Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Makan Siang Bersama


__ADS_3

"Karena kambing ini sudah menjadi milikmu, dan aku sudah bisa pergi. kita sudah saling tidak berhutang lagi, sampai jumpa!" ucap Viyone yang berpaling ke arah lain.


"Sebentar!" titah Richard yang menarik lengan gadis itu.


"Ada apa?" tanya Viyone yang menoleh ke arah Richard.


"Kau ingin ke mana?"


"Aku ingin pulang."


"Ikut aku masuk!" perintah Richard yang menarik tangan Viyone mengikuti langkahnya masuk ke dalam restoran itu.


"Mau ke mana?" tanya Viyone yang ikuti langkah pria itu.


"Makan siang denganku," jawab Richard yang berjalan sambil menarik gadis itu.


"Sebentar! aku sudah makan siang, tidak perlu makan lagi," ujar Viyone.


Richard menarik Viyone masuk ke dalam salah satu ruangan yang di mana tempat dia makan bersama dengan keluarganya.


"Ma, aku datang," ucap Richard yang masuk bersama gadis itu.


"Kau sudah datang, duduk dan pesanlah makanan," jawab Loza yang menatap ke arah putranya dan kemudian melihat ke arah gadis itu.


"Siapa nona ini?"tanya Loza dengan penasaran, karena tidak biasanya putranya itu dekat dengan wanita manapun.


"Ini adalah nona Viyone, Ma," jawab Richard yang menarik kursi dan mempersilakan Viyone duduk di samping ibunya, sedangkan empat orang istrinya selama ini tidak pernah duduk berdampingan dengan Loza atau pun Richard. kemudian Richard sendiri duduk di samping calon istri ke limanya itu.


Tentu saja sikap Richard terhadap Viyone membuat empat istrinya merasa cemburu dan membenci dengan kehadiran gadis itu.


"Nyonya...,"sapa Viyone yang duduk di samping ibu dari pria itu.


"Panggil saja bibi," jawab Loza dengan ramah.


"Bibi, apa kabar!" sapa Viyone dengan ramah.


"Kabar baik, Viyone," jawab Loza dengan ramah.


"Apakah mereka semua aku harus memanggil bibi juga?" tanya Viyone yang melihat ke arah empat wanita itu.


"Bi-bibi? kami masih muda tidak seharusnya kamu memanggil kami bibi, tidak sopan," ketus Yury yang adalah istri ke tiga.


"Pesan makanan! keluarkan menu yang paling mahal di sini!" pinta Richard pada pelayan restoran di sana.


"Baik, Tuan. silakan menunggu!" jawab pelayan restoran dengan sopan.


"Nona Alexander, berapa usiamu?" tanya Loza yang cari topik pembicaraan.

__ADS_1


"Sembilan belas, Bi."


"Apa pekerjaan papamu?"


"Sebagai pengawas di gudang."


"Dan bagaimana dengan mamamu?"


"Mamaku adalah ibu rumah tangga."


"Apa kamu bekerja?"


"Iya, aku bekerja satu tempat dengan papaku."


"Luar biasa! apa Viyone tidak sekolah lagi?"


"Tidak sekolah lagi, karena aku sering berkelahi dengan teman sekelas dan juga guru, sehingga pada akhirnya aku minta berhenti saja."


"Kenapa bisa berkelahi dengan gurumu?" tanya Loza dengan penasaran.


"Karena dia memarahiku di saat aku memukul kepala anak laki-lakinya, anaknya itu sering mencari masalah denganku. tapi guru tidak menghukumnya malah menghukumku," jawab Viyone dengan terus terang.


"Ternyata begitu! gurumu sangat tidak adil sekali. dengan cara apa gurumu menghukummu?"


"Dia menyuruhku berlari mengelilingi lapangan sebanyak seratus kali."


Empat orang istri Richard merasa sangat iri terhadap Viyone yang sedang duduk di tengah-tengah suaminya dan juga mertuanya. mertua mereka begitu gembira berbincang dengan Viyone yang akan di jadikan menantu ke lima, sementara Viyone sama sekali tidak tahu niat pria yang duduk di sampingnya itu.


"Tapi tidak apa-apa, Bi. aku sudah membalas sekolah itu karena merasa tidak mendapatkan keadilan," ucap Viyone dengan santai.


"Membalas sekolah itu? bagaimana caranya?" tanya Loza yang merasa penasaran.


"Aku mencabut semua pagarnya yang mengelilingi lapangan itu, dan kemudian mereka memanggil papa dan mamaku ke sekolah."


"Kau mencabut pagar sekolah?" tanya Richard dengan heran.


"Iya, pagarnya adalah pagar kawat dan aku cabut saja semuanya," jawab Viyone.


"Viyone, bukankah kamu bisa kena menganti rugi?" tanya Loza.


"Tidak, karena aku memberitahu papaku dan kepala sekolah kejadian yang sebenarnya, setelah kepala sekolah mengetahuinya, guru itu kena skor dan aku meminta berhenti sekolah!"


"Sangat sayang sekali, lalu setelah itu apa yang kamu lakukan?"


"Aku ikut papa pergi ke tempat kerjanya, karena aku ingin mencari uang saja dan meringan beban papa."


"Viyone, hidupmu cukup keras."

__ADS_1


"Tidak juga, papa dan mama ku sangat sayang padaku, hanya saja didikan mereka sangat ketat, sehingga aku tidak bisa bergaul bebas dengan orang lain. papa dan mama takut ada yang berniat jahat padaku, oleh sebab itu aku tidak memiliki teman sama sekali," jawab Viyone.


"Ini didikan yang baik, karena khawatir padamu, oleh sebab itu mereka sangat ketat denganmu," ujar Loza.


Setelah setengah jam kemudian pelayan restoran menghidangkan lauk termahal pesanan Richard.


"Apa kambing itu sudah di masak?" tanya Viyone yang melihat beberapa piring yang ada berbagai jenis daging.


"Kambing itu bersama Mike sekarang, dia masih hidup," jawab Richard dengan wajah datar.


"Kambing apa maksudmu, Viyone?" tanya Loza dengan merasa penasaran.


"Bibi, aku membeli kambing itu untuk berterima kasih kepada tuan kambing."


"Tuan kambing?" tanya Loza yang semakin penasaran.


"Namaku adalah Richard, jangan panggil aku tuan kambing lagi!" ketus Richard.


"Kambing Richard," ucap Viyone.


"Bukan kambing Richard, tapi Richard!" jawabnya dengan tegas.


"Oh..iya," jawab Viyone dengan singkat.


"Nona Viyone, di sini adalah restoran mewah dah hidangannya juga yang paling mahal, aku rasa kamu pasti belum pernah merasakan makanan yang lezat begini, kan?" tanya Selry yang adalah istri ke dua dengan menyindir.


"Ini adalah makanan orang kaya, tentu saja aku tidak.pernah makan. tapi walau hanya makan makanan biasa, hati tetap senang karena makan bersama keluarga tercintaku," jawab Viyone.


"Kalau makan jangan bicara! Viyone adalah teman yang ku undang untuk makan bersama, kau tidak perlu ikut campur," kata Richard pada Selry dan sambil mengambil lauk dan menarohkan ke piring Viyone.


"Viyone, makan yang banyak dan kelak jika kau melahirkan maka akan lebih mudah bagimu," ujar Loza yang sambil meneguk air putih.


"Melahirkan? bagaimana caranya melahirkan dan kenapa bisa melahirkan?" tanya Viyone dengan penasaran.


"Uhuk...uhuk...uhuk..."suara batuk Loza yang mendengar pertanyaan gadis itu.


Tentu saja pertanyaan Viyone membuat empat istri Richard tertawa dengan menghina.


"Viyone, kamu adalah seorang gadis, masa melahirkan saja kamu tidak mengerti, lucu sekali," ujar Kimmy yang adalah istri pertama.


"Kalau melahirkan saja juga tidak mengerti, bagaimana kamu menjadi menantu keluarga kami?" sindiran Laneza yang adalah istri ke empat.


"Menantu keluarga kalian?memang siapa yang mengatakan aku ingin menjadi menantu keluarga kalian?" tanya Viyone dengan nada kesal.


"Apa kalian semua bisa diam!" teguran tegas dari Richard yang merasa risih.


"Richard, beritahu aku! kenapa wanita bisa melahirkan? papa dan mama ku pernah mengatakan suami istri kalau sudah menikah harus melakukan itu..tu..apa yang di maksudkan itu...tu? dan apa yang kau lakukan pada istrimu agar istrimu bisa melahirkan?" tanya Viyone dengan polos.

__ADS_1


"Uhuk...uhuk...uhuk..uhuk...," suara batuk dari Richard dan Loza yang keselek makanan.


__ADS_2