
Loza terdiam saat mendengar lima menantunya sedang saling berdebat, sedangkan Richard lagi-lagi harus bersabar.
"Adik kelima, apa kamu bisa memasak? karena kamu adalah menantu paling muda di sini. jadi, kau harus memasak untuk mama mertua kita!" titah Kimmy dengan sengaja.
"Richard, apakah ini adalah peraturan keluarga ya?" tanya Viyone dengan berbisik di telinga suaminya.
"Tidak juga, kalau kau tidak bisa tidak perlu melakukannya," jawab Richard yang memegang tangan istri kelimanya.
"Kalau adik kelima tidak bisa, juga tidak apa-apa, tidak masalah. hanya saja adik kelima harus bisa menyiram tanaman dan juga kerja yang lainnya!" ujar Yury dengan sengaja.
"Kalau begitu mohon bimbingan empat kakakku yang baik! aku akan melakukan sesuai perintahmu!" jawab Viyone yang bangkit dari tempat duduknya.
"Apa yang akan dia lakukan? tidak mungkin dia bisa begitu menurut. apa pun yang dia lakukan asal jangan meledakkan kediamanku saja," batin Richard.
"Sebagai adik paling kecil, kau harus mematuhi perintah kami," ucap Laneza dengan tegas.
"Katakan saja! apa yang harus ku lakukan?"
"Siram semua tanaman yang ada di sekeliling halaman rumah kita!" perintah Kimmy.
"Cuci kolam berenang sampai bersih!" perintah Selry.
"Petik buah naga yang ada dibelakang kita, harus dengan cara naik ke atas pohon!" perintah Yury.
"Dan bersihkan halaman bungaku yang di belakang rumah!" perintah Laneza.
__ADS_1
"Cukup! Viyone adalah istriku, bukan pembantu kalian, dan kalian juga tidak ada hak untuk mengaturnya!" bentak Richard.
"Tidak apa-apa, aku bisa melakukannya. lagi pula kerja seperti ini tidak akan membuatku kesulitan," ujar Viyone dengan yakin.
"Ini bukan bagianmu," ucap Richard.
"Aku adalah adik yang paling kecil, dan harus patuh pada semua kakak yang ada di sini," jawab Viyone.
"Richard, kalau Viyone sudah mengatakan tidak apa-apa, maka biarkan saja dia melakukannya. mama juga yakin tugas yang diberikan oleh mereka tidak akan membuatnya kesulitan," kata Loza yang sudah memahami tingkah menantu kelimanya itu.
Richard yang mendengar ucapan ibunya lalu ia pun menurut dan diam.
Setelah beberapa saat kemudian.
Kimmy membawa Viyone ke halaman luas yang mengelilingi kediaman mewah itu, terdapat banyak tanaman hias yang ada disekeliling sana.
"Mana airnya?" tanya Viyone.
"Cari ember dan ambil air di hdalam! kemudian siram semuanya. harus selesai dalam waktu setengah jam. aku akan memantaumu. jangan bermain ulah!" jawab Kimmy yang melangkah pergi.
"Gunakan ember dan ambil air dari dalam? dan waktunya hanya setengah jam? kau ingin membodohiku ya ? lihat saja nanti!" batin Viyone.
Viyone lalu mengambil ember dan mengisi air di dalam kamar mandi. dan kemudian mengangkat ember itu keluar dan menyiram tanaman itu. tentu saja baginya tidak berat sama sekali. hanya saja tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu setengah jam.
Setelah menyiram dua ember lalu ia mengambil seember air lagi. dan kemudian dia mengambil tanah di halaman itu campur ke dalam air tersebut.
__ADS_1
"Dasar wanita tua, sengaja ingin menyulitkan ku, tidak semudah itu. mana ada yang siram tanaman dengan cara seperti ini. rumah orang kaya pasti mengunakan selang air. kau sengaja menyuruhku mengunakan ember," ketus Viyone yang duduk sambil bergoyang kaki dengan santai. ember yang sudah terisi air bercampur tanah diletakan disampingnya.
Sementara Richard sedang mengamatinya dari lantai dua.
"Apa yang dia lakukan di sana?"gumam Richard.
Setelah setengah jam kemudian.
"Hei, aku menyuruhmu siram tanaman, kenapa kau duduk dengan santai di sana?" tanya Kimmh dengan ketus.
"Kakak pertama, jangan salah paham dulu padaku, aku ada cara agar semua tanaman ini tetap segar walau tidak disiram," jawab Viyone yang berdiri dihadapan Kimmy.
"Mana ada tanaman yang bisa segar kalau tidak disiram," ketus Kimmy.
"Siram saja induk tanamannya," jawab Viyone.
"Siram induk tanamannya? apa maksudmu?" tanya Kimmy dengan kesal.
"Maksudku adalah induk akarnya itu adalah penentuan segarnya atau tidak tanaman itu," jelas Viyone.
"Baiklah, kalau kau ada caranya coba lakukan saja!" ujar Kimmy.
"Kalau begitu kakak pertama yang suruh, jadi jangan salahkan aku!" ucap Viyone yang mengangkat ember yang sudah penuh terisi air dan siram ke kepala Kimmy sehingga membuat wanita itu basah disekujur tubuhnya.
Byiur. ..
__ADS_1
"Aarrrghhh...." teriakan Kimmy yang mengema satu halaman itu.
Selain basah, kepala Kimmy dan wajahnya serta seluruh tubuhnya juga di penuhi tanah.