Husband Denial

Husband Denial
Choice


__ADS_3

Hari Kamis yang selalu membosankan, usai semalaman memikirkan tentang apa yang akan Ia lakukan hari sabtu nanti, Flo sedikit tertekan.


Jika bisa memilih Ia tentu saja lebih baik pergi ke kampus dan bergabung dalam rapat, agar Jeff tidak marah lagi padanya. Namun, titah Ayahnya juga sama pentingnya.


Ia kembali memikirkan solusi namun pikirannya buntu. Merayu Jeff untuk membiarkan kali ini juga bukan solusi yang baik. Lelaki itu pasti sudah kerepotan dengan tanggung-jawabnya sebagai Ketua.


Pada akhirnya, Flo memutuskan untuk menenangkan dirinya sejenak hingga solusi itu muncul. Ia mengambil kunci mobil, dan pergi ke sebuah cafe tempat Ia biasanya mengalihkan pikirannya.


*


Calvin menatap tiket konser di tangannya dengan dingin. Bagaimana bisa Ia dengan bodohnya menerima tiket itu begitu saja.


" Aku ga akan pergi. " ujar lelaki itu pada wanita di depannya.


" Kamu boleh ga pergi, tapi Aku harap Kamu mempertimbangkannya dulu. Ini konser pertamaku. " Wanita itu tidak terkesan memaksa, namun seperti ada harapan dalam perkataannya


" Harus ya Kak? Balik di kondisi kaya sekarang? " tanya Calvin.


" Emang sekarang, kenapa? " Wanita bodoh, Calvin tidak menyangka bahwa Lea akan melupakan semua fakta itu.


" Yaudahlah, Kak. Aku ga akan dateng. Kakak boleh ambil lagi tiketnya. " Calvin meletakkan tiket itu di atas meja, dan pergi dari sana. Meninggalkan Lea yang kebingungan.

__ADS_1


*


Sebelum masuk ke keluarganya sekarang, Lea adalah kakak angkatnya. Mereka menghabiskan waktu bersama begitu banyak karena Orang tua Lea sudah mengadopsi Calvin sedari kecil. Namun, ketika Ia berumur 17 tahun, Ayah kandungnya datang dan Ia terpaksa harus meninggalkan keluarga itu.


Sebenarnya ada rahasia kecil antara dirinya dan Lea, yang tidak orang tua mereka tau. Hari dimana mereka berpisah, Calvin sudah mengungkapkan perasaannya pada Lea yang sudah Ia sukai sejak lama. Meskipun Lea adalah kakak angkatnya, namun gadis itu juga cinta pertamanya. Namun, reaksi Lea hari itu benar-benar mengecewakan.


Ia berkata bahwa jika Calvin memang mencintainya, lelaki itu seharusnya tidak pergi dari keluarganya. Lea bahkan menangis dan menyalahkan Calvin yang tidak ingin menjadi adiknya lagi.


Pada akhirnya mereka menjadi canggung satu sama lain dan tidak bertemu lagi setelah itu. Lea seolah membenci keluarga Calvin, namun Calvin juga tidak ingin meninggalkan keluarga Ayah kandungnya.


Kemunculan Lea hari ini, benar-benar menjadi tanda tanya besar untuknya.


*


Ini sudah ketiga kalinya Ia tidak hadir, Jeff sudah tegas mengatakan bahwa ini kesempatan terakhirnya untuk bergabung. Jika Ia absen lagi, posisinya akan segera dicopot. Ya, meskipun pacarnya itu adalah ketua pelaksananya.


Sudah tiga puluh menit dan masih ada tanda-tanda lelaki itu akan datang. Flora segera meninggalkan tempat itu, namun Ia malah berpapasan dengan Calvin di pintu keluar.


" Loe telat, janji Kita kali ini gue batalin. " ujar Flora dingin pada lelaki yang entah mengapa berpenampilan sangat kusut saat ini.


" Maaf, ada hal yang ga bisa gue hindari. " alibi Calvin.

__ADS_1


" Percuma, gue udah ada janji. Gue harap pertemuan berikutnya loe bisa tepat waktu. " ketus Flora.


" Flo, tunggu. " suara Calvin tampak rendah.


" Kali ini aja, jangan pergi ninggalin gue. Jangan campakin gue. " Calvin tiba-tiba menyandarkan kepalanya di bahu Flora membuat seisi ruangan itu menatap mereka.


" Jangan lebay, Jangan cari perhatian. Walaupun Loe udah nyelamatin bokap gue. Tapi loe bukan siapa-siapa buat gue. "


" Kalau loe ga pergi kali ini, gue pastiin bokap loe ga bakal nyuruh loe buat ketemu gue lagi. "


Tawaran yang menarik, namun Flora tidak ingin goyah.


" Ga bisa, ada yang lebih penting dari ini. "


" Okay, kalau gitu gue bakal buat loe ga punya hal yang lebih penting dari gue sekarang. " Calvin mengangkat kepalanya dari baru Flora.


" Pergi aja dan lihat gimana loe bakal lepas dari gue setelah ini "


" Siapa takut. "


***

__ADS_1


__ADS_2