Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Teriakan Viyone Memalukan Mulfis


__ADS_3

"Shariez, kedatanganmu hari ini hanyalah mencari masalah denganku, kau tetap bukan lawanku. untung saja aku bukan mafia. jika tidak aku pasti sudah membunuhmu," ketus Richard.


"Mari kita tinggalkan tempat ini!" ajak Richard yang memapah ibunya melangkah keluar dari ruangan itu dengan di ikuti oleh Viyone dan empat orang istrinya.


Setelah berjalan keluar dari restoran Viyone pamit dengan mereka.


"Viyone, biarkan Richard mengantarmu pulang!" ujar Loza dengan senyum.


"Jangan! aku bisa pulang sendiri. jika papa dan mama ku tahu, aku pasti kena hukum lagi. aku juga sudah lama keluar dan harus segera pulang. terima kasih makan siangnya, sampai jumpa!" ucap Viyone dengan menunduk dan kemudian melangkah pergi.


"Richard, gadis ini sangat baik. hanya saja terlalu polos. apakah baik jika kau menikahinya?" tanya Loza yang merasa khawatir.


"Apakah mama tidak menyukainya?"


"Bukan mama tidak menyukainya, dia masih terlalu muda dan banyak hal yang dia tidak paham. bagaimana caranya kau ingin mengajarnya?"


"Ini hanya butuh waktu saja, setelah menikah aku akan membuat dia menjadi dewasa."


"Apa kau sudah selidiki latar belakangnya?"


"Sedang di selidiki, kita akan segera mengetahuinya," jawab Richard yang membukakan pintu mobil untuk ibunya.


Setelah beberapa menit kemudian mereka meninggalkan tempat itu dengan mobil yang berbeda.


Viyone kembali ke rumahnya dan melangkah masuk ke dalam halaman rumahnya. sesaat kemudian tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari dalam yang mengema hingga keluar rumah.


"Viyone Alexandeeeeeerrrr....." teriakan Mulfis yang kemudian melangkah keluar.


"Papa, kenapa berteriak?"


"Kenapa kau membeli kambing dengan tetangga kita? apa kamu mengira seratus dua puluh dollar itu jumlahnya sedikit?" bentak Mulfis dengan kesal.


"Papa, aku membelinya hanya untuk berterima kasih saja pada seseorang."


"Siapa dia dan apa yang sudah dia lakukan untuk mu, sehingga harus mengunakan cara ini untuk berterima kasih padanya?" tanya Mulfis sambil menahan emosi.


"Papa, apa masih ingat saat aku pulang setelah kita mengalahkan pria bermata satu itu?"


"Ingat, lalu?"


"Saat aku pulang aku di serang seseorang sehingga aku cedera dan untung saja tuan kambing menyelamatkan ku. oleh karena itu aku ingin membalas budinya dengan cara membeli kambing betina untuknya."


"Membeli kambing betina? tuan kambing? apa yang kamu katakan?"

__ADS_1


"Apa papa sudah lupa tuan kambing yang pernah berdiri di luar rumah kita?"


"Oh...iya...aku ingat. maksudmu adalah dia yang menyelamatkanmu?"


"Iya, Pa. dialah orangnya."


"Lalu siapa yang mengajarimu harus membeli kambing betina untuknya?"


"Mama."


"Kenapa mama mu ini tidak masuk akal ya? untuk berterima kasih bisa mengunakan cara lain, tapi kenapa harus mengunakan kambing?"


"Paman itu mengatakan kambing betina itu masih muda dan sangat cocok untuk tuan kambing. masa birahinya juga sudah tiba. dan bukan hanya itu, tuan kambing juga bisa melepaskan hasratnya terhadap kambing betina itu," jelas Viyone yang panjang lebar.


"A-apa? lalu, apa yang kau katakan kepada pria itu?"


"Seperti yang ku katakan tadi."


"Gawat! ini sangat memalukan sekali. apakah dia marah saat kau mengatakan itu padanya?" tanya Mulfis dengan khawatir.


"Dia tidak marah dan malah menyuruhku makan siang bersamanya," jawab Viyone dengan gembira.


"Katakan pada papa! siapa yang mengajarmu ucapan itu?" tanya Mulfis dengan menahan emosinya


"Dasar orang tua brengs*k, berani sekali dia mengajarimu perkataan itu," ketus Mulfis dengan kesal


"Papa kenapa marah?" tanya Viyone yang merasa heran.


"Viyone, ingat ya. jangan sebut-sebut lagi perkataan tadi itu!"


"Perkataan yang mana? banyak yang ku bicarakan tadi."


"Hasrat dan birahi jangan pernah sebut lagi!" jawab Mulfis dengan tegas dan melangkah keluar dari halaman rumah.


"Papa mau ke mana?" tanya Viyone yang ingin ikuti langkah ayahnya itu.


"Kau tidak usah ikut! papa pergi sendiri saja," jawab Mulfis yang melangkah dengan cepat.


"Aneh! mungkin papa mau membayar uang kambing betina itu? aku lupa memberikan uang ini padanya. kenapa papa tidak memberitahuku ya apa artinya? hah....biar aku tanya sekali ini saja," gumam viyone berlari keluar dari halaman rumahnya.


Saat Viyone keluar dari rumahnya Mulfis sudah berjalan cukup jauh. sementara di sisi kiri dan kanan gang itu ada beberapa tetangga yang berada di luar rumah mereka masing-masing


"Papa....." teriak Viyone dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Ada apa....?" tanya Mulfis yang menghentikan langkahnya.


"Papa, uangnya ada di sini," jawab Viyone dengan nada tinggi sehingga kedengaran oleh tetangga di sana.


"Tidak usah, papa ada bawa uangnya. cepat masuk ke dalam rumah!" jawab Mulfis yang sama-sama berteriak.


"Papa, ada yang mau ku tanyakan padamu," ujar Viyone yang ingin melangkah menghampiri ayahnya itu.


"Tidak usah ke sini, di sana saja. apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Mulfis dengan suara lantang


"Papa, aku merasa penasaran dan hanya untuk kali ini saja aku bertanya," teriak Viyone dengan nada tinggi.


"Apaaaa...aku tidak mendengar katamu, kau bilang apa....?" tanya Mulfis dengan nada tinggi.


Semua tetangga sana melihat ke arah Mulfis dan juga ke arah viyone.


"Aku ingin bertanya hasrat dan Birahi itu apaaaaaaa.....?" teriak Viyone yang suaranya yang mengema satu jalan.


"Haduh...anak ini kenapa bertanya soal itu di depan orang ramai? kenapa aku bisa memiliki seorang anak yang bodoh? ini salahku juga selalu saja menjauhkan dia dengan hal yang berbau dewasa," gumam Mulfis sangking malunya pada tetangga yang sedang memandang ke arahnya.


"Papa, jawab....!" teriak Viyone.


Semua tetangga menahan tawa dan memandang ke arah Mulfis..


Nerlin yang berada di dalam rumah mendengar teriakan putrinya, ia langsung berlari keluar dari halamannya dan menutup mulut Viyone sambil menariknya ke dalam.


"Masuk ke dalam!" seru Nerlin yang menarik lengan putrinya itu.


"Mama, kenapa menarik ku?" tanya Viyone yang melepaskan tangan ibunya.


"Apa kamu sudah gila ya? berteriak sehingga di dengar oleh semua orang," kata Nerlin yang sambil menahan emosi.


"Mama, papa yang menyuruhku berteriak saja, jangan ikuti dia," jawab Viyone.


"Jangan sebut-sebut itu lagi! kau ingat!"kata Nerlin dengan tegas.


"Kenapa, Ma? itu bukan perkataan buruk, kan? lagi pula kalau buruk mana mungkin paman itu mengatakan padaku."


"Viyone, kau masih sangat muda,. dan harus berhati-hati dengan setiap ucapanmu, jangan sampai ada salah dalam ucapan terhadap orang lain!"


"Kenapa mama dan papa diam saja setiap aku bertanya? jika kalian tidak memberitahuku maka aku mana tahu artinya, "


"Sudahlah! jangan bahas ini lagi! bantu mama memasak di dapur!" ajak Nerlin yang menarik putrinya ke dalam.

__ADS_1


Di sisi lain Mulfis sedang menuju ke tetangga yang jual kambing itu, dengan tujuan ingin membayar uang kambing yang di beli oleh Viyone. sebelum melangkah masuk ke dalam rumah tetangganya tiba-tiba saja ia terdiam dan merasa kesakitan pada bagian dadanya. wajahnya memucat, keringat dingin serta merasa lemas sehingga tidak sanggup untuk berdiri.


__ADS_2