
"Mama, dia sudah menyelamatkanku, kita ingin mengunakan cara apa untuk berterima kasih padanya?"tanya Viyone.
"Terima kasih padanya?" tanya Nerlin yang merasa binggung.
"Bukankah setiap ada yang menolong kita, kita harus membalas budi?" tanya Viyone.
"Ingin membalas budi bagaimana, dia adalah kambing," tanya Nerlin.
"Memang kenapa kalau tuan kambing? yang jelas dia menyelamatkan nyawaku," ujar Viyone.
"Anak ini...benar-benar...," gumam Nerlin sambil mengerut dahi.
"Kenapa mama diam saja?" tanya Viyone.
"Berikan saja rumput untuknya! makanan kambing adalah rumput," jawab Nerlin.
"Rum-rumput? kenapa berikan rumput padanya? tidak mungkin dia makan itu," tanya Viyone dengan binggung.
"Kalau begitu kau pergi carikan saja kambing betina untuknya!" kata Nerlin.
"Hah...ide yang bagus, cari seekor kambing betina untuknya. dia bisa memotong kambing itu jika dia ingin makan dagingnya. ide mama sangat bagus,"ujar Viyone yang sama-sama tidak menyambung dengan ibunya.
"Bukan memotong tapi jadikan pasangan untuk kambing jantan itu," ucap Nerlin.
"Apa yang mama katakan?" tanya Viyone.
"Pasangan kambing jantan iya harus dengan kambing betina, walau mama tidak tahu bagaimana caranya kambing itu menyelamatkanmu, tapi kalau kamu merasa hutang budi dengannya, kamu boleh membalas budi dengan memberikan rumput untuknya," jelas Nerlin.
"Bukannya mama bilang cari kambing betina untuk dia?"
"Tidak usah, kambing betina harus membelinya dan harus mengeluarkan banyak uang. sedangkan rumput kau bisa ambil di tetangga karena gratis."
"Hm...benar juga."
Sesaat kemudian Nerlin melangkah masuk ke dalam rumah.
"Aneh juga! kenapa harus memberikan rumput untuknya ya? manusia tidak makan rumput. hah....seperti yang mama katakan saja aku carikan kambing betina yang hidup dan antar untuk kambing tampan itu," ucap Viyone.
"Tapi membelinya juga mahal? bagaimana kalau aku ansur setiap bulan saja dengan paman tetangga?" batin Viyone.
"Mama, perutku sakit. apa luka dalam ya?"teriak Viyone yang melangkah masuk ke dalam rumahnya.
"Buka bajumu biarkan mama memeriksanya!" jawab Nerlin yang berada di dalam ruang tamu.
"Iya, Ma."
"Mama, siapa mereka, kenapa suka sekali mencari masalah dengan kita?"
__ADS_1
"Mungkin hanya orang tidak ada kerjaan," jawab Nerlin dengan alasan.
"Tapi mereka sangat kuat dan mengenal kita? apakah papa dan mama berhutang dengan mereka?"
"Papa dan mamamu tidak berhutang pada siapapun," jawab Nerlin yang melihat luka yang di tubuh anaknya itu, serangan pria itu meninggalkan bekas.
"Pukulannya sangat kuat, sehingga meninggalkan bekas," ujar Nerlin yang mengoles minyak ke bagian bekas pukulan pria itu.
"Mama, kalau saja setiap hari ada yang datang ingin membunuh aku dan papa, cepat atau lambat kami bisa mati juga," kata Viyone.
"Jangan bicara sembarangan! di saat kamu dan papamu bekerja sama mereka bukan lawan kalian."
"Mama, mereka sangat hebat dan ilmu bela dirinya juga tinggi. aku bukan lawannya."
"Kamu baru usia sembilan belas tahun, sedangkan lawanmu pasti sudah berusia, kan? jadi, sudah tidak heran kalau kau kalah darinya."
"Aku harus rajin belajar lagi untuk tingkatkan ilmu bela diriku. agar bisa membantu papa mengusir para penjahat," kata Viyone.
"Kau hanya perlu lebih banyak berhati-hati! saat berangkat dan pulang kerja jalan bersama dengan papamu! jangan keluyuran lagi!" ujar Nerlin.
"Iya, Ma," jawab Viyone.
King Star Group.
"Mike, selidiki lebih jauh mengenai keluarga Alexander! aku ingin mengetahui semuanya mengenai mereka!" perintah Richard yang sedang duduk sambil merokok di kursi besarnya.
"Hari ini ada beberapa orang yang ingin menangkap gadis itu, salah satunya sangat hebat, aku malah merasa curiga jika dia adalah mantan militer," jawab Richardm
"Militer? kalau begitu bukankah keluarga Alexander ada hubungan dengan militer?" tanya Mike.
"Aku hanya menebak saja, selidiki lebih jauh mengenai masa lalunya!" jawab Richard.
"Tuan, kemarin saya menyelidiki tidak mendapatkan informasi masa lalunya, saya juga mencari data Muflis Alexander akan tetapi tidak ada nama orang ini. di data hanya ada nama Chukle Alexander, mantan kolonel swedia," ujar Mike.
"Apa kamu melihat foto Chukle Alexander?" tanya Richard.
"Tidak, Tuan."
"Cari fotonya! jika pahlawan negara pasti masih ada sejarahnya!"
"Baik, Tuan," jawab Mike yang tidak lama kemudian melangkah keluar dari kantor atasannya.
"Viyone Alexander bisa bertarung, semua ini karena Muflis Alexander yang mengajarnya. jika hanya orang biasa mana mungkin bisa ilmu bela diri. siapa mereka?" ucap Richard.
"Pembunuh yang mengincar mereka dan ingin menangkap gadis itu, siapa mereka dan siapa juga Muflis Alexander?" gumam Richard.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Viyone yang berniat untuk membalas budi kepada Richard karena telah menyelamatkan dirinya kemarin, lalu ia pun mencari kambing di rumah tetangganya.
"Paman, berapa kambing betina yang masih muda?"
"Viyone, ternyata kamu. untuk apa kamu membeli kambing? kalian juga tidak memakannya?"
"Paman, aku ingin memberikan kepada tuan kambing."
"Viyone, siapa tuan kambing itu? dia tinggal di peternakan mana?"
"Tidak tahu, Paman. aku tidak bertanya."
"Kalau kamu mau yang betina, ini yang paling muda, dan tidak lama lagi sudah masa birahinya, jadi sangat cocok dengan tuan kambing yang kamu katakan itu," kata penjual itu yang menunjukan kambing betina yang masih kecil.
"Birahi itu apa ya?" tanya Viyone yang polos.
"Hah...itu...begini saja kamu berikan saja kepada kambing itu, nanti sudah tiba saatnya kambing itu bisa melepaskan hasratnya dengan kambing betina ini."
"Paman, hasrat itu apa dan bihari itu apa? kenapa selama ini aku belum mendengar perkataan itu?" tanya Viyone.
"Itu...sebenarnya...ehem...hanya kambing yang tahu," jawab penjual itu dengan alasan.
"Berapa harganya, Paman?"
"Untukmu seratus tiga puluh dollar saja."
"Apa tidak bisa kurang lagi? papa ku akan marah besar jika kemahalan."
"Itu sudah murah, dengan yang lain paman memghitung lebih dari ini."
"Penjual selalu saja mengunakan cara itu untuk menipu pembeli."
"Viyone, karena kita tetangga paman hitung saja seratus dua puluh dollar."
"Paman tagih saja dengan papaku!"
"Baiklah! baiklah! kau boleh bawa pergi dulu bertemu dengan tuan kambing itu!"
"Aku pergi dulu, Paman!" pamit Viyone yang pergi sambil membawa kambing betina itu.
"Gawat! mudah-mudahan saja gadis itu tidak ingat dengan perkataan ku tadi, jika tidak Muflis pasti akan membunuhku," gumamnya.
Viyone membawa kambing itu dengan memegang talinya. niat gadis itu adalah ingin mencari pria yang menyelamatkan nyawanya itu.
"Apa maksudnya dengan birahi dan hasrat? kenapa aku bisa begitu bodoh. kalau bukan karena aku malas sekolah, aku pasti sudah pintar," gumam Viyone.
"Kambing ini tidak lama lagi sudah masa birahinya, dan tuan kambing bisa melepaskan hasratnya terhadap kambing ini. oh...mungkin maksudnya adalah hasrat makan daging kambing. baiklah aku akan sampaikan semua kata paman itu kepada tuan kambing," ucap Viyone.
__ADS_1
"Tapi aku harus mencarinya di mana ya?" gumam Viyone.