Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Viyone Menarik Perhatian


__ADS_3

Di sisi lain Richard sedang dalam perjalanan menuju ke restoran untuk makan siang bersama dengan ibu dan empat istrinya.


"Tuan, nyonya besar, dan empat nyonya muda sudah menunggu di restoran," ucap Mike yang sedang menyetir.


"Kenapa harus mengajak mereka? aku tidak mau kemunculan mereka menjadi topik media," kata Richard dengan wajah datar.


"Nyonya besar mengatakan jika saja ada yang bertanya, maka nyonya besar akan menjawab bahwa mereka adalah temannya," jawab Mike.


"Apakah empat wanita itu bisa menutup mulut?" tanya Richard.


"Mereka tidak akan berani melawan, Tuan. mereka sudah mendapat peringatan dari nyonya besar dari awal."


"Lebih baik mereka patuh, jika tidak maka mereka akan menanggung akibatnya," ketus Richard yang kesal dengan empat istrinya.


Tidak lama kemudian Mike menghentikan mobilnya di lampu merah lalu lintas.


Sementara Viyone yang membawa kambing berjalan di pinggir jalan besar sana dengan berniat ingin segera menjumpai Richard. kemunculan dia yang membawa seekor kambing menarik perhatian para pejalan kaki, walau di tatap oleh semua orang serta ada yang tertawa melihatnya ia juga tidak peduli.


"Adik manis, maafkan aku. aku harus cepat menemukan tuan kambing agar bisa segera menyerahkan mu pada dia. karena jika papaku tahu aku membeli kambing dengan mengunakan namanya, dia pasti akan mengembalikanmu pada paman itu," ucap Viyone pada kambing itu yang ikut dia berjalan.


"Hm...aku harus mencari tuan kambing sampai dapat, kambing ini masih muda, seharusnya dia bisa memuaskan hasrat tuan kambing itu," ucap Viyone yang tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan.


Di saat Viyone menghentikan langkahnya ia melihat ke sana sini dan kemudian ia menatap ke satu arah dengan begitu fokus


"Hah...itu adalah tuan kambing," ucap Viyone yang melihat Richard yang berada di dalam mobil dan sedang berhenti di lampu merah.


Viyone lalu mengendong kambing yang beratnya sekitar delapan belas kilo dan berjalan menuju ke mobil Richard, akan tetapi mobil pria itu pun berjalan karena lampu rambu lalu lintas sudah berubah berwarna hijau.


"Tuan Kambing, jangan pergi...." teriak Viyone yang mempercepatkan langkahnya mengejar mobil itu sambil mengendong kambing.


Sepanjang jalan Viyone berteriak memanggil Richard sambil mengejar dari belakang. hanya saja Richard tidak bisa mendengarkan suara teriakan gadis itu karena terlalu banyak kendaraan yang lalu lalang.


Sementara teriakan Viyone menarik perhatian semua orang di sana. bagaimana tidak, seorang gadis mengejar mobil sambil mengendong dan berteriak di sepanjang jalan.


"Tuan Kambing...... berhenti...." teriakan Viyone yang mengema satu jalan.


"Tuan Kambing...... berhenti...."

__ADS_1


"Tuan Kambing...... berhenti...."


"Tuan Kambing...... berhenti...."


"Berhenti.....aku ada kambing betina untuk kamu melepaskan hasratmuuuu...., kata paman itu kambing ini sudah hampir masa birahiiiiii....." teriak Viyone yang di dengar oleh semua orang di sana.


Semua pejalan kaki langsung melihat ke arah Viyone yang sedang berlari dengan cepat.


Tidak lama kemudian mobil Richard berhenti di sebuah restoran yang adalah tempat makan siang bersama keluarganya. saat Richard keluar dari mobilnya dan ingin berjalan masuk ke dalam restoran itu, ia langsung menghentikan langkahnya karena mendengar teriakan seseorang.


"Tuan Kambing, tunggu aku!" teriak Viyone yang berlari menghampiri Richard yang sedang berdiri di sana melihat ke arahnya.


"Kenapa nona Alexander ada di sini? di tangannya adalah kambing?" tanya Mike yang merasa heran.


"Tu-tuan Ka-kambing, ke-kenapa kau tidak berhenti saat aku memanggilmu?" tanya Viyone yang nafasnya terputus-putus dan berhenti di hadapan pria tampan itu.


"Kenapa kau mengejarku? dan kambing ini?" tanya Richard.


Mbek....mbek....mbek....


Tangisan kambing ketakutan dan meronta dalam gendongan Viyone


"Nona, kambing ini untuk apa?" tanya Mike.


"Tuan Kambing, ini untukmu! sebagai tanda terima kasih ku padamu," kata Viyone yang menyerahkan kambing itu kepada Richard.


"Tidak perlu! bawa dia pergi!" jawab Richard yang menutup hidungnya karena tercium aroma hewan itu.


"Tidak bisa, kamu harus menerimanya, apa kamu tahu demi ingin berterima kasih padamu aku berlari sejauh ratusan meter bahkan aku sudah kehausan. maka kamu harus terima kambing ini, ini adalah untuk balas budi baikmu," ujar Viyone.


"Demi ingin memberi kambing ini padaku kau mengejar ku sejauh itu?" tanya Richard dengan merasa haru.


"Benar, aku berteriak di sepanjang jalan, tapi kamu tidak mendengarnya," jawab Viyone.


"Nona, kami tidak mendengar teriakanmu sama sekali," kata Mike.


"Apa yang nona teriakan, kenapa kami tidak mendengarnya?" tanya Mike yang merasa penasaran.

__ADS_1


"Aku hanya memberitahu ada kambing betina, untuk kamu melepaskan hasratmu, dan kambing ini sudah hampir masa birahinya. dan aku yakin kamu pasti merasa enak dengannya" jawab Viyone dengan polos yang menatap Richard.


"Uhuk...uhuk..uhuk..." suara batuk Mike yang sedang menahan tawa.


Richard wajahnya berubah menjadi gelap saat mendengar jawaban gadis itu, ia tetap sabar karena menyadari gadis yang ada di depan matanya sangat polos dan tidak tahu tentang hal yang berbau dewasa.


"Mike, bawa pergi kambingnya!" perintah Richard yang terpaksa menerima hewan itu pada hal dia tidak butuh, hanya karena ia melihat usaha gadis itu yang sedang mengejarnya membuatnya terharu.


"Sekarang kamu sudah menerima kambingnya, minta uangnya seratus empat puluh dollar!" pinta Viyone dengan mengulurkan tangannya.


"A-apa, uang? bukankah ini untuk berterima kasih pada tuan? kenapa meminta uangnya?"tanya Mike dengan heran.


"Demi ingin berterima kasih pada tuan kambing, aku harus mengunakan nama papaku untuk membeli kambing ini dengan paman kambing itu, dan harganya seratus dua puluh dollar, jika saja papaku tahu aku pasti akan di hukum lagi. oleh karena itu tuan kambing harus membayarku!"


"Hah...kenapa begini? Nona, kau membeli seharga seratus dua puluh dollar dan kenapa kau meminta seratus empat puluh dollar?" tanya Mike yang kebingungan sambil mengendong kambing itu.


"Tuan kambing harus membayar tenaga dan waktuku juga, aku membuang banyak waktu untuk mencarimu dan kemudian aku harus mengejarmu sehingga ratusan meter. tentu saja sudah wajar jika aku meminta biaya ongkos lari dan waktu," jawab Viyone.


"Tuan, ini...." ucap Mike yang binggung dengan gadis itu.


"Berikan lima ratus padanya!" perintah Richard pada Mike.


Mike memberikan lima ratus dollar kepada gadis itu.


"Wah...banyak sekali uangnya, aku akan mengambil seratus dua puluh dollar untuk membayar paman kambing itu, dan aku akan memgambil dua puluh dollar untuk aku sendiri, sementara sisanya aku berikan padamu," ucap Viyone yang memberikan uang kepada Richard.


"Kenapa nona kembalikan pada, Tuan?"


"Aku hanya butuh seratus empat puluh dollar saja, seratus dua puluh dollar untuk membayar hutangku paman itu dan dua puluh dollarnya aku memberikan pada mamaku," jelas Viyone dengan terus terang.


"Tapi uang ini sudah menjadi milikmu," kata Richard.


"Karena sudah menjadi milikku maka aku berhak memberikan padamu," jawab Viyone.


Mbek...mbek...mbek...


Tangisan kambing itu yang sedang meronta-ronta.

__ADS_1


"Hei...hei..jangan bergerak!".teriak Mike yang keberatan mengendong kambing yang seberat delapan belas kilo.


"Mungkin seperti kata paman itu masa birahinya sudah tiba. Tuan Kambing, kau sudah bisa melepaskan hasratmu. jika tidak, nanti dagingnya tidak enak lagi," kata Viyone yang lagi-lagi membuat Mike menahan tawa karena mendengar ucapan gadis itu dan melihat wajah atasannya itu menjadi gelap.


__ADS_2