
Jangan lupa like yaa🤗🖤
Happy Reading❤️
.
.
“Jadi gitu Nja, Kak Verrel udah cerita semuanya sama aku beberapa hari yang lalu. Aku pengen nanya sama kamu sebenernya cuma aku tahu kalau kamu bakalan cerita sama aku nantinya dan akhirnya hari ini telah tiba.” ucap Raina setelah selesai menceritakan apa yang diucapkan Verrel saat itu.
“Kakak... hiks... hiks...” Senja menangis sesenggukan mendengarkan cerita yang keluar dari mulut Raina.
Ternyata selama ini dia juga salah sangka, awalnya dia mengira kakaknya telah meninggalkannya namun ternyata papanya lah yang membuat dia memutuskan untuk keluar dari rumah.
Raina langsung memeluk Senja yang menangis hingga kurang lebih Senja menumpahkan air matanya selama dua jam. Setelah merasa hatinya cukup tenang dia kembali membuka suaranya.
“Kenapa kamu nggak bilang sih Ra kalau kamu kerja di cafenya Kak Verrel?” tanya Senja membuat Raina memutar matanya seakan mencari jawaban.
“Ehm.. Itu Nja aku sebelumnya minta maaf ya sama kamu. Aku minta maaf banget ya, soalnya awalnya tuh aku ngira kalau kamu mantannya Kak Verrel jadi kalau aku menyinggung dia kamu nggak suka gitu, karena dari dulu kalau ada yang sebut namanya raut wajah kamu langsung berubah.” ujar Raina membuat Senja terbahak seakan tidak percaya oleh pemikiran sahabatnya yang sangat konyol menurutnya.
“Gini-gini aku belum pernah pacaran kalik Ra, karena dari dulu sampai sekarang hanya ada dua cowok yang aku cintai cuma papa dan....” ucapan Senja terpotong lalu terdiam sejenak.
“Verrel Mathew Aditya” imbuhnya dan diiringi senyum yang tipis, Raina ikut tersenyum mendengarkan apa yang telah diucapkan Senja.
“Aku sempat membencinya Ra, bahkan sangat membencinya karena kakak meninggalkanku saat aku terbaring koma makanya aku nggak pernah mencari keberadaannya...” Senja kembali bercerita.
“Tapi rasa benci itu tertutupi dengan rasa rindu yang aku pendam. Aku merindukan Kak Verrel ada disisiku, selalu ada untukku, setelah tiga tahun akhirnya aku bisa melihatnya lagi aku bener-bener nggak nyangka dan nggak tahu kalau kakak juga sekolah di SMA kita.” imbuh Senja mengungkapkan apa isi hatinya.
Raina konsen dan larut mendengarkan cerita dari Senja tanpa merespon apapun karena dia tahu bahwa sahabatnya itu hanya ingin didengarkan oleh seseorang untuk mengurangi beban yang ada didalam hatinya.
“Ra, bawa aku ketemu sama Kak Verrel!” seru Senja dengan mantap yang membuat Raina terperangah.
“Hah?” Raina cukup terkejut dan menjatuhkan rahangnya kebawah kemudian berdehem untuk menetralkan pikirannya.
“Kenapa? Apa Kak Verrel ngelarang kamu buat ngomong sama aku setelah dia menceritakan masa lalu kita ke kamu?” ujar Senja yang mulai salah paham.
“Nggak nggak gitu, masalahnya Kak Verrel nggak tahu kalau aku temen kamu...” ucapannya dipotong oleh Senja begitu saja.
“Nah berarti nggak masalah dong” sahut Senja yang langsung sumringah, Raina kemudian mengangguk sambil tersenyum menanggapinya.
‘Mungkin kalau dari awal Kak Verrel tahu aku temennya Senja, aku nggak akan dapat pekerjaan’ batin Raina.
***
Keesokan harinya Raina dan Senja menuju cafe bersama namun mereka masuk secara bergantian.
Senja masuk kedalam cafe terlebih dahulu lalu mencari tempat duduk dan memesan makanan.
Kemudian Raina masuk melewati tempat duduk Senja, “Goodluck!” bisik Raina sambil mengepal dan mengangkat kedua tangannya, Senja hanya tersenyum dan mengangguk menanggapinya.
“Ehm, kak boleh nanya nggak?” tanya Senja pada pelayan yang mengantarkan makanannya.
“Ya?” sahutnya dengan senyum.
“Bisa bertemu dengan pemilik cafe?” Senja kembali bertanya.
“Maaf ada keperluan apa ya? Apakah sudah ada janji sebelumnya? Tapi jika sudah ada janji biasanya ketemu diruangan Kak Verrel langsung.” Senja dicecar berbagai pertanyaan oleh pelayan tersebut.
Senja menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memikirkan sesuatu, tidak mungkin juga dia mengatakan bahwa adiknya Verrel. Senja memutar otaknya agar mendapatkan jawaban yang tidak mencurigakan.
“Saya ingin booking untuk acara ulang tahun saya bisa?” Senja menjawab dengan ragu.
“Bisa mbak, namun itu bagian admin yang menangani bukan pemilik cafe.” sahut pelayan dengan ramah.
__ADS_1
“Tapi saya ingin ketemu sama pemiliknya mbak!” Senja menjawab dengan nada tinggi. Senja kemudian memejamkan matanya karena keceplosan dan membuat semua pengunjung cafe melihat kearahnya.
Raina yang sedang melayani pengunjung pun ikut terkejut dan tidak menyangka Senja akan keceplosan bahkan berbicara sekeras itu. Dia memukul dahinya melihat sahabatnya malah membuat keributan dicafe milik kakaknya.
“Maaf ada keributan apa ya?” ucap seseorang yang sangat Senja rindukan dan berada tepat dibelakangnya, dia tersenyum akhirnya bisa memancing kakaknya keluar.
“Ini kak, mbaknya ingin booking cafe tapi lewat Kak Verrel langsung tanpa menghubungi admin terlebih dahulu dan malah marah-marah.” pelayan menjelaskan apa yang terjadi.
“Mari kak kita bicarakan diruangan saya aja, nggak enak sama pengunjung lain. Kamu silahkan kembali bekerja!” ujar Verrel untuk menghentikan keributan.
“Mari keruangan saya” ajak Verrel dengan ramah, namun Senja mengisyaratkan tangannya agar Verrel berjalan terlebih dahulu.
***
Verrel masuk keruangannya diikuti dengan Senja yang berada dibelakang, “Kak Verrel?” ucap Senja menghentikan langkah Verrel yang menuju ketempat duduknya.
Verrel merasa membeku mendengarkan suara yang familiar ditelinganya, diapun membalikkan badannya lalu dengan sigap Senja berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat. Ingin rasanya membalas pelukan adiknya namun dia mengurungkan niatnya.
“Kenapa kakak tega ninggalin aku?! Kenapa kakak ngehindar saat bertemu denganku? Kenapa kakak pergi dari sisiku? Kenapa?!” Senja terisak dalam pelukannya, sedangkan Verrel hanya diam lalu melepaskan pelukan tersebut.
“Pulanglah” ujar Verrel dengan lirih saat duduk dikursinya.
“Kakak nggak kangen sama aku? Kenapa kakak nyalahin diri kakak sendiri? Dulu hanyalah sebuah kecelakaan bukan salah kakak!!” sahut Senja yang masih terisak.
“Keluar dari ruanganku” pinta Verrel dengan nada rendah.
“STOP NYALAHIN DIRI KAKAK!!” seru Senja yang sudah merasa habis kesabarannya untuk menyadarkan Verrel.
“KELUAR!” teriak Verrel sambil menunjuk arah pintu.
Senja langsung keluar dan membanting pintu sangat keras, lututnya terasa lemas kemudian dia jongkok sambil menangis didepan ruangan Verrel. Tak lama kemudian Raina datang dan menenangkannya, Senja semakin menangis hingga sesenggukan saat dipeluk sahabatnya.
Senja memutuskan untuk pulang setelah merasa tenang dan Raina kembali melanjutkan bekerja. Raina menuju dapur kemudian meminta maaf kepada pelayan yang sempat dibentak oleh Senja tadi.
“Temen? Yang tadi ngotot ketemu Kak Verrel ya? Kamu temennya dia?” tanya Gita sambil mengingat-ingat.
“Ah iya betul, hehe sahabat sih mbak malahan. Maaf ya dia udah bikin keributan tadi.” ujar Raina dengan tulus.
“Sahabat?” sahut Verrel dari belakang Raina membuatnya terperanjat.
“Lo keruangan gue sekarang!” seru Verrel pada Raina, kemudian dia mengikuti Verrel dari belakang.
***
‘Brakk!’ Verrel membanting pintu dengan sangat keras saat Raina sudah masuk kedalam ruangannya.
“Gue nyesel kenapa saat itu gue cerita masa lalu gue ke lo! Bahkan gue nggak nyangka kalo lo sahabat Senja! Ngapain lo kerja di cafe gue cuma buat nemuin gue sama Senja?! Maksud lo apa hah?!!” Verrel membentak-bentak Raina sepuasnya.
“Kak nggak gitu, aku juga baru tahu kalau kalian ternyata kakak adik dan....” ucap Raina terpotong.
“Lo gue pecat!” sahut Verrel tanpa berpikir panjang.
“Kak ini kesempatan kamu buat kembali berdamai dengan Senja dengan masa lalu kakak, Senja sangat merindukan kakak. Jika berkenan datanglah ke ulang tahun Senja besok lusa di Hotel XXX mungkin kehadiran Kak Verrel akan menjadi hadiah terindah seumur hidupnya.” ucap Raina kemudian dia keluar dari ruangan Verrel. Raina pulang menuju kostnya karena sudah dipecat namun dia tidak sedih kehilangan pekerjaannya untuk membantu sahabat satu-satunya.
Keesokan harinya Raina berangkat ke sekolah seperti biasanya lalu pada saat bel istirahat berbunyi dia dan Senja langsung menuju kantin untuk makan siang.
“Ra, nanti kerja pulang jam berapa?” tanya Senja disela-sela menikmati makan siang.
“Ehm, aku nggak kerja Nja.” sahut Raina, memicingkan matanya sambil mengerutkan dahi seakan merasa janggal dengan tanggapan Raina.
“Aku keluar kok dari cafe.” imbuhnya.
“Loh kenapa? Dipecat gara-gara ketahuan kamu temen aku ya? Ya ampun Ra maafin aku ya...” Senja mencecar berbagai opininya sendiri.
__ADS_1
“Enggak kok udah lah, ehm besok jam berapa acaranya?” tanya Raina mengalihkan topik lain.
Senja dan Raina akhirnya membahas acara ‘Sweet Seventeen’ yang akan digelar Senja sangat mewah karena papanya mengundang seluruh kolega dan juga rekan bisnisnya tidak lupa Senja juga mengundang pengurus OSIS dan teman sekelasnya meskipun mereka tidak terlalu dekat namun pertemanan tetap ada.
***
Raina berangkat keacara ulang tahun Senja menggunakan gaun muslim yang dibelikan oleh Senja minggu lalu. Banyak orang kalangan atas yang hadir dan juga teman-temannya, mereka sangat menikmati acara yang digelar oleh Senja.
Raina berbincang dengan teman sekelasnya meskipun tidak terlalu dekat, tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkannya dari belakang.
“Kak Deva?” ucap Raina seakan tidak percaya bertemu dengan Deva di acara ini.
Deva hanya tersenyum menanggapi perkataan Raina, mungkin Raina tidak tahu bahwa Deva merasa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengannya.
“Ngobrol disana yuk?” ajak Deva sambil menunjuk arah kursi yang kosong. Raina mengangguk dan mengikutinya dari belakang.
“Ehm, dateng sama siapa kak?” tanya Raina agar tidak merasa canggung.
“Sama seseorang, oh ya gimana kabar kamu?” ujar Deva sambil memperhatikan Raina.
“Alhamdulillah kak” jawab Raina dengan singkat sambil tersenyum. Dia ingin bertanya balik pada Deva namun diurungkan karena ada seseorang yang memanggil Deva dengan suara manja.
“Kak Dev kok disini sih, tuh dicariin papa” ucap seorang perempuan pada Deva yang belum menyadari keberadaan Raina disitu.
‘Bianca? Dia adik kelas yang ngeyel itu bukan sih? Jadi seseorang yang dimaksud Kak Deva seseorang itu dia?’ batin Raina yang masih memperhatikan Bianca.
“Oh iya, Raina aku permisi sebentar ya nanti aku kesini lagi jangan kemana-mana oke?” pinta Deva sambil tersenyum, Raina hanya mengangguk menanggapinya.
Raina melihat ekspresi Bianca yang tidak suka saat Deva berbicara padanya kemudian saat Deva berdiri Bianca langsung melingkarkan tangannya pada Deva dan meninggalkan Raina sendirian.
Cukup lama Raina duduk sendirian, lalu dia melihat Deva naik keatas panggung memberikan sambutan layaknya seperti seorang pengusaha muda yang sangat berwibawa. Tanpa diketahui Raina memang benar semua dugaannya.
“Saya ucapkan selamat ulang tahun pada Senja yang ke-17, oh ya tapi saya nggak dateng sendiri loh ada seseorang yang hadir disini untuk ikut merayakan ultah kamu loh Senja, oke kita panggil yah... Silahkan naik keatas” ucap Deva membuat Senja dan kedua orang tuanya penasaran bahkan Raina juga penasaran.
Semua membelalakan matanya terutama Senja dan kedua orang tuanya yang seakan tidak percaya dengan kehadiran seseorang yang berada diatas panggung. Yah, siapa lagi kalau bukan Verrel Mathew Aditya. Raina pun juga tidak menyangka bahwa Verrel akan datang untuk menghadiri ulang tahun adiknya.
Pertama kalinya setelah tiga tahun lebih Verrel meninggalkan keluarganya dan baru kali ini dia bertemu langsung tatap muka.
Senja langsung berlari naik keatas panggung memeluk kakaknya, ada suasana tangis bahagia disana bahkan kedua orang tuanya ikut naik keatas panggung menyambut putra sulungnya kembali pada keluarganya.
Verrel meminta maaf kepada orang tuanya karena telah meninggalkan rumah dan menghilang tanpa memberikan komunikasi sedikitpun setelah pergi.
Begitupun juga Papa Aditya yang merasa sangat menyesal telah membiarkan putra sulungnya pergi meninggalkan rumah saat itu.
“Verrel maafin papa ya dulu membiarkanmu pergi dari rumah, papa memang bukan sosok ayah yang sempurna tapi papa janji akan memperbaiki semuanya, hanya kamulah penerus Keluarga Aditya.” ujar Papa Aditya dengan tulus kemudian memeluk Verrel dengan hangat.
“Maafin Verrel juga pa, Verrel hanya menyusahkan papa dan mama” sahut Verrel yang membalas pelukan hangat dari papanya. Kemudian Papa Aditya menjelaskan situasi yang terjadi karena mungkin ada beberapa kolega dan rekan bisnisnya ada yang belum mengetahui apa yang terjadi.
Senja benar-benar merasa sangat senang dan bahagia melihat keluarganya kembali utuh seperti lima tahun yang lalu. Hari ini lah yang selalu Senja nantikan bahagia bersama dengan keluarga.
Deva ikut senang melihat sahabatnya mau kembali dengan keluarganya begitupun juga Raina yang dari jauh ikut bahagia melihat keluarga sahabatnya kembali seperti yang diinginkan oleh sahabatnya tersebut.
.
.
.
Assalamu'alaikum teman-teman, maaf aku telat update. Semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja yaa sehat selalu, mari kita juga do'akan saudara-saudara kita yang terkena musibah diluar sana, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan pencet Like, dan komentarnya yaa. Thankyuu🤗
Wassalamu'alaikum🖤
__ADS_1