Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Pertarungan Di Restoran


__ADS_3

Richard dan ibunya minum air putih dan merasa lega. sambil menahan emosi Richard memilih diam dan bersabar dengan gadis itu.


"Apa kamu bisa tolong diam dan makan saja?" tanya Richard yang menahan emosi.


"Aku hanya merasa penasaran saja," jawab Viyone yang mengambil kepiting dan kemudian menarik kaki dan badan kepiting yang sudah siap menjadi lauk.


Piak....


Karena tarikan dari Viyone yang kuat kepiting tersebut terlempar mengenai baju Loneza sehingga membuat pakaian wanita itu menjadi kotor.


"Aarrghh...apa yang kau lakukan?" teriak Loneza yang merasa kesal.


"Hah...maaf, kepitingnya susah di makan," ucap Viyone yang tidak pernah makan makanan mewah itu sehingga membuatnya tidak tahu cara makannya.


"Kau...keterlaluan sekali," bentak Loneza.


"Pergi cuci! tidak perlu ribut!" bentak Richard.


Loneza hanya bisa terdiam saat dibentak oleh suaminya itu. tentu saja membuatnya semakin membenci gadis yang akan menjadi istri ke lima suaminya itu.


"Hah...aku membuat masalah saat makan, lebih baik aku pulang saja!" kata Viyone yang bangkit dari tempat duduknya.


Saat Viyone berdiri, Richard langsung menarik lengannya dan duduk kembali ke kursinya.


"Kenapa kau menarikku?" tanya Viyone yang melihat ke arah pria itu


"Aku tidak menyuruh mu pergi, jadi makan saja," jawab Richard yang mengambilkan daging ayam dan meletakan ke piring calon istri ke limanya itu.


"Richard anak ini...kelihatannya sangat mementingkan gadis ini, selama ini dia tidak pernah mengutamakan siapa pun," batin Loza.


"Aku ingin sekali makan kepiting, tapi aku sulit untuk melepaskan kulitnya," batin Viyone.


Setelah selesai makan Loza masih sedang berbincang dengan Viyone.


"Viyone, hari ini kebetulan sekali kamu datang ke sini, sehingga kita bisa makan bersama," ucap Loza dengan senyum.


"Hari ini sebenarnya tujuanku adalah mengantar kambing betina untuk Richard," jawab Viyone dengan terus terang.


"Kambing betina? untuk apa?" tanya Yury dengan penasaran.


"Untuk berterima kasih padanya, makanya aku mengejarnya sampai ke sini," jawab Viyone.

__ADS_1


"Richard, paman itu berkata sudah masanya kambing betina itu birahi, dan dia juga mengatakan dirimu sudah bisa melepaskan hasrat terhadap kambing betina itu," ujar Viyone.


Loza yang mendengar ucapan gadis itu lagi-lagi di buat pusing karena gadis itu tidak sadar dengan ucapannya sendiri.


Sementara Richard hanya bisa memijit kening dengan setiap ucapan gadis itu yang selalu saja menyinggungnya.


"Apa kamu tahu apa yang kamu katakan? jangan keterlaluan!" bentak Lonerly dengan nada tinggi.


"Kenapa kau marah? aku membeli kambing itu untuk Richard melepaskan hasratnya, kata paman itu kambing betina itu sudah masa birahi, aku yakin Richard pasti akan sangat menyukainya dan melahap dengan sampai kenyang," kata Viyone yang tidak sadar dengan ucapannya.


"Apa lagi kambing itu masih muda jadi cocok untuk Richard, dagingnya pasti segar dan enak bisa di makan semua. Richard pasti puas dan akan ketagihan dengan birahi kambing itu," kata Viyone yang panjang lebar sehingga membuat suasana menjadi hening. sementara Richard merasa ingin menelan gadis itu dengan hidup-hidup karena merasa kesal di dalam hatinya.


"Ehem...Viyone, jangan membahas itu lagi! sebentar lagi pencuci mulut akan di bawa ke sini, setelah makan kita baru pergi," ujar Loza yang mencari topik lain.


"Aku sangat kenyang, lagi pula aku bisa cuci mulutku di rumah," jawab Viyone.


Saat mereka masih berada di dalam restoran itu, ada seorang pria yang berpenampilan rapi dengan di temani oleh beberapa anggotanya menuju ke dalam ruangan makan yang di mana keluarga Valentino berada.


"Richard Valentino, kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini," sapa pria itu dengan tatapan sinis dan senyum licik.


"Kenapa senyumnya aneh ya? apakah dia ada penyakit?" tanya Viyone yang berbisik di telinga Richard.


"Richard Valentino, aku berharap bisa makan bersamamu, tapi kau selalu saja menolak," kata Shariez dengan berdiri di hadapan meja makan.


"Kita bukan teman jadi untuk apa makan bersama, silakan keluar karena aku tidak suka ada yang datang menganggu," kata Richard.


"Hahahaha....mengusirku sesuatu hal yang tidak pantas," ucap Shariez dengan tertawa.


"Shariez, kamu dan Richard adalah sama-sama pebisnis, dirimu selalu saja mencari masalah dengan kami. apa kamu mengira kami bisa di tindas begitu saja?" ujar Loza dengan tegas.


"Nyonya besar, jangan emosi! tidak baik jika emosi karena dirimu sudah tua. aku hanya khawatir kamu akan cepat menyusul suami mu itu," kata Shariez dengan mengejek.


"Mulut tidak di jaga sama saja mencari mati," bentak Richard yang membalikan meja makannya ke arah musuhnya itu.


"Aaarrggghhh....," teriakan empat orang istri Richard yang langsung berdiri dan menepi. sementara Viyone ikut berdiri dan sedang memegang lengan Loza.


Shariez dan anggotanya memundurkan beberapa langkah ke belakang. Richard lalu maju bertarung dengan musuhnya itu.


"Maju!" perintah Shariez pada anggotanya. mereka maju dan bertarung dengan Richard. sementara Shariez sedang mencari kesempatan ingin menangkap Loza yang adalah ibu Richard.


Saat Richard sedang bertarung, Shariez menghampiri Loza yang sedang berdiri di samping Viyone.

__ADS_1


Bruk...bruk...bruk....


Pukulan dan tendangan dari Richard yang menumpaskan beberapa lawannya.


"Aarrrghhh....," jeritan mereka yang sedang kesakitan.


"Nyonya besar, ikut aku pergi!" ucap Shariez yang ingin menghampiri Loza akan tetapi ia langsung di tendang oleh Viyone yang berdiri di samping Loza.


Buk...


"Aauugghhh," jeritan Shariez yang kesakitan hingga membungkuk sambil memegang bagian perutnya.


Setelah menendang pria itu Viyone langsung mengangkat tubuh pria itu dan kemudian membantingnya dengan keras ke lantai.


Bruk....


"Aarrghhh...." jeritannya yang kesakitan sehingga wajahnya yang memerah.


"Kurang ajar! berani sekali kau menganggu orang tua. aku akan menghajarmu," bentak Viyone.


Richard memukul lawannya bertubi-tubi dan membanting lawannya ke lantai.


Buk...


"Aaarrrgghh...."


Satu-persatu lawannya tumbang dan tergeletak kesakitan, ada yang mengalami patah tulang akibat hentakan kuat.


"Ingin mencari masalah denganku? kalian lupa siapa aku?" bentak Richard dengan nada kesal.


Sementara Viyone masih belum puas menghajar Shariez, lalu ia pun mengangkat tubuh pria itu dan melempar ke tembok sehingga membuat pria itu kesakitan dan tidak berdaya.


"Aauuhkkkk..."


Loza dan empat menantunya tidak percaya dengan apa yang dia lihat. seorang gadis muda yang mampu mengangkat seorang pria yang berat badannya sekitar sembilan puluhan kilo.


"Hahahaha....ada aku di sini jangan coba macam-macam!" ketus Viyone sambil tertawa.


"Viyone kamu tidak apa-apa?" tanya Richard.


"Ini masalah kecil bagiku, melawannya juga tidak sulit," jawab Viyone dengan merasa bangga

__ADS_1


__ADS_2