Husband Denial

Husband Denial
Rachel-Arga Behind Story 2


__ADS_3

" Terima Kasih sudah mengantarku. " ujar Rachel kepada Arga.


" Baik, istirahatlah. Kau pasti lelah. " Rachel hanya menganggukan kepalanya.


" Mengapa Kau masih disana, cepat masuk. " tanya Arga.


" Aku ingin melihatmu pergi. "


" Ah, tidak usah. Aku akan pergi sekarang. " Sebenarnya Arga ingin melihat Rachel masuk ke Apartemennya, namun ternyata gadis itu justru menunggunya pergi.


*


" Ah Aku lelah sekali " ujar Rachel sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


Ia menghembuskan nafasnya perlahan lalu menyadari bahwa di dunia ini Ia benar-benar tidak memiliki siapapun. Orang tua, atau pun teman karena Rea pun sudah pergi dan memutuskan hubungan dengannya. Namun, Arga lelaki itu masih ingin membantunya. Menghiburnya dan memberikan kekuatan untuk tetap hidup.


Ia bangun dan membuka laptopnya, membuat sebuah surat pengunduran diri. Ia tidak ingin melakukan apapun untuk saat ini.


*


" Arga, Apa Kau bertemu Rachel kemarin? " tanya Rea yang kini berada di depannya, Rea memang harus melakukan pemeriksaan kesehatan karena kondisi tubuhnya, dan Ia memutuskan untuk mengunjungi Arga setelahnya.


" Bagaimana Kau mengetahuinya? " tanya Arga kembali.


" Ini. " menunjukkan postingan terbaru Rachel yang memperlihatkan punggung Arga.


" Ah, iya. Aku menemuinya kemarin, menyelesaikan sedikit urusan. " jelas Arga.

__ADS_1


" Apa Kau merasa bebas untuk bertemu dengannya sekarang? karena Kau bukan kekasihku lagi? " Rea tersenyum mencibir membuat Arga menatapnya.


" Bukankah sejak awal Kita pura-pura, mengapa Aku harus risih untuk bertemu dengannya. " Rea menatap Arga penuh cemohan.


" Ah, lihatlah siapa yang bicara sekarang. Aku benar-benar tidak percaya Rachel masih mau bertemu denganmu. "


" Yang Ku Tau Rachel bukan seseorang yang mudah berubah sepertimu, baiklah Aku akan pergi sekarang. Aku terlalu sibuk hanya untuk sekedar membicarakan hal ini denganmu. " ujar Arga, akan beranjak dari sana.


" Bukankah Rachel merebut semuanya dariku? " ujar Rea tiba-tiba.


Arga menghentikan langkahnya dan menatap Rea datar.


" Kau tidak pernah memiliki semua itu sejak awal, jangan menyalahkan orang lain. " ujar Arga tegas.


***


" Loh, kok Kamu disini? " tanya Arga pada Rachel.


" Ini, ga. Si Rachel katanya mau ngajak mama liburan pasca resign dari kerjaannya dia. " ujar Ibu Arga.


" Kamu resign lagi? " tanya Arga, yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya.


" Jadi, gimana tan? Fix nih ya minggu depan, Tante ga masalah kan? " tanya Rachel, memastikan rencana liburannya dengan Ibu Arga yang juga merupakan tetangganya dulu.


" Eh, Aku ga diajak nih? " Arga ikut nimbrung dalam pembicaraan tersebut.


" Nah, gimana kalau kalian berdua aja yang liburan? Tante mah udah tua, Hel. Suka ga kuat kalau pergi jauh gitu. " ujar Ibu Arga.

__ADS_1


" Emang mau kemana? " tanya Arga lagi.


" Korsel. Eh, tadi tante mau-mau aja kok sekarang berubah pikiran sih? " keluh Rachel.


" Yahh, kalau ke Korsel Arga gamau ah ma. Negerinya para Oppa itu mending pergi bareng Mama aja, kurang suka sama atmosfernya. Pasti sampai disana si Rachel sibuk fangirling. " ujar Arga panjang lebar.


" Ya engga kali, Aku kan udah gede mana kepikiran buat fangirling. " bantah Rachel.


" Ya siapa taukan Kamu kaya dulu, suka malakin Aku buat beli Album bias. "


" Emang Aku dulu gitu ya? "


" Iya tau, Aku inget banget ngorbanin uang futsal buat beliin Kamu album Exo. "


" Ya Allah, ternyata Kak Arga pernah baik. " Entah mengapa hati Arga sedikit berdesir ketika Rachel kembali memanggilnya dengan embel-embel 'Kak'.


" Nah, karena Arga baik. Temenin Rachel ya ke Korsel, gantiin Mama. " ujar Ibu Arga.


" Tapi, Ma..."


" Kamu ga kasian apa liat Mama udah tua gini, nanti kalau kenapa-kenapa gimana? Kamu mau jadi yatim piatu? "


" Ya Allah, omongannya. Oke deh oke."


" Nah, itu baru anak Mama. "


" Hmmm.."

__ADS_1


***


__ADS_2