
Mama mengantarkan Raina ke panti asuhan sekaligus meminta ijin untuk tinggal bersama mamanya.
“Assalamu’alaikum” Raina masuk kemudian menyalami bunda dan Nadia yang sedang duduk bersama diruang tamu.
“Wa’alaikumsalam” sahut mereka berdua secara bersamaan sambil mengulas senyumnya karena melihat Raina pulang bersama mama kandungnya yaitu Lita.
Mereka berbincang cukup hangat diruang tamu kebahagiaan dan tawa lepas menghiasi ruang tamu itu. Raina yang awalnya memanggil dengan sebutan ‘Tante Lita’ sekarang dia sudah tidak sungkan untuk memanggilnya ‘Mama’.
“Bunda, aku ingin meminta ijin untuk tinggal bersama mama selama aku masih disini. Apakah bunda mengijinkan?” tanya Raina sambil menatap bundanya.
Bunda hanya tersenyum setelah Raina meminta ijin padanya, “Silahkan Raina bunda juga akan bahagia jika kamu bisa bahagia dengan mama kandungmu” ucapan bunda membuat Mama Lita ikut tersenyum.
Nadia senang Raina cepat membuka hati untuk ibu kandungnya. Meskipun luarnya tomboy, jago beladiri, suka jahil, terkadang menyebalkan namun sebenarnya hati Raina lembut dan penyayang. Raina juga selalu menyempatkan waktu untuk bermain bersama adik-adiknya atau membantu bunda menyiapkan makanan untuk keluarga panti.
“Ma, aku ambil baju dulu ya setelah itu kita pulang kerumah mama” ucap Raina beranjak dari tempat duduknya.
Mama langsung mencekal tangan Raina, “Mama sudah menyiapkan pakaianmu dirumah sayang.” Raina tersenyum mendengarkan ucapannya.
‘Mama sudah menyiapkan semuanya untukku, apakah mama sebenarnya menginginkan bersamaku dari dulu? Tapi kenapa baru sekarang mengatakannya bahwa aku anak kandungnya. Ah tidak aku nggak boleh berburuk sangka lebih baik nanti aku tanyakan saja’ batin Raina menerka-nerka.
Akhrinya Raina ikut pulang bersama mamanya, sampainya juga disebuah rumah berwarna putih yang berukuran besar dan sangat mewah nan megah. Ada seorang satpam yang sudah membukakan gerbang.
Mama dan Raina keluar dari mobil, dengan wajah bahagia mama menggandeng Raina berjalan masuk kerumah. Saat pintu terbuka Raina tertegun sudah ada 4 pelayan berumur 40-50 tahun yang menyambut kepulangan mama.
“Assalamu’alaikum bi” sapa mama sambil tersenyum kepada para pelayan.
“Wa’alaikumsalam nyonya” sahut mereka secara bersamaan sambil tersenyum kemudian beralih menatap Raina seakan ingin bertanya pada nyonyanya.
“Bi ini adalah putri saya, Arella Raina Anggara yang selalu saya harapkan agar bisa tinggal bersama saya disini.” dengan bangga mama memperkenalkannya.
‘Masyaallah, maafkan aku karena kemarin sempat bicara kasar padanya bahkan tidak terima dengan kenyataan saat mama memperkenalkan diri sebagai mama kandungku’ batin Raina yang ingin merasa menangis.
“Selamat malam bi” sapa Raina dengan senyumannya.
__ADS_1
“Selamat malam non....” sahut mereka.
“Jangan panggil saya seperti itu, panggil saja Raina.” sarkas Raina merasa tidak enak jika dirinya dipanggil seperti itu.
Mama tersenyum mendengar pernyataan dari Raina, akhirnya mama mengangguk seakan memberikan kode pada para pelayan untuk mengikuti kemauan putrinya.
Mama kemudian mengantarkan Raina kekamarnya, namun Raina menolaknya karena ingin merasakan tidur bersama ibu kandungnya tentu saja membuat Mama Lita merasa sangat senang.
***
Seperti biasa Raina terbangun disepertiga malam untuk melakukan sholat malam, saat membuka matanya dia sempat merasa bahwa yang terjadi hanyalah mimpi namun saat melihat seorang wanita yang sudah tidak muda namun masih cantik sedang tidur terlelap disampingnya yaitu adalah mamanya sendiri membuat Raina mengulas senyumnya saat itu.
Untuk pertama kalinya Raina sholat subuh berjama’ah bersama ibu kandungnya, dia mengucap banyak rasa syukur karena telah diberitahu sebuah rahasia besar yang ditutupinya selama ini. Raina ingin sekali rasanya selalu berada didekat mamanya namun karena dia harus kembali sekolah di Jakarta.
Namun Raina masih memiliki waktu 9 hari untuk tinggal dan membahagiakan mamanya untuk membuat mamanya terus tersenyum.
“Bi Minah biar aku saja yang masak, aku ingin membuatkan sarapan untuk mama.” pinta Raina pada salah satu ART yang sedang berkutat didapur, sempat terjadi perdebatan kecil akhirnya Bi Minah menuruti kemauan putri dari majikannya tersebut.
Saat Raina tengah asik menata makanan dimeja makan Mama menuruni tangga sambil tersenyum melihat arah Raina yang dengan tlaten menyiapkan makanan padahal sudah banyak pelayan dirumahnya tapi mama juga tidak ingin melarang Raina karena tidak mau putrinya itu merasa tidak nyaman.
“Apa rasanya tidak buruk ma?” tanya Raina ragu-ragu saat melihat mama memasukan satu sendok nasi goreng kedalam mulutnya.
“Tidak, ini sangat enak sayang apakah kamu yang membuatnya?” dengan lahap mama memakannya tanpa sisa karena memang rasanya lebih enak dari biasanya namun bukan berarti juga yang kemarin tidak enak. Raina tersenyum lega mamanya puas dengan apa yang dia hidangkan.
Selesai makan Raina juga membereskan meja makan dan mencuci piringnya dibantu dengan mamanya. Para ART tersenyum puas melihat kebahagiaan terpancar diwajah majikannya bersama dengan putri yang didambakannya selama ini, sifat baik hati dari nyonya mereka menurun pada putri cantiknya.
“Apa kamu ingin pindah diapartemen saja Ra?” tanya mama pada Raina saat mereka nonton TV bersama diruang tengah.
“Tidak perlu ma, aku nyaman kok dikostan.” sahut Raina dengan santai.
“Baiklah mama tidak memaksa, sebenarnya mama memiliki apartemen didekat sekolahmu, namun mama menyewakannya karena jika mama menawarkannya kamu pasti juga akan menolaknya karena kamu mengenal mama sebagai Tante Lita saat itu.” ujar Mama sambil memandangi putrinya.
“Ma sebenarnya pertama kali aku pulang dari Jakarta aku merasa sangat merindukanmu, buktinya saja saat mama datang ke panti saat itu aku langsung memeluk mama dan saat aku kembali ke Jakarta aku merasa sangat merindukan mama dan merasa jauh dari mama.” jelas Raina panjang lebar membuat mama tertawa kecil.
__ADS_1
“Itulah ikatan seorang ibu dan anaknya sayang, tidak bisa dibohongi jika kita sebenarnya saling menyayangi dan merasa ingin selalu dekat” ujar Mama yang membuat Raina tersenyum sambil mangut-mangut mendengarkan penuturan dari mamanya.
Di siang hari mama mengajak Raina untuk membeli makanan dan beberapa mainan untuk adiknya yang ada dipanti. Meskipun Mama Lita sudah membawa Raina untuk tinggal dirumahnya namun ia juga tidak ingin Raina jauh dari keluarga keduanya karena sedari kecil Raina tumbuh besar disana dengan kasih sayang yang melimpah.
Mobil yang mereka tumpangi mulai masuk diarea panti, Raina turun terlebih dahulu untuk menyapa adik-adiknya yang sedang asik bermain di halaman depan.
“Assalamu’alaikum dek, asik nih mainnya?” ujar Raina kemudian para adiknya langsung berlari kearahnya sambil menyalami dan memeluknya.
“Mbak Raina punya mainan untuk kalian, tapi kalian janji harus berbagi dan tidak boleh berebut oke?” ucap Raina sambil memperingatkan.
“Oke mbak, iya mbak, mana mainannya mbak?” itulah yang keluar dari mulut mungil adiknya dengan mata berbinar. Raina langsung mengambil dua tas berukuran besar berisi berbagai jenis mainan yang tadi baru dibelinya bersama mamanya saat perjalanan kepanti.
***
“Assalamu’alaikum Ana, ini aku bawa makanan untuk makan siang disini tadi aku membelinya bersama Raina.” mama masuk kedalam rumah sambil cipika cipiki bersama bunda.
“Wa’alaikumsalam Lit, makasih harusnya kamu nggak usah repot-repot jika kesini. Kamu sudah banyak membantu kami Lit.” bunda merasa beruntung memiliki sahabat seperti Lita.
Bunda dan mama berbincang cukup lama diruang tamu sedangkan Raina asik menemani adik-adiknya bermain, sampai akhirnya dia menyuruh adiknya untuk berhenti bermain karena adzan dzuhur sudah berkumandang dan mengajaknya untuk sholat terlebih dahulu.
Tidak lama kemudian Nadia pulang bersama Alif, Nadia langsung memeluk Raina karena bagaimanapun mereka sudah bersama 17 tahun.
“Eh Alif, bukan mahram Raina sudah besar jangan peluk-peluk sembarangan” bunda memperingatkan dengan tegas saat Alif juga ingin memeluk Raina.
“Hehe iya maaf bunda” Alif menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
.
.
.
Assalamu'alaikum semuanya, maaf aku telat update karena kemarin ada kepentingan keluarga. semoga kalian selalu dalam keadaan sehat 🤗🖤🌻, semoga kalian tetap suka sama karya yang aku buat ya, tinggalkan jejak dengan Like. Thankyuu🤗
__ADS_1