
"Viyone Alexander...kembali ke sini...," teriak Serly dengan nada tinggi.
Mendengar teriakan wanita itu Viyone sengaja kembali dan bertanya," ada apa?"
"Kau...kau...aku tidak akan melepaskanmu, cepat ambilkan pakaian ku sekarang jugaaaaa!" teriak Serly sambil memukul-mukul air itu karena merasa kesal.
"Iya, iya, aku pergi ambil, silakan menunggu sebentar!" jawab Viyone yang langsung melangkah cepat meninggalkan kolam berenang.
Viyone berlari dengan cepat menuju ke halaman depan sambil berteriak beberapa anggota laki-laki.
"Paman, kakak, cepat selamatkan kakak kedua! dia tenggelam dikolam berenang dan hampir kehilangan nafasnya," teriak Viyone yang berpura-pura cemas.
"Apa? cepat selamatkan nyonya kedua!" teriak salah satu anggota laki-laki yang sedang mencuci mobil.
Empat anggota laki-laki langsung berlari masuk ke dalam. langkah mereka sangat cepat karena ingin menyelamatkan nyonya mereka yang kedua.
Tak...tak..tak...tak...
Suara hentakan kaki empat anggota laki-laki rumah tangga.
Mereka berlari dengan cepat dan langsung masuk ke dalam yang di mana Selry sedang berada. saat mereka menginjak ke dalam sana mereka melihat wanita itu berdiri di tepi kolam berenang dengan tanpa pakaian.
Selry yang melihat empat pria itu langsung terkejut dan langsung berteriak
"Aarrgghh...." teriak Selry yang sangking malunya dan melompat ke dalam air.
Plung..
__ADS_1
"Ma-maaf, Nyonya muda kedua," ucap mereka dengan serentak dan ingin berpaling pergi dari sana.
"Sebentar! kalian jangan pergi dulu! cepat pergi selamatkan kakak kedua, dia dipatuk ular cobra di bagian pahanya. oleh sebab itu dia dalam bahaya, cepat keluarkan dia dari air!" perintah Viyone dengan sengaja.
"Jangan sembarangan! dia berbohong pada kalian! cepat keluar!" teriak Selry yang merasa malu dan menutupi tubuh bagian atasnya
"Jangan dengarkan dia! kakak kedua sudah terkena ular cobra dibagian pahanya, cepat keluarkan dia dari sana dan hisap racunnya! ini adalah perintah Richard kalau kalian tidak patuh maka kalian akan di pecat!" kata Viyone dengan sengaja membuat malu wanita itu.
Mendengar ucapan Viyone mereka pun langsung melompat ke kolam berenang dan menarik Selry keluar dari air. Selry harus menanggung malu hingga ke ubun-ubun karena kondisinya tanpa sehelai benang.
"Cepat baringkan kakak kedua dulu agar dia tidak meronta, kata papaku kalau banyak bergerak nanti racunnya cepat merebak ke seluruh tubuhnya!" Perintah Viyone dengan sengaja berulah.
"Jangan sentuh aku! kalian cepat pergii..." teriak Selry yang menanggung malu tak terhingga.
"Kakak, bersabarlah! setelah racun ular dikeluarkan maka kau tidak akan mati," kata Viyone.
Hidung Empat anggota itu mengeluarkan darah karena melihat tubuh Selry dari bagian atas hingga ke bawah.
"Lepaskan aku sekarang juga! kalau tidak kalian akan ku pecaaaat...," teriak Selry yang sedang meronta-ronta.
"Viyone Alexandeeeerrr..kau dasar pelacur murahan," bentak Selry.
"Berani menghinaku pelacur," ketus Viyone dalam hati.
"Buka kakinya! mana tau ada bekas patukan ular ada di sana!" perintah Viyone dengan sengaja.
Dua anggota menahan dua tangan Selry, sementara duanya lagi membuka kaki wanita itu. saat melihat area kewanita.an Selry hidung mereka semakin mengeluarkan banyak darah. bukan hanya itu saja, bagian senjata mereka juga ikut berdiri.
__ADS_1
"Nyonya muda kelima, tidak ada bekas di sini,"ucap salah satu anggota itu.
"Oh...aku baru ingat, yang tadi itu bukan ular cobra. aku hanya salah ingat saja," kata Viyone dengan tanpa berdosa dan melangkah pergi begitu saja.
"Apaaaa...?" teriak empat pria itu heran.
"Aaarrghh....aku akan membunuh kalian semuaaaa...."
"Maaf, maaf, maaf," ucap mereka dengan serentak dan melangkah pergi.
"Viyone Alexandeeeerrr...."
Setelah puas mempermainkan Selry, Viyone langsung menuju ke halaman belakang yang terdapat beberapa pohon buah naga di sana.
"Petik buah naganya! dan pilih yang sudah masak!" perintah Yury.
"Kakak ketiga, bagaimana caranya memilih yang sudah masak,*kata Viyone.
"Itu urusanmu, aku tidak mau tahu. pilih tiga buah di setiap pohon. harus yang manis jangan salah pilih!"jawab Yury yang melangkah pergi.
"Kenapa harus tiga buah dan apa bedanya? kalian semuanya sama saja, suka mempermainkan aku," ketus Viyone.
"Mudah saja jika ingin mengetahui buah yang sudah masak, bisa periksa saja akarnya!" kata Yury dengan sengaja dan berjalan ke arah lain.
"A-apa?" tanya Viyone dengan merasa heran.
"Periksa akarnya? oh...kalau begitu mudah sekali bagiku," gumam Viyone.
__ADS_1
Viyone kemudian mencabut pohon naga itu dengan sekuat tenaganya sehingga berhasil. setelah itu dia juga melakukan hal yang sama terhadap pohon yang lainnya.
Kini semua pohon buah naga itu sudah tercabut semua sehingga tidak tersisa.