Inseparable

Inseparable
Surat dari Mama


__ADS_3

Assalamu'alaikum, Jangan lupa LIKE🖤


Selamat membaca🌻


.


.


Dipagi hari Raina sudah rapi dan wajahnya sangat bahagia, pasalnya dia sudah menemukan kartu apartemen untuk memasuki apartemen milik mamanya yang letaknya tidak jauh dari kostnya sekarang.


“Pagi-pagi gini udah rapi neng, mau kemana?” tanya Bu Ina saat melihat Raina sedang mengunci pintu kamarnya.


“Pagi Bu Ina, saya mau nengok apartemen milik mama sebentar.” Raina tersenyum.


“Yasudah hati-hati ya neng.” ucap Bu Ina, Raina mengangguk kemudian berpamitan pada Bu Ina.


Sampainya didepan gerbang ternyata ojol yang dipesannya sudah sampai, Raina langsung naik dan menuju apartemen milik Mama Lita yang berada dijalan XX. Tibalah Raina didepan gedung yang menjulang tinggi.


“Bener, disini apartemennya?” gumam Raina setelah turun dari motor. Dia membaca alamatnya berkali-kali untuk memastikan agar tidak salah, pasalnya Raina sekarang berada didepan apartemen elit yang harganya sangat fantastis. Sekaya apa sebenarnya Mama Lita? Pikir Raina.


“Kak mau nanya, kalau nomor 277 ada dilantai berapa ya?” tanya Raina pada wanita yang sedang menjaga resepsionis.


“Ada dilantai 42 kak, mau saya antar?” sahut wanita itu dengan ramah.


“Tidak perlu mbak, makasih ya.” Raina tersenyum lalu meninggalkan resepsionis.


Raina masuk kedalam lift lalu menekan angka 42, hatinya terasa gugup namun dia juga ingin segera mengetahui apakah yang sebenarnya terjadi pada keluarganya? Didalam hatinya dia selalu berdo’a semoga Allah memberikan hal yang terbaik untuk dirinya.


‘Ting!’


Pintu lift terbuka, tibalah Raina dilantai apartemen milik Mama Lita. Matanya melihat sekeliling dan hanya terdapat satu pintu disana, perlahan dia melangkah menghampiri pintu tersebut dan terdapat angka ‘227’ yang tertera disana.


Raina memasukkan kartu yang diberikan bundanya waktu itu kemudian menekan password untuk membuka pintunya.


‘Ceklekk..’


Raina membuka pintu perlahan lalu dia masuk kedalam. Apartemen yang sangat terlihat rapi dengan tataan furnitur yang mewah dan elegan namun terkesan simple. Ruang utama yang berdominan warna putih biru merupakan warna kesukaan Raina. Tidak hanya berhenti disana dia langsung memasuki satu persatu ruangan yang ada didalam apartemen.

__ADS_1


Raina membuka kamar yang ada disana, betapa terkejutnya dia melihat tiga buah foto berukuran sangat besar menghiasi dinding kamar tersebut. Yang pertama terdapat foto pernikahan, yang sangat jelas bahwa yang berada didalam foto tersebut adalah Mama Lita bersama suaminya.


‘Apa itu papa?’ gumam Raina dalam hatinya.


Yang kedua ada foto Mama Lita bersama suaminya dan ditengah mereka ada seorang anak laki-laki dengan usia berkisar dua hingga tiga tahun, namun perut Mama Lita terlihat sedikit buncit disana.


‘Siapa anak itu?’ Raina berbicara lagi didalam hatinya.


Dan difoto ketiga ada foto sepasang suami istri bersama anak laki-laki ditambah seorang bayi perempuan yang berada digendongan papanya. Mereka terlihat sangat bahagia, senyuman yang sangat lepas dapat mengartikan bahwa mereka adalah keluarga yang sangat utuh dan bahagia.


Tanpa sadar Raina ikut tersenyum namun air matanya tiba-tiba lolos begitu saja melihat ketiga foto itu, entah kenapa Raina juga tidak paham. Perasaanya sesak dan merasa sakit, Raina duduk ditepi ranjang untuk menenangkan hatinya. Tidak hanya tiga foto itu yang mencuri perhatiannya namun banyak foto berukuran kecil yang tersimpan dilemari kaca dan nakas.


Raina menyeka air matanya dan dia teringat pada surat dari mama yang harus dia buka saat berada didalam apartemen.


‘Untuk anak mama, Arella Raina Anggara.


Assalamu’alaikum sayang, jika kamu menerima dan membaca surat ini berarti mama sudah tidak ada disamping kamu. Maafin mama ya, mama nggak bisa nemenin kamu dalam waktu yang lama, maafin mama juga belum bisa menjadi ibu yang sempurna buat kamu, tapi mama bahagia punya kamu.


Kamu baca surat ini waktu kamu udah diapartemen kan? Mama harap iya, karena kamu anak yang baik dan pastinya penurut. Sebelumnya mama minta maaf karena mama bohong soal apartemen, mama selalu bilang kalau apartemen nya mama sewain ke orang lain padahal aslinya tidak, mama selalu menjaga dan merawat apartemen karena mama nggak mau ada orang yang tahu isi apartemen kecuali orang yang mama sayang.


Kamu pasti bertanya-tanya siapakah foto yang berada didalam apartemen mama kan? Itu foto papa kamu dan anak kecil laki-laki itu adalah kakak kamu, sayang. Bukannya mama tidak mau memberi tahu kamu apa saja yang pernah terjadi pada keluarga kita tapi mama rasa belum ada waktu yang tepat untuk mama menyinggung perihal papa atau kakak kandung kamu. Namun disaat mama ingin mengatakan semuanya ternyata umur mama tidak panjang, kamu hanya mengetahui dari sekilas cerita mama, dan dari beberapa foto yang kamu lihat yang ada didalam apartemen.


Jaga diri kamu baik-baik ya sayang, tetaplah jadi Raina yang ceria, Raina yang membawa kebahagiaan untuk semua orang tapi kamu juga jangan lupa untuk membahagiakan diri kamu sendiri. Maafin mama udah menyembunyikan penyakit mama selama ini, mama nggak mau bikin kamu khawatir, ingat mama akan selalu ada didalam hati kamu. Mama, papa, dan kakak kamu sangat menyayangi kamu, jangan benci mereka ya. Wassalamu’alaikum wr.wb.’


Raina meneteskan air mata untuk kesekian kalinya, dia sangat tidak menyangka bahwa ternyata dia memiliki seorang kakak laki-laki yang entah namanya siapa dan wajahnya bagaimana sekarang? Memang banyak foto disana namun yang ada disana hanyalah foto anak kecil yang usianya sekitar tiga tahunan sedangakan sekarang kakaknya pasti berusia 20 tahunan, dan pasti wajahnya sudah berubah.


Raina menyeka air matanya, dia berjalan mendekati foto pernikahan kedua orang tuanya. “Papa?” hanya satu kata yang bisa dia ucapkan saat memandangi foto papa kandungnya.


“Mengapa aku sangat familiar melihatnya? Apa aku pernah bertemu dengan papa?” imbuh Raina seraya menyentuh figura yang berukuran besar.


***


Seharian Raina berada didalam apartemen milik mamanya, dia terus berkeliling sambil melihat album foto yang berisi foto masa muda kedua orang tuanya, saat menikah, bersama kakak laki-lakinya, saat dia lahir dan hadir ditengah-tengah keluarga kecilnya. Yang Raina lihat keluarganya bahagia, tapi mengapa mereka harus berpisah? Pikirnya.


Raina tidak sadar bahwa langit sudah gelap dan menandakan malam hari. Dia bergegas untuk keluar dari apartemen dan memutuskan untuk kembali ke kostnya. “Maaf, maaf...” Raina tidak sengaja menabrak orang saat dilobi hingga terjatuh karena terburu-buru untuk pulang.


“Jalan pake mata dong!” seru seseorang yang tidak sengaja ditabrak oleh Raina.

__ADS_1


“Bianca?” gumam Raina saat melihat bahwa orang yang dia tabrak adalah Bianca.


“Nggak punya mata lo!” sarkas Bianca.


“Aku minta maaf.” ucap Raina dan langsung meninggalkannya begitu saja.


Bianca melihat ada foto terjatuh dilantai, mungkin itu milik Raina. Tanpa pikir panjang Bianca mengambilnya, saat ingin melihat foto tersebut ada seseorang yang menghampirinya.


“Kenapa dek?” tanya Deva membuat Bianca sedikit terperanjat.


“Ah enggak, tadi ada orang yang nggak sengaja nabrak aku kak.” balas Bianca sambil tersenyum.


“Orangnya mana?” Deva bertanya sambil melihat sekitar.


“Udah pergi kok kak, yaudah yuk nanti papa nungguin kita lagi.” potong Bianca sambil melingkarkan tangannya pada Deva.


‘Bisa gawat kalo Kak Deva malah ketemu sama cewek beasiswa’ batin Bianca.


‘Eh tapi ini kan apartemen elit, ngapain tuh cewek disini?’ Bianca semakin bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


“Bianca, ayo makan kenapa ngelamun?” ucap Papa yang melihat Bianca mengabaikan makanan yang ada didepannya.


“Iya dek kenapa? Nggak enak? Apa mau ganti yang lain aja dek?” Deva ikut bertanya.


“Engga kok pa, kak, ini enak hehe” Bianca kemudian melahap makanan yang ada didepannya.


Keluarga Deva sedang ada pertemuan khusus bersama rekan kerja disebuah restoran yang kebetulan satu gedung dengan apartemen milik Mama Lita. Ada perasaan marah karena tadi Raina menabraknya hingga terjatuh namun juga ada perasaan lega pada hati Bianca pasalnya Deva tidak melihat ada Raina disana.


Bianca terus bertanya-tanya sejak saat itu, mengapa Raina bisa ada disana? Tidak mungkin bagi cewek beasiswa seperti Raina bisa masuk kekawasan apartemen yang elit, pikirnya.


.


.


Jangan lupa Like 🖤🖤


Makasih buat yang selalu dukung dan meninggalkan jejak, maaf telat update🙏

__ADS_1


 


__ADS_2