Husband Denial

Husband Denial
Wednesday Story


__ADS_3

Aku rindu. Namun, rasanya Aku tak berhak untuk sekedar menanyakan kabarmu. Aku tak tau apa salahku, namun Aku selalu merasa sulit untuk sekedar menghubungimu. Padahal percakapan kita malam itu sudah menjelaskan semuanya, baik-baik saja karena kita teman.


Aku merasa bahwa Kita semakin menjauh setiap harinya. Aku seolah orang asing yang takkan mampu untuk masuk ke kehidupanmu lagi. Kau akan menemukan orang baru, yang mungkin akan membuatmu bahagia.


Sedangkan Aku? Membuka hati, melupakanmu, meninggalkan segala perasaan itu. Mampukah Ku melakukannya?


7 hari dalam seminggu, Aku selalu menantikan notifikasi darimu, dan Aku tidak menemukan apa apa pada akhirnya. Kecewa, namun sia-sia itu tidak akan membuatmu kembali padaku.


Di malam-malam terberatku, Aku selalu memikirkan betapa tidak menariknya Aku di matamu. Bahkan ketika kita bersama, pernahkah Kau benar-benar menyukaiku?


Aku menjadi bodoh ketika itu menyangkut dirimu, Aku menjadi canggung dan terkadang putus asa. Di hari-hari lain Aku akan mencoba bangkit dan melupakanmu, namun entah kenapa itu seolah hanya ambisi sesaat. Memudar hanya karena mengingat kenangan palsu yang coba Ku percayai.


*

__ADS_1


Aku terus memikirkan, bagaimana jika akan tiba masa dimana Aku melihatmu bersama wanita lain. Sama seperti saat Kau menomorduakanku dan memilih wanita lain, ketika kita masih bersama.


Saat dimana Kau mendikte kekuranganku, namun Aku memberikan pembelaan untuk terlihat baik di depanmu. Namun, Kau sudah terlanjur muak dengan itu.


Aku bahkan tidak memiliki apapun, namun Aku masih berharap Kau menyukaiku.Berharap Kau kembali padaku, berharap Kau akan benar-benar mencintaiku suatu saat nanti.


Bodohnya Aku, menciptakan skenario rumit dalam hubungan kita. Membuat Kau kian menjauh. Aku memang tidak mampu membangun hubungan.


Tahun-tahun yang akan Kita lewati sama sekali tidak ada harapan untukku. Kau akan tumbuh menjadi lelaki yang luar biasa, dan Aku akan menemukan diriku yang biasa ini.


Setiap hari Aku terus dihantui oleh perasaan takut itu, entah ini cinta atau obsesi belaka. Aku mencoba menerima semua tentang dirimu, namun tak mampu menerima diriku.


Aku sama sekali tidak layak. Aku bahkan tidak dicintai. Dan kehadiranku mengganggumu.

__ADS_1


Aku hanya ingin Kita berpisah. Aku hanya ingin Aku ikhlas merelakan.


Kau harus menemukan gadis yang Kau idamkan. Agar Aku mundur dengan perlahan. Agar Aku tau batasan apa yang tidak boleh kulewati. Agar Aku tau bahwa Aku memang tak pernah layak.


Aku kini tak mempercayai cinta, satu-satunya cinta yang kupercayai adalah dirimu. Namun, semua itu tak dapat ku miliki, karenanya Aku menyerah akan hal itu.


Kau tak tau bagaimana Aku berfantasi untuk menikahi seseorang yang bahkan tak ku cintai. Aku akan menjalani kehidupanku tanpa perasaan itu. Karena Aku sudah lelah dengan rasa itu.


Kita, benar-benar tidak akan bersama lagi bukan? Kau takkan pernah kembali, lalu apa yang Aku tunggu.


Izinkan Aku untuk mengakhiri semua ini sekarang, meskipun begitu pedih dan menyakitkan. Namun, tak ada gunanya bukan jika terus begini.


Membuka hati ini begitu sulit, menerima seseorang bahkan begitu sulit. Namun, ketika ku berikan hati ini. Seseorang bahkan tak menginginkannya lagi. Maka lebih baik begini.

__ADS_1


Untukmu, mungkin ini sudah saatnya Aku dan Kamu terus terpisah oleh kata 'dan' tidak pernah menjadi 'kita'.


***


__ADS_2