Inseparable

Inseparable
Pertolongan Misterius


__ADS_3

Sepulang sekolah Raina menuju V’SA Cafe untuk kerja parttime, dia langsung mengganti seragam sekolah dengan seragam kerja yang telah disediakan.


Berhubung ini Hari Jum’at dan besok libur untuk para pelajar SMA Negeri cafe cukup ramai hingga Raina belum sempat melaksanakan Sholat Ashar padahal sudah sekitar pukul setengah lima.


“Mbak, saya ijin sholat sebentar ya? Waktunya udah mau habis soalnya” ucap Raina pada pegawai perempuan yang bernama Gita.


“Oh iya udah sana” ucap Gita dengan tersenyum.


Raina langsung mengambil wudhu dan menuju mushola yang ada ditempat kerjanya untuk melaksanakan sholat.


***


Verrel berjalan menuju dapur cafe entah mencari siapa hanya celingukan membuat para pekerja juga bingung oleh tingkah bosnya itu.


“Lia? Pegawai yang kemarin baru masuk minggu lalu mana ya?” tanya Verrel pada pegawainya.


“Siapa mas? Kan kemarin sekitar 8 orang yang baru disini” sahut Lia pada bosnya itu.


“Ella, Rella atau siapa itu loh yang pakai jilbab” Verrel bingung menyebut namanya, karena cafenya cukup besar dan jumlah karyawannya sekitar 80 orang yang bekerja secara bergantian.


Bahkan bisa dibilang mereka bekerja paling lama 6 bulan namun juga ada beberapa yang dari awal terbukanya cafe masih bertahan sampai sekarang dan hanya sekitar 10 yang benar-benar dia kenal dengan baik.


“Oalah Raina mas, barusan katanya dia pamit mau sholat mungkin masih di mushola” ujar Lia.


“Kok lo nggak sholat?” Verrel malah menanyakan hal yang tidak penting padanya.


“Mas Verrel memangnya sholat?” mereka malah saling bertanya hingga lupa tujuan utama Verrel yang tadi mencari Raina.


“Udah, tadi pas Jum’atan. Malah bahas apa sih lo Lia, udah nanti kalau dia selesai suruh keruangan gue ya?” ujar Verrel dan langsung meninggalkannya.


“Aihh ganteng-ganteng gesrek juga Mas Verrel ya, belum dijawab udah pergi gitu aja. Bos bebas lah.” gumam Lia sambil menggelengkan kepalanya.


Lia setelah melayani pelanggan tidak sengaja berpapasan dengan Raina yang sudah selesai sholat dan ingin kembali bekerja.


“Ra, tadi disuruh keruangan Mas Verrel” ucap Lia.


“Sekarang mbak?” tanya Raina untuk memastikan.


“Iya lah masak iya nanti setelah pulang, udah sana yang nyari udah dari tadi soalnya.” ujar Lia dengan dengan ngasal padahal belum lama tadi Verrel mencarinya.


“Makasih mbak” Raina langsung berjalan menuju ruangan Verrel.

__ADS_1


‘Kenapa dipanggil ya? Jangan-jangan dia kenal sama aku terus tahu kalau aku temennya Senja terus aku mau dipecat lagi, aiihh mikir apa sih aku’ gumam Raina dalam hati yang menerka-nerka sendiri.


‘Tok..tokk..tok’ dengan hati-hati Raina mengetuk pintu ruangan Verrel dan langsung membukanya.


“Ada apa kak?” tanya Raina saat didalam ruangan Verrel.


“Nih kunci cafe lo yang bawa ya, nanti lo kerja sampai tutup ya soalnya gue mau ke luar kota dan besok jangan lupa berangkat pagi oke?” ucap Verrel sontak membuat Raina bingung.


“Loh kak? Kok saya? Yang lain kan ada. Ada Mas Panji, Mas Niko, Mbak Vero, Mbak Gita, Mbak Lia.....” keluh Raina seakan tidak terima.


“Heh ngapain lo malah ngabsen karyawan gue, padahal gue sendiri nggak hafal siapa aja karyawan gue” sarkas Verrel menatap Raina dengan songong.


“Gue bosnya jadi terserah gue mau nyuruh siapa, udah sana balik kerja!” imbuh Verrel yang kemudian fokus pada ponselnya.


Raina langsung mengambil kunci yang ada didepan meja dengan kesal sampai Verrel terperanjat. “Aishh dasar sama bos nggak ada sopan-sopannya!” gumam Verrel melihat tingkah Raina.


Raina berjalan keluar dengan wajah cemberut padahal besok jadwalnya untuk libur malah bosnya menyuruhnya untuk masuk pagi bahkan malam ini dia yang akan menutup cafe.


***


Sesuai dengan yang diperintahkan dengan Verrel, Raina menutup cafe pukul setengah sebelas malam. Sebelum pulang Raina memesan ojol namun telah dibatalkan tiga kali, ingin mencari angkutan umum pun mustahil malam-malam begini ada mau naik taksi dia sayang dengan uangnya pada akhirnya memutuskan untuk jalan kaki padahal jarak dari cafe dan kostnya lumayan jauh.


“Eh ada cewek cantik, serahin tas dan barang berharga yang lo punya! Atau....” ujar salah satu preman mengancamnya.


“Atau apa? Udahlah bang, aku capek mau pulang dan pengen cepet-cepet istirahat. Carilah pekerjaan yang halal lah jangan suka malak orang dosa tahu” sahut Raina dengan santai.


“Banyak bac*t lo!” teriak preman itu kemudian mereka menyerang Raina secara bergantian.


Dua preman berhasil dikalahkan olehnya namun preman satunya menendangnya dari belakang hingga Raina tersungkur ketanah. Ingin bangun namun bagian bahu kirinya terasa sangat sakit karena preman itu menendangnya dengan sangat kencang.


Raina meringis kesakitan dan hanya memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit, salah satu preman ingin merampas tas ransel yang masih ada dipunggungnya namun tiba-tiba ada seorang cowok yang menyerang preman-preman itu. Raina melihat cowok itu namun pandangannya tiba-tiba kabur dan jatuh pingsan.


***


Seorang membuka matanya kemudian mengedarkan pandangannya dan merasa asing dengan tempat ini, ruangan bernuansa putih membuatnya langsung berpikir bahwa sekarang dia sedang berada dirumah sakit. Dia adalah Raina, ingin bangun dari ranjang namun dia merasakan bahunya terasa sakit.


Tak lama kemudian ada seorang dokter berparas cantik dengan balutan jilbab didampingi oleh dua orang suster yang masuk kedalam ruangannya.


“Selamat pagi mbak? Gimana keadaanya?” tanya dokter dengan senyumannya.


‘Hah pagi? Jam berapa nih sekarang, kunci cafe kan aku yang bawa gimana nih?’ batin Raina merasa gusar.

__ADS_1


“Mbak boleh kami tahu identitas anda, karena semalam seseorang yang membawa anda kemari hanya menyelesaikan administrasi tanpa memberi informasi tentang anda” ucap suster memecahkan lamunan Raina.


Raina langsung menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh suster kemudian dia juga menjawab dokter yang menanyakan keadaannya setelah selesai mereka keluar dan membiarkan Raina istirahat.


“Siapa yang semalam menolongku?” tanya Raina pada dirinya sendiri karena tadi saat dia bertanya kedua suster dan dokter tidak memberitahunya lalu hanya mengatakan bahwa yang menolongnya seorang laki-laki namun dia tidak ingin mengungkapkan identitasnya.


***


‘Brakk’ seseorang membuka pintu dengan kasar membuat Raina terkejut.


“Aisshh” Raina mendengus kesal dengan seseorang yang telah mengejutkannya.


“Ngapain malah nginep disini sih? Disuruh berangkat pagi buka cafe malah gue yang disuruh kesini buat nyamperin kunci....” ucap Verrel panjang lebar.


“STOP!” sarkas Raina merasa kesal dengan Verrel.


“Saya disini gara-gara kakak, coba aja tadi malem nggak disuruh nutup cafe saya nggak akan dihadang sama preman-preman dan nggak mungkin bisa sampai disini, huftt” ujar Raina berusaha menjelaskan namun merasa percuma.


“Nih kak kuncinya, maaf saya hari ini ijin mungkin besok senin saya baru bisa masuk. Kata dokter bahu kiri saya cedera gara-gara ditendang sama preman” imbuh Raina dengan wajah datar.


“Jadi? Semalem lo diserang sama preman? Sampai masuk rumah sakit? Terus kok lo bisa nggak papa?” Verrel malah mencecar banyak pertanyaan pada Raina.


“Kalau saya nggak papa saya nggak mungkin dirumah sakit kak!” ujar Raina dengan nada tinggi.


“Yaudah maaf, sebagai gantinya biar gue yang ngurus administrasinya...” ucap Verrel


“Nggak perlu kak, udah dibayar kok” potong Raina.


“Berapa? Biar gue ganti” ucap Verrel dengan remeh.


“Nggak semuanya bisa diganti dengan uang kak! Coba aja tadi malam nggak ada orang yang nolongin saya! Saya nggak tau apa aja yang dilakuin preman itu kesaya bahkan bukan hanya uang, bisa saja kehormatan saya juga diambil saat itu juga!....” Raina menjelaskannya dengan penuh amarah kemudian dia menangis sesenggukan dan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi.


Verrel mendengarkan keluhan yang dilontarkan oleh Raina lalu merasa bersalah dan menyesal, namun semua sudah terjadi. Untung saja Raina selamat meskipun ada bagian tubuhnya sedikit cedera.


.


.


.


Assalamu'alaikum, yang masih setia sama karya aku makasih banget yaa. Tinggalkan jejak dengan pencet ikon jempol yaa hehe, bantu share juga boleh. Love yuuu🤗🤗🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2