Husband Denial

Husband Denial
Waktu Kita


__ADS_3

" Yeayyy, akhirnya sampe juga. " ujar Rachel ketika mereka tiba di bandara. Sebenarnya Ia sudah merencanakan liburan ini sejak lama, ia bahkan sudah mengajukan Visa sejak beberapa bulan yang lalu. Dan beruntungnya Visanya bisa selesai begitu cepat untuk perjalanannya hari ini, begitupun dengan Arga.


Sebenarnya Visanya sempat ditolak, namun Arga diam-diam mengurusnya karena Rachel sangat ingin ke Korea secepatnya. Dan Rachel, tidak tau hal itu.


Syukurlah, mereka akhirnya sampai di Kota yang merupakan destinasi impian banyak orang ini. Rachel tidak tau mengapa Ia ingin ke Korea ketika ada banyak tempat lain dalam wishlist nya. Syukurlah mereka datang pada akhir tahun, karena sedang musim gugur menjelang musim dingin. Rachel benar-benar berharap bahwa salju pertama akan datang ketika Ia masih disini.


" Kita mau berapa hari disini? " tanya Arga pada Rachel yang sibuk membereskan barang-barangnya. Memang mereka memilih untuk menyewa sebuah guesthouse di liburan kali ini.


" Sebulan boleh ga, Kak? Aku mau liat salju pertama. " ujar Rachel. Sepertinya gadis itu kembali terbiasa memanggilnya Kak.


" Tapi masa berlaku visanya cuma dua minggu kan, karena Aku kiranya Kamu bakal sebentar aja. " jelas Arga.


" Nanti Kita perpanjang, boleh ya kak? boleh ya. Aku juga mau main ke SM, siapa tau ketemu Sehun kan. " pinta Rachel.


" Katanya gamau fangirling lagi..."


" Hm, soalnya Sehun ganteng banget mirip kakak. Jadi, Aku penasaran mukanya gimana kalau di real life. "


" Duhh, pinter banget sihh nyari-nyari alasan. Lagian ya kali semudah itu ketemu artis disini. " ujar Arga sambil mencubit kedua pipi Rachel.


" Bukan artis kak, idol. Ai di Ou el. Aidel."


" Terserah sih, pokoknya Aku gamau ah bahas Oppa kalau Kita lagi bareng gini. Soalnya, Aku gamau Kamu mikirin cowo lain pas ada Aku disini. "


" Emang kakak siapa? " tanya Rachel polos.


" Hm, siapa ya. "


" Yaudah, Ah. Aku mau beres-beres lagi. "



***


" Kak Arga cepet fotoin Aku, yang bagus ya pokoknya. " ujar Rachel saat mereka tiba di Jamwon Hangang Park, tempat dimana 'pink muhly' terlihat begitu cantik di musim gugur.


Arga mengarahkan kamera miliknya pada Rachel yang tengah berpose dengan cantik.



Sesekali Rachel tampak kesal dengan foto jepretan Arga yang blur, namun Arga dengan sabar terus memotretnya hingga Rachel puas dengan hasilnya.


Setelah hampir satu jam berada disana, mereka menuju sungai Han untuk memakan ramen. Arga tampak asik melihat Rachel yang begitu menikmati ramen miliknya. Percikan kuah terkadang bersisa di sudut bibir Rachel, dengan telaten Arga mengelap bibir Rachel dengan sapu tangan miliknya.


" Udah gede, makannya yang bener ya. Jangan berantakan. " ujar Arga.


" Karena Kak Arga baik, ini Aku kasih kuning telur punya Aku buat Kak Arga. " sebenarnya Arga tau jika Rachel memang tidak menyukai kuning telur, namun Arga menghargainya.


" Kamu suka putih telur kan? Ini ambil punya Aku. " Arga juga memberikan putih telur miliknya kepada Rachel membuat gadis itu tersenyum bahagia.

__ADS_1


***


Tak terasa sudah sebulan perjalanan mereka, namun salju tak kunjung turun. Besok mereka harus kembali ke Indonesia dan Rachel sangat kesal karena Ia tidak bisa melihat salju.


" Keluar yuk, Hel. Mumpung besok udah balik kan. " ujar Arga yang sudah bersiap dengan pakaian musim dinginnya.


" Engga ah, males. Udah berapa kali Aku nunggu salju turun tapi ga turun-turun. Jadi badmood. " Rachel mengerucutkan bibirnya sambil mengunyah keripik kentang di tangannya.


" Ayo, siapa tau turunnya malam ini. " Arga menarik tangan Rachel agar gadis itu mau ikut dengannya.


" Gamau..."


" Nanti Aku beliin apapun yang Kamu mau deh. " tawar Arga.


" Beneran ya..." ujar Rachel yang tergiur dengan tawaran Arga.


" Huuh, udah sana cepat ganti baju. "


" Siap komandan! " Rachel segera meluncur ke kamarnya untuk ganti baju.


*


Mereka sampai namsan tower dan terlihat begitu banyak orang disana. Arga terus memegang tangan Rachel, karena takut gadis itu akan menghilang di keramaian.


" Kak, Kita pasang gembok gitu juga yuk? " ajak Rachel kepada Arga.


" Engga ah, kekanakan banget. "


" Hm, oke. "


*


Rachel tersenyum puas menatap gembok bertuliskan namanya dan Arga disana. Sedangkan lelaki di sampingnya asik menatap wajah ceria Rachel yang sudah begitu lama tak ia lihat. Mata gadis itu tampak berbinar dan sarat akan kebahagiaan, Ia merasa beruntung bahwa Rachel seperti itu ketika bersamanya.


" Aku ga berharap bakal kembali kesini, karena Aku juga gamau datang ke tempat yang sama dua kali. Aku cuma berharap jika seseorang menemukan gembok ini dan merasa kebahagiaan yang sama seperti yang Aku rasakan. " ujar Rachel panjang lebar.


" Mengapa Kau bahagia sekali hanya karena sebuah gembok? " tanya Arga seraya menatap Rachel tepat di matanya.


Gadis yang ditatap sempat salah tingkah karena mau bagaimanapun lelaki yang saat ini berada di depannya adalah cinta pertamanya, namun Ia mencoba mengontrol perasaan itu.


" Entahlah, Aku hanya senang meninggalkan jejakku agar orang lain dapat menemukannya dan merasakan apa yang Aku rasakan. " jawab Rachel.


" Aku masih tidak mengerti. Namun, Kau mungkin menikmati melakukannya. " Rachel hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.


Tiba-tiba butiran putih dari langit perlahan jatuh ke bumi, Arga mengadahkan tangannya dan tersenyum.


" Salju. " ujarnya singkat.


" Ah, Aku kira tidak akan pernah melihatnya sama sekali. " ujar Rachel antusias.

__ADS_1


Gadis itu ikut mengadahkan kedua tangannya dan tersenyum puas. Karena salju yang turun kian banyak, Arga meletakkan tangannya diatas kepala Rachel sehingga kepala gadis itu tidak terkena butiran salju.


Rachel memegang tangan Arga di kepalanya dan tersenyum.


" Ayo, Aku sudah puas melihat salju ini. Ayo kita pergi. " gadis itu tiba-tiba menggandeng tangan Arga untuk pergi dari sana.


*


Mereka sampai di guest house dan menatap satu sama lain.


" Bukankah Kita belum beberes? " tanya Rachel, Arga menganggukkan kepalanya dan mereka berdua segera meluncur ke kamar masing-masing.


Arga mulai membereskan barangnya yang memang tidak banyak. Tiba-tiba saja perutnya berbunyi karena dia belum makan apapun sejak tadi. Arga menuju kamar Rachel untuk meminta gadis itu membuatkan sesuatu untuknya. Namun, gadis itu masih sibuk dengan barang-barangnya.


" Apa Kau belum selesai? " tanya Arga, yang ditanya hanya menatapnya dengan cemberut.


" Aku pikir Aku terlalu banyak membawa barang, sekarang Aku tidak tau harus meletakkannya dimana. Terlebih sovenir ini. " Rachel menunjuk oleh-oleh yang Ia dan Arga persiapkan untuk orang terdekat mereka, memang cukup banyak.


" Rachel, bukankah Kita membeli sebuah tas kemarin? " tanya Arga.


" Tas jelly itu? "


"Iya, berikan padaku. " Rachel segera mencari tas jelly berukuran besar yang Ia beli dengan Arga di toko souvenir. Tas jelly berwarna Lilac yang merupakan warna kesukaan Rachel. Jujur saja mereka membeli tas itu hanya karena warnanya.


" Nah, bukankah Tas ini memiliki dua sisi. Kau bisa memasukkan sisa barangmu disini dan souvenir itu di sisi satunya. " jelas Arga.


" Tapi bukankah Kita membutuhkan bagasi tambahan jika membawa satu tas lagi? " tanya Rachel.


" Kita dapat mengurusnya besok di bandara, lagipula Kita hanya perlu membayar lebih. " ujar Arga.


" Tapi, Aku sudah membawa banyak tas. Siapa yang akan membawa tas besar ini? " keluh Rachel.


" Hei, Kau punya Aku Rachel. " seru Arga seraya mengacak-ngacak rambut Rachel, membuat gadis itu memerah.


Rachel segera membereskan barang-barangnya seperti yang diarahkan Arga. Ia memasukkan sisa barangnya pada tas jelly itu begitupun dengan sovenirnya. Arga hanya menatap gadis itu yang tampak serius namun imut disaat yang bersamaan.


" Ah, selesai juga. " Rachel meregangkan tangannya, barang miliknya memang lumayan banyak hingga membuatnya cukup lelah setelah beberes.


" Ah iya, tadi kakak ngapain kesini btw? " tanya Rachel yang baru menyadari tujuan Arga datang ke kamarnya.


" Itu..Aku belum makan jadi bisakah Kau..." Arga ragu mengatakannya.


" Apa Kakak mau Ramen? " tanya Rachel.


" Apa Kau bisa masak hal lain selain Ramen? " tanya Arga kembali.


" Hm, tentu saja. Aku akan memasak nasi goreng saja ya? " tanpa menunggu jawaban Arga, Rachel langsung menuju dapur yang telah disediakan.


" Ah, benar-benar anak itu. " batin Arga.

__ADS_1


***


__ADS_2