Inseparable

Inseparable
Rasa Nyaman


__ADS_3

Raina membersihkan dirinya lalu berdiam diri dikamar entah apa yang dipikirkannya, kenapa dipikirannya terpenuhi dengan Deva padahal mereka hanya sebatas adik dan kakak kelas.


‘Ceklekk’ ada seseorang yang membuka pintu kamarnya pun Raina tidak sadar, “Woy ngelamun aja!” ucap seorang cewek yang baru saja masuk sambil menepuk bahu Raina.


“Mbak Nadia” ucap Raina yang terperanjak kaget dan langsung memeluknya.


“Kapan sampai dek?” tanya Nadia sambil duduk disebelah Raina.


“Tadi pagi mbak” Raina yang menjawab seadanya.


“Kenapa melamun sih mikirin pacar ya?” ucap Nadia yang menggoda Raina.


“Nggak lah mbak” sahut Raina yang langsung ngegas.


Nadia langsung mandi dan Raina keluar kamar membantu bundanya menyiapkan makan malam. Nadia adalah kakak tertua di panti asuhan itu usianya 21 tahun sedang menempuh pendidikan S1 di universitas negeri yang ada di Surabaya sedangkan Alif adik Nadia usianya hanya selisih 2 tahun, Alif berusia 19 tahun dia juga sedang menempuh pendidikan S1 di universitas negeri, adik-adik lainnya hanyalah anak angkat namun bunda tidak pernah membeda-bedakannya karena semuanya adalah saudara.


Raina dan Nadia sedang berkutat didapur dengan bundanya, “Assalamu’alaikum” suara lembut yang membuat Raina langsung berlari dan memeluk orang itu.


“Wa’alaikumsalam” sahut bunda dan Nadia secara bersamaan.


Bunda dan Nadia saling tatap dan tersenyum melihat Raina berpelukan dengan Tante Lita.


‘Ya Allah kenapa aku merasa nyaman berada dipelukan Tante Lita’ batin Raina saat memeluk Tante Lita.


“Maaf tante saya kelepasan” ujar Raina setelah melepas pelukannya.


“Nggak papa tante senang kamu memeluk tante.” sahut Tante Lita seraya tersenyum.


“Kalian ngobrol aja didepan biar bunda yang masak sama Nadia” ucap Bunda sambil mengangguk, Tante Lita langsung menggandeng Raina dan duduk diruang tamu.


“Kalau udah punya ikatan pengennya deket ya bun.” ujar Nadia.


“Kapan kita beri tahu Raina yang sebenarnya bun?” imbuhnya sambil menatap bunda.


“Kita tunggu saja waktunya, oh iya nanti beri tahu Alif agar dia tidak terlalu dekat dengan Raina ya?” ucap Bunda.


“Iya bun nanti Nadia akan mengingatkan Alif” sahut Nadia dengan mengangguk.


***


“Gimana di Jakarta nak?” tanya Tante Lita.


“Alhamdulillah tan aku punya temen baik disana tapi tan disana ketua OSIS nya nyebelin untungnya ada kakak kelas yang baik selalu nolongin aku...” ucap Raina panjang lebar dan menceritakan semua kejadian-kejadian yang pernah terjadi saat di Jakarta.


“Hehe maaf tante jadi cerita banyak deh” ucap Raina sambil mengusap tengkuknya yang terhalangi oleh jilbab instan.


“Nggak papa jangan sungkan dong tante senang kok mendengarkan cerita kamu” jawab Tante Lita sambil tersenyum.


Cukup lama mereka berbincang sampai akhirnya semua makan malam bersama, “Makasih ya buat makan malamnya maaf lo ngrepotin.” ujar Tante Lita pada bunda.


“Santai dong Lit kamu juga udah jadi bagian dari kami kok” sahut Bunda.


“Yaudah aku pamit ya Assalamu’alaikum” ujar Tante Lita lalu pergi meninggalkan panti.


“Wa’alaikumsalam” jawab semuanya dengan kompak.


“Bun, Tante Lita nggak punya keluarga ya?” tanya Raina pada bunda saat diruang tamu.


“Punya kok” ucap bunda dengan singkat.


“Dimana?” tanya Raina kembali.


“Kepo kamu udah ayo tidur” ujar Nadia sambil menarik tangan Raina dan mengajaknya ke kamar.


***


Waktu berjalan dengan cepat sudah 9 hari Raina berada di Surabaya dan juga tiga hari belakangan Senja selalu menelfon Raina karena merasa kesepian di Jakarta karena memang hanya Raina satu-satu temannya yang dekat dengannya.


Begitupun dengan Tante Lita yang tidak pernah absen untuk mengunjungi panti tempat Raina tinggal, Tante Lita adalah sahabat dekat Bunda sejak mereka menginjak bangku SMA, beliau juga yang menjadi donatur untuk panti asuhan yang Raina tinggali.


Hanya tinggal satu hari Raina di Surabaya setelah itu dia harus balik ke Jakarta, Raina selalu menghabiskan waktunya untuk menemani adik-adik bermain dan sesekali mengajari mereka beladiri agar bisa melindungi diri sendiri.


Nadia dan Alif sibuk kuliah padahal Raina ingin mengajak kedua kakaknya untuk pergi jalan-jalan karena tinggal satu hari Raina di Surabaya.

__ADS_1


Tiba-tiba ada mobil mewah yang tidak asing masuk di area panti dan itu adalah mobil milik Tante Lita, Raina langsung meninggalkan adik-adik yang sedang bermain lalu menghampiri Tante Lita dengan wajah bahagia.


“Assalamu’alaikum tante” ucap Raina sambil mencium punggung tangan Tante Lita.


“Wa’alaikumsalam” jawab Tante Lita lalu memeluk Raina dengan sekilas.


“Mari masuk tante mau saya buatkan teh atau kopi?” tanya Raina dengan sopan.


“Enggak usah tante kesini mau ngajak kamu jalan-jalan kan kamu besok udah balik ke Jakarta.” ujar Tante Lita sambil mengusap kepala Raina.


“Iya Raina, cepetan sana ganti baju” sahut bunda yang baru datang, Raina langsung masuk dan ganti baju.


Tak lama kemudian Raina keluar dan pergi keliling Surabaya dengan Tante Lita, tidak ada rasa canggung diantara mereka. Hingga malam mereka pergi lalu Tante Lita mengantarkan Raina pulang, “Besok biar tante ya yang nganter kamu?” ujar Tante Lita.


“Eh ehm nggak usah tante ada mas alif kok yang nganter nanti malah ngerepotin tante lagi” sahut Raina merasa tidak enak.


“Enggak kok besok tante jemput ya” ujar Tante Lita dengan senyumnya.


“Makasih tante, makasih juga udah ngajak saya jalan-jalan” balas Raina sambil tersenyum.


Keesokan harinya Raina sudah bersiap-siap untuk balik ke Jakarta, “Bunda Raina balik ya” ucap Raina sambil mencium punggung tangannya lalu memeluknya.


“Mbak aku balik ya jagain bunda sama adik-adik ya.” imbuh Raina pada Nadia, lalu Raina memeluk Nadia dan adik-adik semuanya.


Raina yang hendak memeluk Alif, “Eh dek itu Tante Lita udah jemput kamu” ujar Nadia sambil menarik Raina.


“Kok aku nggak jadi dipeluk sih dek?” ucap Alif yang merengek.


“Udah dijemput itu kamu mah!” sahut Nadia sambil menepuk bahu Alif.


“Yaudah bun, mbak, mas, dek, aku pamit ya Assalamu’alaikum” ucap Raina yang langsung keluar menghampiri Tante Lita.


Sampainya distasiun Tante Lita memeluk Raina dengan erat rasanya berat melihatnya pergi meninggalkan Surabaya, “Hati-hati disana ya sayang” ucap Tante Lita usai melepas pelukannya.


“Iya tante makasih ya yaudah Raina masuk, Assalamu’alaikum” ucap Raina seraya tersenyum sambil mencium punggung tangannya. Tante Lita hanya bisa melihat punggung Raina yang berjalan semakin jauh sampai tidak terlihat.


Sampainya di Jakarta Raina langsung kembali ke kostnya naik ojek online yang sudah dipesannya tadi.


Dipagi yang cerah namun matahari masih malu menampakkan sinarnya, Raina yang sudah bangun dari tadi sejak pukul 03.30 berinisiatif ingin jogging dan sudah siap dengan menggunakan celana trainning berwarna maroon, hoodie hitam, jilbab instan navy, dan memakai sepatu santai. Dia keluar dari kost mulai berlari kecil entah kaki akan membawanya sampai dimana, setelah merasa lelah dia membeli air mineral.


“Raina?” ucap seseorang setengah teriak yang membuat Raina terlonjak kaget.


“Ah ya?” Raina langsung melihat kearah suara itu.


“Kak Deva? Maaf kakak kok ada disini?” imbuh Raina sambil bergeser dan memberi ruang untuk Deva duduk.


“Sorry aku ngagetin kamu ya? Habisnya dari tadi aku panggil kamu diem aja, ngelamunin apa sih?” tanya Deva yang sudah duduk disebelahnya.


“Emang aku tadi ngelamun ya kak?” Raina malah bertanya balik membuat Deva tertawa kecil.


“Iya, kamu kok ada disini? Emang rumah kamu sekitar sini ya?” ucap Deva sambil menatap Raina.


“Rumah aku jauh kak ada di Surabaya...” ujar Raina yang belum selesai langsung dipotong oleh Deva.


“Jauh banget, kok bisa sampai sini dan kok kamu sekolah sini kamu pindahan ya?” pertanyaan Deva yang terus mencecar Raina.


“Hahahaha” Raina justru malah tertawa membuat Deva mengerutkan kening kemudian mengulas senyumnya.


“Maaf kelepasan habisnya Kak Deva lucu sih ada-ada aja pertanyaannya” ucap Raina dengan sedikit tawanya.


“Aku disini ngekost kak, sekolah disini juga beasiswa kok rumah aku di Surabaya gitu” imbuh Raina yang menjelaskan dan menatap lurus kedepan. Deva hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.


“Oh iya Kak Deva ngapain disini? Rumah Kak Deva deket dari sini?” tanya Raina.


“Ehm aku jogging nggak sengaja lihat kamu terus aku samperin deh, iya rumahku di perumahan dekat sini kok, mau main kerumahku?” ujar Deva yang tidak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Raina.


“Makasih kak tawarannya lain kali aja ya” ucap Raina sambil tersenyum.


Mereka berbincang cukup lama sampai akhirnya pulang kerumah masing-masing, sampainya dirumah Deva menuju dapur untuk mengambil air mineral. “Bi papa udah bangun?” tanya Deva kepada pembantu dirumahnya.


“Sudah den, tuan sedang minum kopi di gazebo dekat kolam” ucap bibi dengan ramah.


“Makasih ya bi, Vano duluan” sahut Deva dengan sopan.

__ADS_1


Deva berjalan menuju kolam renang mendapati papanya yang sedang melamun entah memikirkan apa. “Assalamu’alaikum pa? Mikir apa kok sampai ngelamun gitu?” ucapnya sambil mencium punggung tangan papa.


“Wa’alaikumsalam, muka kamu terlihat bahagia ada apa Van?” tanya papa yang melihat putranya.


“Papa ditanya malah balik nanya deh, aku habis jogging dan nggak sengaja ketemu adik kelasku ditaman pa.” jelas Deva dengan seulas senyumnya.


“Kamu suka sama dia? Bawalah kemari kenalkan pada papa” ucap papa dengan serius.


“Apa sih pa, kok jadi bahas kemana-mana.” sahut Deva dengan salah tingkah.


“Pa? Kenapa adek disuruh tinggal diasrama sih? kenapa nggak sekolah bareng aku aja kan aku bisa jagain dia.” tanya Deva dengan heran.


“Entahlah semakin dia beranjak remaja menuju dewasa papa rasa dia menganggapmu bukan seorang kakak namun sebagai cowok”. ucap papa dengan serius.


“Papa gimana sih aku kan emang cowok, aku harap setelah aku kuliah adek harus sekolah di SMA ku sekarang ya pa?” ucap Deva polos dengan tatapan memohon.


“Baiklah papa akan pikirkan, yasudah ayo kita sarapan. Papa dari tadi menunggumu” ujar papa kemudian mereka menuju meja makan bersama.


***


Libur panjang telah berakhir, Hari Senin tiba untuk membuat para pelajar kembali ke sekolah untuk menuntut ilmunya. Dipagi yang cerah langit biru namun masih ada semburat jingga dan sang surya hendak menampakkan sinarnya.


Gadis remaja yang sudah terbangun sebelum adzan subuh berkumandang sudah rapi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolahnya. Raina ingin berangkat sekolah dengan jalan kaki disamping menjaga kesehatannya dia juga ingin belajar menyisihkan uangnya agar tidak merepotkan bundanya disana.


Padahal tadi malam ada notif pesan dari ponselnya bundanya telah memberi uang dengan jumlah yang cukup besar namun Raina tidak ingin boros.


Berbeda dengan dihari pertamanya masuk sekolah yang tergesa-gesa. Raina terus berjalan dengan santai menghirup udara segar yang masih belum ada polusinya namun setelah sampai dijalan raya sudah ada beberapa kendaraan yang melintas.


‘Tin..tinn’ suara klakson mobil terdengar tepat dibelakang Raina kemudian berhenti didepannya begitu saja.


Raina mengernyitkan dahinya, saat ingin protes karena itu mengejutkannya. Namun setelah melihat orang yang keluar dari mobil itu senyum Raina mengembang.


“Assalamu’alaikum” sapa orang itu dengan senyumannya pada Raina.


“Wa’alaikumsalam” jawab Raina yang juga tersenyum.


“Ehm... maaf ngagetin ya? Mau ke sekolah bareng?” tanya cowok sambil berdehem.


“Iya kak tadinya aku mau protes karena tiba-tiba berhenti didepan aku tapi nggak jadi karena ternyata itu Kak Deva hehe” ujar Raina dengan polos membuatnya tertawa kecil. Ya, cowok yang tadi ingin diprotes Raina adalah Deva.


“Makasih kak, jaraknya udah deket kok aku lanjut jalan aja.” imbuh Raina menolaknya.


Deva langsung berjalan membukakan pintu mobil, “Udah ayo aku maksa” ucap Deva menunggu Raina masuk mobilnya. Merasa tidak enak untuk menolaknya lagi Raina akhirnya menuruti ajakan Deva dan masuk ke mobil.


“Makasih kak” ucap Raina saat Deva hendak menutup pintu mobilnya. Dengan senang hati Deva langsung berjalan dan masuk mobil melajukan kendaraanya menuju sekolah.


Tak butuh waktu lama mereka sampai disekolah karena jarak mereka tadi bertemu sudah dekat dengan sekolah. Deva keluar dari mobil terlebih dahulu kemudian berlari kecil membukakan pintu untuk Raina mempersilahkannya untuk keluar.


“Makasih Kak Deva” ucap Raina pada Deva.


Deva hanya menanggapi dengan anggukan dan senyumannya, banyak mata yang melihat mereka sehingga membuat orang berargumentasi sesuai apa yang ada dipikiran mereka.


“Anak beasiswa nggak tau diri banget kemarin aja caper sama Kak Nathan terus sekarang udah berangkat bareng aja sama Kak Deva!” ucap salah satu siswi yang terdengar oleh Raina.


“Waduh besok besok sama Verrel nih pasti!” imbuh siswi lainnya.


Deva yang ikut mendengarnya pun mulai naik pitam, entah kenapa rasanya tidak terima dengan apa yang mereka ucapkan. Saat Deva melangkah ingin menghampiri siswi itu dengan sigap Raina mencekal tangannya membuat Deva menoleh padanya.


Raina langsung berjalan menuju kerumunan siswi-siswi yang membicarakannya tidak-tidak, “Ehem.. maaf ya kakak-kakak kalau emang nggak suka atau iri bilang aja nggak usah mikir yang enggak-enggak soal aku, kalo kepo mending tanya dari pada perang batin” ucap Raina pada mereka.


Seakan merasa tidak terima, ada cewek yang ingin menampar pipi mulusnya namun cewek itu mengurungkan niatnya karena Deva menatap mereka dengan tajam dari kejauhan.


Tanpa mengucap sepatah katapun kerumunan itu bubar dengan sendirinya, Raina bingung mengapa semuanya pergi begitu saja.


Deva tidak menyangka bahwa Raina seberani itu, tadinya dia melihatnya dari kejauhan namun saat ada salah satu siswi yang ingin menamparnya namun diurungkan karena siswi itu melihat tatapan Deva berubah menjadi sangat tajam dan penuh amarah padahal dia terkenal ramah dan baik hati. Saat mereka membubarkan diri Deva berjalan menghampiri Raina. “Kamu nggak papa?” tanya Deva yang sudah ada dibelakang Raina.


“Eh iya kak, yaudah saya balik ke kelas dulu ya. Sebentar lagi upacara berlangsung terima kasih tumpangannya kak.” ucap Raina lalu berjalan meninggalkan Deva begitu saja.


Raina masih merasa kesal namun dia tidak bisa berbuat yang lebih jauh karena itu pasti akan mengancam beasiswanya nanti.


.


.

__ADS_1


Assalamu'alaikum, tinggalkan jejak dengan Like ya thank you🌻🖤


__ADS_2