Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Kebiasaan Viyone


__ADS_3

"Viyone, apakah yang dikatakan tuan Richard ada benarnya?" tanya Nerlin yang menatap ke arah putrinya.


"Iya, Ma. Richard berjanji membantu biaya pengobatan papa, makanya aku setuju," jawab Viyone.


"Memangnya dia mengerti apa pernikahan itu?"batin Nerlin.


"Setelah paman selesai operasi, aku akan membawa Viyone untuk membuat surat nikah, setelah resmi maka Viyone akan tinggal di rumah ku. harap restu dari bibi!"


"Tu...!"


"Panggil saja namaku, Richard!"


"Richard, bibi hanya ingin bertanya kenapa kamu ingin menikahi putri kami?" tanyanya dengan merasa penasaran.


"Karena aku merasa dia cocok untukku," jawab Richard dengan terus terang.


"Kamu adalah orang yang berkelas, sedang Viyone adalah gadis ceroboh dan tidak mengerti apa pun, selain itu dia juga tidak cantik dan juga selalu saja melakukan kesalahan. aku hanya khawatir dia akan membuat masalah di rumahmu,"ujar Nerlin yang merasa khawatir.


"Bibi, tidak perlu khawatir mengenai soal ini! Viyone tidak perlu melakukan apa pun, dia hanya perlu menemani ku saja!"


"Baiklah kalau seperti yang kamu katakan, andaikan sibocah ini melakukan kesalahan, tolong jangan kasar padanya!" pinta Nerlin.


"Mama, tenang saja! aku bisa ilmu bela diri. jika saja ada yang berani kasar padaku, maka aku pasti akan melawannya," ujar Viyone dengan yakin.


"Jangan bertindak gegabah! setelah menikah kau harus menjaga sikapmu! jangan membuat masalah di rumah orang!" kata Nerlin dengan tegas.


"Mama, asalkan tidak ada yang menindasku, maka aku tidak akan membalas!"


Setelah dua jam kemudian dokter keluar dari ruangan operasi.


"Dokter, bagaimana dengan suamiku?" tanya Nerlin dengan cemas.


"Papaku bagaimana? apakah baik-baik saja? kapan bisa sadar, Dokter?" tanya Viyone yang panjang lebar.


"Viyone, biarkan dokter yang berbicara!" ucap Nerlin yang menghentikan putrinya itu.


"Selamat, transplantasi jantung telah berhasil, dan pasien masih lemah dan butuh banyak istirahat," jawab Dokter dengan sopan.


"Terima kasih, Dokter. terima kasih, Dokter," ucap Nerlin yang merasa gembira.


"Apakah itu tandanya papaku tidak akan mati?" tanya Viyone.


"Setelah operasi pasien akan sembuh, akan tetapi harus melakukan pemeriksaan rutin!" kata Dokter itu.

__ADS_1


"Papa sudah sembuh dan tidak menderita lagi."


"Dokter, lakukan yang terbaik!" ujar Richard.


"Baik," jawab Dokter dengan ramah dan kemudian melangkah pergi.


"Richard, terima kasih karena sudah membantu, akhirnya papa Viyone sudah berhasil melewati masa kritis," ucap Nerlin dengan merasa haru.


"Mama, setelah papa sembuh aku ingin papa mengajarku ilmu bela diri lagi."


"Sesudah operasi papamu tidak boleh lagi banyak bergerak, kerja berat dan hanya bisa melakukan olah raga ringan," kata Richard.


"Berarti papa Viyone tidak boleh bekerja dulu," ucap Nerlin.


"Mama, tidak apa-apa masih ada aku, biarkan aku yang mencari duit untuk biaya papa dan mama," ucap Viyone.


"Setelah kau menikah kau harus tinggal bersama dengan suamimu, jangan bekerja di luar lagi!'


"Bibi, mengenai biaya setiap bulan jangan khawatir! aku akan membantu semua biaya kalian."


"Richard, tanpamu bibi benar-benar buntu, dan Viyone juga bekerja sebagai kuli bangunan sehingga tidak makan dan tidak tidur. sangat menyulitkan dia."


"Mama, ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawabku. jangan bicara seperti itu!"


"Mama, pantas saja mataku mengantuk sekali. aku mau tidur dulu!" ucap Viyone yang mengocek matanya dan langsung ketiduran dan tumbang sehingga membuat Richard langsung menopang tubuhnya.


"Viyone,Viyone," panggil Richard yang mengira jika gadis itu tidak sadarkan diri.


"Richard, bocah ini hanya tertidur saja, bukan pingsan," ujar Nerlin.


"Tertidur?" tanya Richard dengan heran.


"Iya, di saat dia mengantuk pasti langsung tidur," jawab Nerlin yang merasa segan


"Bibi, apa dia selalu seperti itu?"


"Iya, memang selalu begitu, pernah sekali dia pergi dengan papanya di malam hari, kemudian papanya harus mengendong dia pulang dalam keadaan tidur," jawab Nerlin.


Richard mengeleng-geleng kepalanya saat melihat gadis itu bisa tidur di mana pun.


"Bibi, aku akan membawa dia pulang!" ujar Richard yang mengendong gadis itu.


"Maaf, merepotkanmu!"

__ADS_1


"Tidak apa-apa!" jawab Richard yang melangkah pergi.


Setelah setengah jam kemudian Richard tiba di depan rumah Viyone. ia mengendong gadis itu dan melangkah masuk ke dalam rumah dan menuju ke salah satu kamar yang tidak tertutup pintunya. kamar itu adalah kamar Viyone yang dindingnya di penuhi oleh poster-poster hello kitty.


Richard kemudian menidurkan Viyone di atas kasur, dan kemudian menutupi tubuh gadis itu dengan selimut.


"Sudah mengantuk sehingga tidak tahu lagi di bawa ke tempat lain, hanya di saat tidur kau bisa diam," ucap Richard yang mengecup dahi gadis itu.


Tidak lama kemudian Richard melangkah keluar dari kamar Viyone, ia melihat tempat tinggal calon istrinya itu. sebuah rumah sederhana, tidak ada yang istimewa. semua perabot rumah adalah barang yang sudah lama dan usang, begitulah kehidupan sehari-hari keluarga Alexander. walau makan makanan yang biasa dan tinggal di tempat yang tidak luas akan tetapi mereka sangat bahagia.


"Walau tempat tinggalnya sempit dan tidak ada yang mewah, tapi mereka menjalani hidup yang bahagia. gadis itu menjalani hidup serba kurang tapi dia tetap giat bekerja untuk membantu keluarganya. gadis luar biasa," ucap Richard sambil melihat sekeliling.


Keesokan harinya.


Richard yang semalaman tidur di sofa ruang tamu, di pagi itu dia bangun awal dan sedang menyiapkan sarapan seadanya yang di dapur.


Setelah selesai ia melangkah ke kamar Viyone dengan berniat ingin membangunkan gadis itu.


Klek


"Viyone, bangun dan sarapan! kita harus ke kantor buat surat pernikahan," panggil Richard yang berjalan menghampiri tempat tidur Viyone.


Saat masuk ke dalam kamar ia tidak melihat Viyone ada di atas kasur.


"Viyone, kau ada di mana?" tanya Richard yang melangkah ke kamar mandi.


"Ada apa? masih malam sudah berteriak-teriak," jawab Viyone yang merangkak keluar dari tempat bawah tidurnya. tentu saja tingkah gadis itu lagi-lagi membuat calon suaminya itu kebingungan.


"Kenapa kau keluar dari bawah sana?"


"Aku sering mengigau di saat tidur, itu sudah biasa," jawab Viyone yang berdiri sambil mengucek matanya.


"Tuan Kambing, untuk apa kamu panggil aku?"


"Jangan panggil aku Tuan Kambing! panggil aku Richard!"


"Oh iya, aku lupa. ada apa?"


"Pergi mandi dan sarapan! kita akan segera urus surat pernikahan."


"Oh...aku tahu!" jawab Viyone yang melangkah masuk ke kamar mandi.


Sebelum menuju ke kantor mereka sarapan bersama, Viyone yang sangat kuat makan dia telah menghabiskan tiga mangkok nasi putih. sarapan yang di sediakan oleh calon suaminya itu sama sekali tidak bisa membuat gadis itu merasa kenyang.

__ADS_1


__ADS_2