalah pertama kalinya Rachel berkata bahwa Ia membutuhkanku setelah sekian lama’ batinku.
Hari ini adalah Hari kelulusan Rachel, Aku tau bahwa ia telah pergi dan tidak akan menghadiri acara kelulusannya. Namun, entah mengapa kakak lelakinya justru menyuruhku untuk mewakilinya mengambil ijazah Rachel.
Beberapa siswa berlalu-lalang di koridor sekolah, menggunakan baju toga yang seragam. Mereka menuju sebuah Aula yang begitu besar di bagian paling ujung sekolah ini. Memang ada tradisi unik di sekolah ini dimana hari kelulusan sekolah dibuat seolah-olah seperti acara wisuda para sarjana. Mungkin karena ini adalah sekolah kejuruan, jadi itu memungkinkan untuk membuat acara menjadi seperti ini.
“Kepada Ibu bapak sekalian diharapkan untuk segera menuju Aula”
Aku ikut melangkahkan kakiku ke Aula, sudah ada banyak siswa beserta orang tuanya disana. Hal itu tentu saja membuat orang-orang bertanya mengapa Aku hanya pergi sendirian.
Seperti halnya wisuda, para siswa dipanggil satu per satu. Hingga akhirnya sampailah di penghujung acara.
“Baiklah, Kami akan mengumumkan siswa terbaik tahun ini” Aku dapat melihat wajah para orang tua tampak tegang, beberapa di antara mereka sepertinya sangat berharap nama anaknya disebut.
“Siswa terbaik tahun ini jatuh kepada….”
Aku sebenarnya tidak peduli dengan hal ini, Aku hanya berharap nama Rachel segera dipanggil agar Aku bisa segera mengambil ijazahnya. Entah mengapa, namanya belum disebut sejak tadi. Apakah anak itu tidak belajar dengan benar, hingga ijazahnya kemungkinan ditahan oleh pihak sekolah.
“RACHEL EVELYN” Apa?! Apa Aku tidak salah dengar? Anak itu?
“Sangat disayangkan bahwa ananda Rachel tidak dapat hadir hari ini jadi Kami akan meminta perwakilannya untuk naik ke panggung, kepada yang berkenan dipersilahkan”
Aku bingung, apakah Aku harus naik kesana sekarang. Aku akan bangkit dari tempat dudukku, ketika seorang gadis naik kesana dan mewakili Rachel.
“Sebelumnya Saya berterimakasih karena diberi kesempatan untuk mewakili Rachel menerima penghargaan ini. Selanjutnya, saya akan membacakan surat yang sudah Rachel persiapkan sebelumnya”
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Kepada yang terhormat hadirin sekalian.
Alasan saya menuliskan surat ini adalah untuk mengungkapkan rasa syukur saya atas penghargaan yang sebenarnya tidak layak untuk saya dapatkan. Saya seseorang yang kurang dan ceroboh mendapatkan penghargaan seperti ini merupakan sebuah keajaiban. Terlepas dari rasa terima kasih saya kepada guru serta keluarga saya yang membuat saya menjadi seperti ini, saya juga sangat berterimakasih kepada seseorang yang secara tidak langsung telah memotivasi saya selama ini. Seseorang yang saya butuhkan untuk percaya bahwa saya dapat melampaui diri saya sendiri. Seseorang yang saya butuhkan ketika saya mengalami kemerosotan dan tidak percaya diri. Seseorang yang nyatanya begitu jauh, namun dekat dan terikat di hati saya. Terima kasih banyak karena telah memotivasi saya untuk menjadi gadis yang lebih baik. Gadis yang percaya dengan impiannya. Dan gadis yang tidak takut apapun. Anda mungkin tidak membutuhkan saya selama ini, namun Anda adalah orang yang paling saya butuhkan dalam setiap situasi dan kondisi. Anda yang samar-samar keberadaannya, namun selalu jelas bagi saya. Terima kasih.
Terakhir, harapan saya. Saya sangat berharap bahwa di dunia ini kalian semua memiliki seseorang yang dapat mendorong kalian untuk terus mengenali kemampuan dan bakat yang kalian miliki. Seseorang yang kalian butuhkan untuk memotivasi dan membuat kalian berkembang. Saya harap kalian memiliki seseorang seperti itu. Hidup dalam inferioritas bukanlah hal yang baik, kalian selalu membutuhkan seseorang untuk menyingkirkan rasa inferioritas itu.
Demikianlah, sepatah dua patah kata yang dapat saya sampaikan hari ini. Sekian dan terima kasih.
Wassalam
Rachel Evelyn
Aku tidak mau percaya diri dulu bahwa surat itu ditujukan untukku. Namun, betapa beruntungnya Aku jika orang itu adalah Aku. Orang yang Rachel butuhkan. Aku selalu berharap Rachel benar-benar menjadi orang pertama yang membutuhkanku.
__ADS_1
***