
"Buka celanamu!" titah Richard yang sedang memegang obat.
"Untuk apa buka celana?" tanya Viyone yang duduk diatas kasur.
"Kalau tidak membuka celana bagaimana aku mengolesnya?"
"Tidak mau, wajahmu kelihatan sekali ada niat jahat, aku tidak mau!" jawab Viyone sambil memeluk bantal.
"Apa kamu ingin menahan sakit terus?"
"Iya, aku tidak butuh bantuanmu, asalkan kau jaga ular piton mu itu jangan berkeluyuran lagi. maka luka ku akan sembuh," ketus Viyone.
"Baiklah terserah kamu saja, obatnya aku letak dimeja. kau bisa melakukannya sendiri jika kau mau," ujar Richard yang memilih mengalah dari pada berdebat dengan istrinya itu.
"Keluar dulu sana!"
"Kenapa aku harus keluar? ini adalah kamarku?"
"Aku ingin mengoles obat ini, kalau kau di sini aku merasa tidak aman," jawab Viyone dengan berterus terang.
"Aku adalah suamimu, Viyone."
"Iya, suami kontrak setahun. kalau kau tidak mau keluar aku saja yang keluar," kata Viyone yang ingin turun dari kasur.
"Untuk apa kau keluar?".
"Aku ingin mengoles lukaku diruang tamu saja," jawab Viyone.
"Sudah! sudah! kau di sini saja! aku akan keluar," ucap Richard yang mengeleng-geleng kepalanya dan keluar dari kamarnya.
Saat pria itu keluar Viyone turun dari tempat tidurnya. dirinya pun membuka kancing baju tidurnya sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Menghidupkan air shower, dinginnya air yang dia rasakan membuatnya merasa senang hati.
"Wah...enak sekali mandi air dingin ini, aku ingin menikmati air dingin."gumam Viyone.
Viyone memang menyukai mandi air dingin, dari sejak kecil dirinya sudah mandi air yang dingin.. rumahnya yang sederhana tidak memiliki shower yang bisa mandi air hangat.
Selama satu jam Viyone berdiri di bawah shower yang sedang menyirami tubuhnya itu.
"Huaaaah...aku mengantuk lagi. gawat, ini di rumah orang kalau aku tidur di jam segini nanti mereka pasti akan mengatainku yang tidak-tidak," gumam Viyone yang hanya melilit handuk dan melangkah keluar dari kamar mandi.
Karena merasa mengantuk ia pun memilih menghempas tubuhnya ke atas kasur, dan di saat yang sama lilitan handuknya pun terlepas. tidak lama kemudian ia memejamkan matanya dan ketiduran. sementara handuknya itu hanya menutupi bagian bawah tubuhnya, dua dada yang menonjol ternampak sangat jelas.
Sementara Richard yang sedang menunggu istrinya untuk makan siang bersama tapi tak kunjung turun dari lantai dua. Loza dan lainnya sudah duduk bersama diruang makan.
"Richard, apa Viyone baik-baik saja? ini sudah jam makan siang kenapa dia masih belum turun?" tanya Loza.
"Mungkin dia sedang mandi. Ma, aku akan pergi melihatnya," jawab Richard yang bangkit dari tempat duduknya.
Richard melangkah menuju ke kamarnya, dan setelah membuka pintu ia pun melangkah masuk dan menutup kembali pintunya.
"Gadis ini apakah ini mengodaku?" gumam Richard yang hasratnya bangkit kembali.
Richard melangkah ke pintu dan mengunci pintunya dan kemudian ia pun melepaskan kancing kemejanya satu-persatu.
"Gadis nakal, jangan salahkan aku kalau aku melakukannya. karena kau yang membangunkan adikku," ucap Richard yang melihat fokus pada tubuh istrinya membuatnya kehausan.
Setelah melepas semua pakaian Richard menindih tubuh istrinya yang seksi itu, dengan tidak menunggu lagi senjatanya yang telah menegang langsung masuk ke dalam vagi.na sempit istrinya. awalnya ia dengan perlahan masuk sedalam-dalamnya. sementara Viyone masih belum merasakan gesekan perlahan dari suaminya itu.
Setelah beberapa saat kemudian Richard melakukan gesekan semakin cepat Viyone langsung membuka mata dan melihat ular piton suaminya itu sedang berleluasa di dalam bagian intinya ia langsung~✓
"Sakiitt.....mama, ular piton mematuk ku lagi......." teriak Viyone yang menembus hingga keluar kamar.
__ADS_1
"Uhuk...uhuk...uhuk..uhukk..," suara batuk Loza dan empat menantunya yang dikejutkan oleh teriakan tiba-tiba dari Viyone.
"Apa kau bisa diam!" ketus Richard yang sedang melakukan gesekan dengan cepat.
"Sakit sekali, lukaku belum sembuh kau melakukannya lagi. kenapa kau tidak mencari istri mu yang lain?" bentak Viyone yang di dengar empat wanita yang sedang menyantap makanan.
"Pelankan suaramu! jangan salahkan aku karena melakukannya. kau sengaja mengodaku ya?"
"Aku tidak mengodamu, percaya atau tidak aku akan memotong ular pitonmu. di bawah sana masih ada empat wanita kenapa kau tidak mencari mereka saja? apa karena mereka tidak punya vagi.na yang bisa kau tusuk ya?" teriak Viyone yang dengan polos.
Empat istri Richard menahan emosi saat mendengar ucapan istri kelima dari suaminya itu. karena sang mertua berada di ruangan makan bersama sehingga mereka tidak berani mengungkapkan kekesalan mereka.
"Kenapa kau mengerang lagi? aku yang kesakitan kenapa kau berteriak?" tanya Viyone dengan suara tinggi.
"Gadis bodoh, suami mu merasa nikmat oleh karena itu dia mengerang," batin Loza.
Karena merasa risih Richard lalu mencium bibir istrinya sambil bergerak maju mundur di atas tubuh istrinya.
"Emm...em....sakit!"
Richard mencium lagi istrinya agar tidak menjerit. selama satu jam Richard melakukan gesekan dan berulang kali mencapai puncak kenikmatan. tidak lama kemudian ia mengeluarkan pusakanya.
"Jijik sekali, kenapa kau sering mengeluarkan racun dalam tubuhku? bagaimana kalau aku keracunan? sangat perih. sakitku belum sembuh kau melakukannya lagi," gerutu Viyone yang merasa kesal dan berubah posisi duduk sambil melihat bagian intinya yang banyak benih dari suaminya itu.
"Lama-lama aku bisa mati keracunan," ucap Viyone yang sedang menangis
"Viyone, itu bukan racun dan kau tidak akan mati. lebih baik kau mempelajarinya," ujar Richard.
"Perih sekali, berapa lama lagi aku harus begini?" keluhan Viyone sambil menangis.
"Jangan menangis lagi! mari kita bersihkan diri dulu!" ajak Richard yang mengendong istrinya.
__ADS_1
Malam hari..
Viyone yang sedang tidur tiba-tiba keringat dingin yang membasahi seluruh wajahnya. tidur dengan merasa tidak nyaman dan juga membolak balikan badannya. gerakan gadis itu membuat Richard yang sudah ketiduran menjadi terbangun.