Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Pertemuan Mantan Jenderal Dan Viyone


__ADS_3

"Hiaak...," teriak Viyone yang mengangkat batangan pohon itu sambil maju menyerang lawannya.


San mengelak dan melompat ke atas pohon dengan gesit. saat menginjak atas batangan pohon yang diangkat oleh Viyone, San langsung menendang ke arah Viyone.


Viyone langsung mengunakan jurus tinju yang keras ke arah batangan pohon itu.


Bruk...


Prak..


Suara pohon itu yang terbelah akibat tenaga yang kuat dari Viyone. San yang berada di atas pohon itu langsung melompat ke samping. sementara Viyone melompat kesakitan pada tangannya.


"Sakit sekali, kurang ajar pohonnya," ketus Viyone yang kesakitan sehingga melompat-lompat.


"Hahahahaha..." suara tawa dari mantan jenderal itu, sementara Mulfis dan Nerlin tercengang saat melihat gadis itu mampu membuat batangan pohon besar itu terbelah menjadi beberapa bagian.


"Aku hanya tahu dia bisa mencabut pohon dan pagar, tapi baru sekarang aku tahu dia bisa menghancurkan pohon," ucap Mulfis.


"Iya, secara tidak sadar tenaganya begitu kuat," kata Nerlin.


"Hei, siapa pemilik pohon ini? cepat keluar! aku akan patahkan kakimu. apa kau tahu tanganku sakit gara-gara pohonmu...," teriak Viyone yang memandang ke arah jendela yang di mana orang tuanya sedang berdiri di sana. akan tetapi ia tidak bisa melihat tembus jendela yang hitam itu.


"Hah...untuk apa kau teriak pemilik pohon? kau sendiri yang menghancurkannya," ucap Mulfis yang menepuk jidatnya.


"Hahahahaah...Mulfis, apakah sifat anak ini begitu istimewa?" tanya mantan jenderal itu sambil tertawa lucu.


"Istimewa? Kakak, masih banyak sifatnya yang belum kamu ketahui, semoga saja tidak membuatmu stres," jawab Mulfis.


"Memang putriku yang luar biasa," ucap mantan jenderal itu sambil tertawa gembira.


"Paman, siapa pemilik pohon ini? suruh dia keluar!" tanya Viyone yang merasa kesal sehingga lupa sesaat tujuan kedatangannya.

__ADS_1


"Nona, kamu yang seharusnya ganti rugi atas hancurnya pohon ini," jawab San.


"Ganti rugi? memangnya ini pohon emas ya? kenapa harus ganti? lagi pula pemiliknya harus ganti uang untuk biaya tanganku. lihat tanganku sudah terkelupas akibat pohon kurang ajar itu," ketus Viyone.


"Hehehehehe, Nona, apa kamu sudah lupa tujuan kedatanganmu?" tanya San.


"Tentu saja aku masih ingat," jawab Viyone yang tidak mau kalah, pada hal dia telah lupa tujuannya.


"Jadi, kau mau selamatkan orang tuamu atau minta ganti rugi biaya luka mu itu?"


"Aku ingin selamatkan orang tuaku dulu setelah itu aku akan meminta ganti rugi untuk lukaku," jawab Viyone dengan tegas


"Mari sini kalahkan aku! jangan membuang waktuku lagi!" ajak Viyone yang bersiap ingin menyerang lawannya.


San dan Viyone melanjutkan pertarungan mereka. pria itu menahan tangan Viyone dan membalikan badan gadis itu dan kemudian menguncinya dari belakang.


"Dasar pengecut, kau beraninya mengunciku," bentak Viyone yang kedua tangannya ditahan oleh lawannya sehingga ia tidak bisa bergerak.


Setelah tangannya terlepas dari tangan pria itu, Viyone langsung menyerang dengan mengunakan kakinya.


"Hiaaak...," teriak Viyone yang maju menendang lawannya itu.


Bruk...


Tendangan Viyone mengenai bagian perut lawannya itu.


"Tendangan bagus, maju!" ucap San yang menantang.


Prok...prok...prok...prok...


Tepukan tangan dari mantan jenderal yang didorong keluar oleh Mulfis dan Nerlin.

__ADS_1


"Hahahahaha....bagus...bagus...," suara tawanya yang merasa gembira.


"Papa, Mama, apa kalian baik-baik saja?" tanya Viyone yang melihat ke arah mereka berdua.


"Mulfis, Nexa, kalian mengajarnya dengan baik."


"Ini semua karena bakatnya juga," jawab Nerlin dengan senyum.


"Papa, Mama, sebenar mereka siapa? kenapa melihat dari wajah kalian berdua malah sangat gembira?"


"Viyone, papa dan mamamu aman-aman saja, jangan khawatir," jawab Mulfis


"Viyone, ini mama perkenalkan...," ucap Nerlin yang dipotong oleh mantan jenderal itu.


"Namamu Viyone?" tanya mantan jenderal itu.


"Iya, Paman bertopeng. kenapa menahan papa dan mamaku disini?"


"Mereka adalah kenalanku."


"Paman siapa? dari mana? dan kenapa memakai topeng? dan kenapa menyerangku kalau papa dan mamaku adalah teman lamamu? satu lagi, jangan lupa uang untuk biaya luka ditanganku! lain kali jangan tanam pohon di sini lagi!" Kata Viyone yang panjang lebar.


"Kau ini...," ucap Mulfis yang terhenti.


"Seharusnya kau yang tidak menghancurkan pohon itu," ujar Nerlin.


"Mama, jangan salahkan aku! salah paman ini yang menyerangku!" jawab Viyone yang menunjukan ke arah San.


"Dan paman bertopeng ini juga salah besar, kenapa menyuruh paman sembilan jari melawanku sehingga aku harus mengunakan pohon itu sebagai senjataku," lanjut Viyone.


"Ada lagi, pohonnya juga tidak berguna karena lembek dan bisa dihancurkan dengan satu pukulan," kata Viyone yang tanpa berhenti.

__ADS_1


"Ha...iya...iya semua salah di mata mu," jawab Mulfis.


__ADS_2