Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Menyetujui


__ADS_3

"Makanannya sangat enak, setelah papaku sadar aku ingin membeli untuknya, dan aku harus menabung dulu agar bisa membeli lauk ini untuk papa dan mamaku," kata Viyone yang sambil menyantap makanannya.


"Gadis ini sangat berbakti, walau sudah merasa sakit dan lelah tetap saja memaksa dirinya untuk bekerja," batin Richard.


Setelah satu jam kemudian Viyone menghabiskan dua mangkok nasi dan semua lauk yang ada di atas meja.


"Aku sudah siap makan, apa kamu bisa katakan apa syaratnya?" tanya Viyone yang tidak sabar karena ingin segera menyelamatkan ayahnya.


Richard mengeluarkan selembar kertas putih yang sudah tercantum syarat-syaratnya, lalu ia memberikan kepada gadis yang duduk di sampingnya itu.


"Apa ini?" tanya Viyone yang melihat kertas itu.


"Baca dan pelajari!" jawab Richard.


Viyone lalu membaca semua syarat yang tercantum.


"Kontrak nikah selama setahun?" tanya Viyone dengan heran.


"Benar, kau hanya perlu menikah dan menjadi istriku, dan semua biaya rumah sakit kamu tidak perlu khawatir lagi, aku akan menanggung semuanya," kata Richard.


"Memangnya kenapa harus menjadi istrimu? aku juga bisa bekerja di tempat bangunan itu."


"Kau tidak perlu bekerja lagi setelah menikah denganku!"


"Lalu, bagaimana aku bisa mendapatkan uang untuk membantu biaya hari-hari papa dan mamaku? papa sakit aku harus mencari uang untuk mereka. biarkan aku bekerja di tempat bangunan itu lagi!"


"Setiap bulan aku akan memberimu uang, jadi kau bisa membantu keluargamu. kau tidak perlu bekerja lagi dan hanya patuh padaku. ingat, jangan berulah, jika tidak aku tidak akan menyembuhkan papamu."


"Apa kamu belum menikah sehingga harus menikah denganku?" tanya Viyone sambil minum air putih.


"Aku sudah menikah empat kali dan kamu adalah istri ke lima," jawab Richard yang menoleh ke gadis itu.


Byur...


"Uhuk...uhuk...uhuk...." suara batuk Viyone yang keselek air sehingga menyembur ke wajah calon suaminya itu.


Richard yang wajahnya basah karena semburan air dari calon istrinya itu, hanya bisa menahan emosi. ia mengunakan sapu tangan lap wajahnya.


"Ma-maaf, kenapa kamu memiliki banyak istri? sedangkan papaku hanya memiliki satu istri? apakah karena kamu memiliki banyak uang?"


"Mengenai tentang ini kau tidak usah peduli, kau hanya perlu tanda tangan dan setujui semua syaratnya!"


"Syarat lainnya adalah dilarang mendekati pria mana pun, dan harus melapor setiap kali ingin keluar dari rumah," ucap Viyone yang sedang membaca.

__ADS_1


"Selama ini selain papaku dan paman-paman yang bekerja satu tempat denganku, maka tidak ada pria lain lagi."


"Tanda tangan saja! Mike akan segera memindahkan ayahmu ke rumah sakit yang terbaik," ujar Richard.


"Katakan padaku! apa saja tugas sebagai seorang istri? aku melihat mamaku membersihkan rumah dan memasak untuk papa."


"Mengenai pekerjaan rumah kau tidak perlu melakukannya, karena sudah ada yang melakukannya."


"Oh...jadi, apa yang harus ku lakukan?" tanya Viyone dengan polos.


"Kau harus tidur sekamar denganku, dan harus patuh padaku. jika melawan aku bisa membatalkan pembayaran biaya rumah sakit ayahmu!".


" Aku harus tidur sekamar denganmu, dan harus patuh padamu? hanya itu saja? apa aku boleh tidur di bawah? karena aku tidak bisa tidur denganmu."


"Kenapa?"


"Karena aku tidak biasa tidur dengan orang asing, lagi pula hanya menikah saja untuk apa harus tidur bersama," ujar Viyone dengan polos.


"Apa kau masih ingin menyelamatkan ayahmu? kalau masih ingin maka segera tanda tangan dan jangan banyak bertanya!" kata Richard dengan tegas.


"Iya, iya, aku tanda tangan," jawab Viyone yang langsung tanda tangan walau dirinya tidak tahu arti dari sebuah pernikahan.


Ia hanya ingin menyelamatkan ayahnya dan tanpa berpikir panjang ia langsung tanda tangan atas syarat yang diutarakan oleh Richard.


"Ingat dengan syarat ini! jangan sampai melanggar perjanjian kita!"


"Dan kamu juga harus ingat! jangan mengingkar janjimu. jika tidak, aku akan meledakan bangunan mu itu," kata Viyone dengan mengancam.


"Kau mengancamku?" tanya Richard yang mencubit dagu gadis itu.


"Iya, janji adalah janji. kalau kamu mengingkarnya maka kamu adalah kelinci," jawab Viyone.


"Kamu sudah pintar berdebat denganku, empat istriku itu sama sekali tidak berani melawanku."


"Mereka adalah mereka, aku adalah aku."


"Setelah kau menikah denganku, mungkin saja kau harus berhadapan dengan mereka."


"Kenapa?"


"Karena mereka pasti tidak akan melepaskanmu."


"Kenapa harus membenciku? kan kamu yang mau menikah terus. lagi pula jika mereka berani menindasku, kau jangan salahkan aku jika aku membanting mereka," ujar Viyone.

__ADS_1


"Terserah kamu saja! yang penting jangan menghancurkan rumahku saja," jawab Richard yang bangkit dari tempat duduknya.


"Aku mau ke rumah sakit mengantar makanan untuk mamaku," kata Viyone yang ikut berdiri.


"Mari kita pergi temui dokter yang merawat ayahmu!" ajak Richard yang memegang tangan calon istrinya.


"Apa ingin melunaskan biayanya? dan bisa langsung operasi?" yang Viyone yang ikuti langkah Richard.


"Untuk memindahkan ayahmu ke rumah sakit terbaik."


"Apa dengan begitu papaku akan baik-baik saja?"


"Iya, karena dokter spesialis jantung yang terkenal melakukan operasi ini."


Setelah beberapa menit kemudian Richard dan Viyone tiba ke rumah sakit. mereka langsung bertemu dengan Nerlin dan juga dokter.


"Apa dia yang menolak melakukan operasi jika tidak ada dana?"tanya Richard yang menatap dokter itu dengan tatapan tajam.


"Iya, dan aku harus mengumpul uangnya dalam dua hari," jawab Viyone yang tangannya masih digenggam oleh pria itu. sementara Nerlin kebinggungan dengan kemunculan pria asing itu bersama dengan putrinya.


"Dokter Handuz, kau akan dipecat dan tidak akan bisa lagi berprofesi sebagai dokter,"ketus Richard.


"Siapa Anda? berani sekali bicara seperti itu?" tanya Dokter itu yang merasa geram.


"Aku adalah Richard Valentino, dan aku bisa membuatmu kehilangan pekerjaan untuk selamanya," jawab Richard dengan kecaman.


Dokter Handuz yang mendengar nama pria itu langsung mengeluarkan keringat dingin, dan ketakutan melanda dirinya.


"Tuan," sapa Mike yang menghampiri atasannya itu.


"Bagaimana?" tanya Richard pada asistennya.


"Hari ini segera dipindahkan dan pihak rumah sakit sana telah menyediakan peralatan operasi," jawab Mike.


"Mari kita pergi!" perintah Richard.


Dihari itu juga Mulfis dipindahkan ke rumah sakit yang telah diaturkan oleh Richard. setiba ke rumah sakit itu Mulfis langsung langsung dibawa ke ruang operasi yang telah ditunggu oleh dokter spesialis jantung kenalan dari Richard.


"Tuan Valentino, terima kasih atas niat baikmu, hanya saja kami tidak tahu bagaimana caranya untuk mengembalikan uang ini," ucap Nerlin.


"Bibi, aku akan menikahi putrimu dan mengenai soal uang tidak perlu membayarnya lagi," jawab Richard


"A-apa? menikah?" tanya Nerlin dengan tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2