
Beberapa minggu berlalu, setelah kejadian malam itu Verrel mengucapkan maaf dan merasa bersalah pada Raina.
Raina memaafkannya karena sebenarnya itu juga bukan sepenuhnya kesalahan dari Verrel bisa dibilang itu sebuah musibah, namun sampai sekarang yang masih ada dipikiran Raina siapakah cowok yang telah menolongnya. Ingin sekali rasanya mengucapkan terima kasih dan mengganti uang yang sudah dia keluarkan untuk membiayai rumah sakit Raina.
Bagaimana tidak Raina sempat tertegun dia bangun disebuah rumah sakit diruangan VVIP dengan fasilitas seperti hotel berbintang. Bahkan semalam saja bisa menghabiskan uang hampir tiga juta untuk menginap dirumah sakit itu.
“Ra, ngelamunin apa sih?” tanya Senja pada Raina saat mereka sedang makan dikantin.
“Nggak, cuma masih kepikiran aja sama orang yang udah nolongin aku.” ucap Raina dengan sambil tersenyum tipis.
“Iya ya, aku juga ikutan kepo nih. Baik banget orangnya pasti dia juga orang kaya buktinya aja dia yang nggak kenal sama kamu tapi kamu ditaruh ruang VVIP” ujar Senja yang ada benarnya.
“Ra, nanti sepulang sekolah kamu kerja nggak?” tanya Senja yang tiba-tiba ragu.
“Aku libur kok? Mau main ke kostku?” jawaban Raina langsung mendapat anggukan dan senyuman dari Senja. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi lalu mereka kembali ke kelas dan menyelesaikan jam pelajaran yang masih tersisa.
Sepulang sekolah Senja dan Raina langsung menuju kostnya mengendarai mobil milik Senja dengan sopir pribadinya.
“Pak, aku nanti pulangnya naik taksi aja jadi sekarang bapak boleh pulang” ujar Senja pada sopirnya.
“Tapi non, nanti kalau tuan dan nyonya tanya gimana?” tanya pak sopir.
“Bilang aja aku lagi main dikostnya temenku, nggak usah khawatir habis ini aku akan telfon mama.” ucap Senja kemudian pak sopir mengiyakan dan pergi meninggalkannya.
Seperti biasanya mereka mampir disebuah supermarket untuk membeli beberapa cemilan untuk mereka.
Raina hanya diam sebelum Senja membuka suaranya, karena dia tahu bahwa temannya ini memiliki hal penting yang ingin dibicarakan. Senja pun bingung ingin mengatakan mulai dari mana.
“Ada apa Senja?” akhirnya Raina mengalah dan membuka suara terlebih dahulu. Senja pun menarik nafas dengan panjang sebelum memulai berbicara.
__ADS_1
“Ada hal yang ingin aku ceritain ke kamu Ra” ujar Senja, Raina hanya mengangguk seakan memberi kode agar Senja berbicara lebih lanjut.
“Kamu ngerasa ada hal yang aneh nggak waktu dulu saat aku ngelihat atau ketemu bahkan berpapasan dengan Kak Verrel?” tanya Senja yang berbelit, Raina masih sama mengganguk seakan mengerti.
“Sebenernya Kak Verrel itu kakak kandung aku Ra, tapi dia pergi dari rumah bahkan aku baru ketemu lagi sama dia saat masuk SMA kemarin. Aku bener-bener nggak nyangka Ra, tapi sikapnya berubah 180 derajat dan dia seakan nggak mau ngelihat aku lagi Ra,” Senja terbawa perasaan sendiri oleh apa yang diucapkan sedangkan Raina hanya tersenyum mendengarkannya.
“Kok nggak kaget sih Ra? Harusnya kan kamu nanya ‘Masa iya sih Nja?, Benerannya kalau kamu tuh adiknya?’ atau apa gitu kamu malah senyum-senyum sendiri nggak jelas!” keluh Senja dengan bibir manyun dan setengah protes pada Raina sedangkan Raina malah terbahak mendengarkannya.
‘Aihh kakak-adik sama-sama gesrek!’ batin Raina serasa ingin menertawakannya.
“Aku udah tahu Nja” ucap Raina dengan santai membuat Senja bingung sampai mengedipkan matanya beberapa kali dengan wajah penuh dengan tanda tanya.
Flashback On
Beberapa hari setelah Raina masuk rumah sakit, Verrel memanggil Raina keruangannya untuk memberi gaji sekaligus meminta maaf kejadian itu.
“Gue minta maaf atas kejadian yang menimpa lo saat itu, seandainya gue tahu bakalan ada kejadian seperti itu mungkin gue nggak nyuruh lo buat nutup cafe...” ucap Verrel yang belum selesai namun dipotong oleh Raina.
“Saya udah maafin kok kak, semua diluar dugaan dan anggap aja itu sebuah musibah.” Raina memang sudah memaafkannya sebelum Verrel meminta maaf.
“Setelah kejadian itupun gue sadar dan gue keinget sama adik gue. Gue punya adik perempuan dan seumuran sama lo, tapi gue nggak bisa ada didekatnya ataupun ngelindungin dia.” ucap Verrel yang hanyut dalam suasananya sendiri.
“Kenapa kak?” tanya Raina menanggapi Verrel karena dia merasa Verrel membutuhkan seseorang untuk diajak ngobrol.
“Gue nggak bisa ngelindungin dia saat itu tapi alhamdullillah Allah masih ngasih kesempatan kedua buat dia menikmati indahnya hidup dan merasakan kejamnya dunia” tanpa sadar air mata Verrel lolos begitu saja dari pelupuk matanya mengingat kejadian dimasa lalu.
“Maksud Kak Verrel dia hampir meninggal?” Raina kembali bertanya dan merasa iba dengannya, dibalik sifatnya yang cerewet dan gesrek ternyata itu hanya menutupi rasa sakit tentang masa lalu yang ada didalam hatinya.
Verrel mengangguk menanggapi pertanyaan Raina, ada sebuah senyuman yang terlihat diwajahnya namun sangat tipis dan terkesan dipaksakan.
__ADS_1
“Bokap marahin gue habis-habisan bahkan dia nggak segan-segan buat nampar ataupun nonjok gue saat itu, tapi gue nggak masalah daripada ngelihat adik gue meregang nyawa kalaupun bisa tuker posisi gue ikhlas, gue aja yang gantiin adik gue. Setelah kejadian itu gue memutuskan buat keluar dari rumah orang tua gue karena gue ngerasa nggak pantes ada dirumah itu setelah apa yang udah terjadi. Gue mutusin buat hidup sendiri dan jauh dari fasilitas mewah yang pernah dikasih sama orang tua gue....” beberapa kali Verrel menarik nafas untuk menceritakan serpihan masa lalu yang pernah dialaminya.
“Gue cari kerja dan kerja parttime dimana-mana tanpa pakai nama bokap gue, setelah satu tahun gue bisa ngumpulin duit dan akhirnya berdirilah V’SA Cafe. Gue sendiri nggak pernah nyangka kalau gue bisa sesukses ini, setelah gue sukses gue berubah jadi cowok yang terkesan brengs*k karena gonta-ganti pacar. Gue sendiri juga nggak nyangka kalau gue bakalan jadi playboy....” rasanya tak sanggup untuk melanjutkan Verrel memejamkan mata sejenak untuk mengatur perasaannya.
“Tapi gue punya alesan kenapa gue jadi playboy, gue selalu nganggep cewek yang ada dideket gue itu adik gue sendiri bahkan nggak tanggung-tanggung gue selalu ngasih apa yang mereka minta, barang-barang branded, jalan-jalan ke mall bahkan mereka minta uangpun gue kasih. Bod*h ya gue, mungkin terkesan konyol tapi itulah kenyataannya...” Verrel menertawai kebodohannya sendiri sedangkan Raina daritadi hanya mendengarkan dan larut dalam cerita yang diucapkan Verrel entah mengapa hatinya juga merasakan sakit jika ada diposisinya.
“V’SA Cafe itu juga bukan nama yang sembarangan, nama cafe ini gue juga ambil nama dari adik gue juga ‘Verrel Senja Aditya’ itulah singkatannya kalaupun gue bisa mempersembahkan cafe ini untuknya itu akan menjadi suatu kebahagiaan tersendiri buat gue karena adik gue doyan makan. Senja Nirmala Aditya itulah nama adik gue yang paling cantik dan gue rindukan...” Verrel tersenyum menyebutkan nama adik tersayangnya.
‘Deg!’
Raina tersentak mendengarkan pernyataan yang dilontarkan Verrel dan tidak pernah menyangka akan mendengar sebuah masa lalu yang belum pernah diceritakan oleh mulut Senja sendiri padanya malahan dia mengetahui dari kakak kandungnya.
‘Jadi selama ini mereka kakak adik? Jadi perubahan raut wajah Senja saat ngelihat Kak Verrel karena mereka kakak adik? Astaghfirullah, maaf Nja kemarin aku sempet mikir yang enggak-enggak soal kamu’ Raina hanya berbicara dalam hatinya.
“Setelah bertahun-tahun kita nggak pernah ketemu, gue sama sekali nggak nyangka kalau kita akan dipertemukan di SMA yang sama. Ingin sekali rasanya gue meluk dia saat pertama kali gue ngelihat dia tapi gue nggak bisa. Mungkin dia nggak maafin gue setelah dia hampir meninggal...” lagi-lagi Verrel meneteskan air mata namun kali ini sedikit terisak.
“Memangnya musibah apa sampai Senja hampir meninggal saat itu?” tanya Raina dengan ragu.
Verrel tersenyum getir mendengarkan pernyataan yang dilontarkan Raina, dia memejamkan matanya sejenak untuk mengingat serpihan masa lalu yang sangat menyakitkan menurutnya.
.
.
.
Assalamu'alaikum teman-teman semuanya, maaf banget aku telat up ya, gimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya aamiin.
Semoga cerita yang aku buat nggak membosankan dikalian ya, kalau mau ngasih kritik dan saran boleh tulis di kolom komentar dan Tinggalkan jejak dengan Like ya thank you🖤🖤🖤🖤
__ADS_1